10 Things My Mom Told Me … And I didn’t believe Her (2)

10 Things My Mom Told Me … And I didn’t believe Her (2)

I was not an easy teenager.
Today, I am old enough to have a teenager on my own, and I have a promise in my heart when I was a teenager, that I will not agree to what my mom said, but now… life teach me so many things, and I find out why I didn’t believe her back then…

Here are (another 5) what my Mom taught me:

6. Kalau mau dokter buat jadi kaya materi, mendingan ngga usah jadi dokter!
Hehehe… ini kata-kata pertama yang my mom ucapkan waktu Saya insist buat masuk Fakultas Kedokteran waktu itu. Actually she did not support me with the decision. My mom said that being a medical doctor will consume your life, because it’s a calling. Saya tidak mengerti apa maksudnya waktu itu. Tetapi hari ini, melihat ke belakang, saya bersyukur she emphasized that strongly to me, sehingga sekarang… setelah menjadi seorang yang mengucapkan sumpah Hippocrates which means biarpun saya tidak praktek, tetapi selamanya saya terikat pada sumpah itu, and what my mother said, even in her own simple words – it so alive now and become the strength for me to live this calling. You’re just a simple woman Mom, but your wise word is so true!

7. Hafal Firman Tuhan – terutama Mazmur dan Amsal. Itu akan menjadi pegangan dalam menjalani hidup.
Nahhhh… ini yang paling saya sebel! Berasa ngga berguna banget waktu itu, dan ngga ngerti juga apa maksudnya. Masa kecil saya penuh dengan cerita Kitab Suci dan sejak saya mulai bisa menghafal, saya diajarkan untuk mulai menghafal ayat Kitab Suci. My mom always said… “Baca Mazmur dan Amsal buat menemani perjalanan hidup kamu karena banyak kata-kata hikmat.” and of course I didn’t believe her.
Tetapi hari ini, saya bersyukur akan ayat-ayat yang saya hafalkan dan sudah saya lupakan hehehe… tetapi tanpa sadar, ayat-ayat itu menjadi kekuatan di saat saya terhimpit beban berat. Sebuah bekal dari ibu yang akan menjadi kekuatan sepanjang masa.

8. Sex itu suci! Jangan sembarangan melakukan nya. Jaga kekudusan.
Hehehhe… I’ve in relationship. From I’m 15 until 28, saya ngga pernah berhenti ada dalam relasi. Baik pacaran atau TTM. Anyway… My mom keep repeating this message but it seems like I didn’t care about it.
Yes… I made so many mistakes. Pacaran saya ngga bisa dibilang bener dan menjaga kekudusan tubuh saya.  But now when I looking back, I know that she was right.
Setelah kehidupan pernikahan dan mengalami langsung apa arti sexual, I really understand why sex is holy. Once again I have to say… yeaa Mom, you’re right!

9. Jangan minta kepada manusia, karena itu akan mengecewakan. Mintalah ke Tuhan. Dia yang akan memberikan semuanya.
I don’t know whether this one is a toxic faith or not. Because of this understanding I feel disappointed by God. Big time. But then I found out, that what made me mad was because the wrong understanding of God. Dalam perjalanan waktu, ketika pengenalan akan Tuhan bertambah, saya mengerti apa artinya dan dalam konteks apa Dia (Tuhan) akan memberikan semuanya. Saat saya mengerti konteks yang sesungguhnya, kata-kata ini menjadi penguat iman dan harapan saya.
My mom have gone through a lot of things in her life. I am the testimony of her life because I was born in this family (Thank God!). I testimony how she depends on God so much and how God fulfill her dreams one by one. Yes there were sad and failed moments, but God always shows up in the end and make everything good.
Thank you for not only taught me this, but also show me what the meaning to be a woman of faith.

10. Ingat nanti kalau kamu jadi istri dan ibu, cuma 1 modalnya: DENGKUL!
This one is my favorite.
I don’t have a biological children until now, but this words become a great reminder. Melihat hidup Saya sendiri, kurang apa sih saya dibesarkan oleh kedua orang tua saya? Saya dibesarkan dengan pendidikan iman yang kuat. Tetapi tetap di masa remaja, di mana saya sudah mampu menentukan pilihan saya, orang tua saya tidak bisa memaksakan kehendaknya terhadap saya. Tetep aja Saya pacaran dan ngga menjaga diri Saya. Gimana caranya kita bisa mengetahui dan percaya kepada suami kita? Gimana caranya kita bisa melindungi anak-anak kita 24 jam sehari? Hal inilah yang membuat banyak istri/ibu hidup dalam kekhawatiran – kecemasan – insecure berkepanjangan dan ngga tahu gimana cara mengendalikan semua yang diluar kendalinya.
So my mom said…:”Cuma ada 1 modal di mana ibu (read: parents) bisa menjaga anak-anak dan suaminya: MODAL DENGKUL!!!” Artinya… get down on your knees and pray!
Lia MomShe still with me now.
She is 75 when I write this.
She is getting weak in terms of her memory and she doesn’t talk much because she loose so many words in her memory. Sometimes I feel sad, looking at her, remember her as a preacher and so passionate to God’s words.

I write all of this as a testimony on how fruitful her life is. And forever I will thank her for what she taught me. Yes I didn’t believe her until today…

I have to admit, every single word she taught me… All is right!

Yeaa Mom… Let’s Party! Let’s celebrate how you live your life well and how God is sooo faithful to you.

Thank you for what you guys (you and Papa) taught me and how you both support me and keep loving me. You both saw my ups and downs, my flaws and how rebellious I was… I know I was not an easy daughter to raise, but forever I Thank God because I was born from your love.

I love you Mom. I love you Dad! God be with us all.

PS: I only share 10 – tapi sebenernya masih banyak yang my mom taught me. Will write again later about it 🙂

Advertisements

10 Things My Mom Told Me … And I didn’t believe Her (1)

I was not an easy teenager.
Today, I am old enough to have a teenager on my own, and I have a promise in my heart when I was a teenager, that I will not to agree on what my mom said, but now… life teach me so many things, and I find out, I know why I didn’t believe her back then…

Here are what my Mom taught me:

1. Jangan pacaran dulu waktu – cari temen sebanyak-banyaknya
Buat Saya, SMA adalah masa pacaran. Mau ngapain lagi di SMA kalau ngga pacaran? Cuma belajar? Waktu itu saya berpikir, saya punya mama yang super kolot. She never understand teenager nowadays. Tetapi hari ini saya melihat kebelakang, menyadari kenyataan bahwa saya kehilangan masa SMA saya. Karena pacaran – dan terlalu ekslusif, saya kehilangan bonding dengan teman-teman SMA saya. Memang pacaran di usia sangat muda bukan hal yang benar.

image12. Bergantung kepada Tuhan – semua yang kamu pegang jadi. (Mazmur 1:3)
Ini adalah omongan yang sering diulang-ulang oleh My Mom. Dia pernah berkata, mama ngga sekolah tinggi, tetapi pokoknya berjuang hidup benar, takut akan Tuhan, kerja keras dan terus berusaha, semua yang kamu pegang pasti berhasil.
Hhhhhmmmm… jujurnya, agak sulit untuk mengangguk-angguk dan dengan lapang hati bilang iya… benerrrr… tetapi hari ini saya melihat kehidupan mama saya, ia tidak kekurangan apapun. Ia hanya lulusan SMA, dan dari cerita yang saya dengar, ia paling tidak dianggap karena seluruh saudara-saudara nya pintar dan punya karier, sedangkan my mom waktu itu memutuskan ‘hanya’ menjadi seorang pelayan Tuhan.
Tetapi hari ini, saya melihat penyertaan dan kesetiaan Tuhan dalam hidupnya. Untuk kenyataan ini… saya akhirnya berkata: Yes Mom you are right about God’s providence untuk anak-anak yang mengasihiNya.

3. Kamu pasti akan benci Mama sekarang, nanti satu hari kamu akan bersyukur mama pernah paksa kamu melakukan ini – itu.
Ini sering banget diucapkan kalau saya lagi ngambek ngga mau les piano. Saya ingat satu siang saya dibangunkan dari tidur siang saya, dan disuruh les. Rasanya pengen ngamuk se ngamuk-ngamuknya. Tetapi my mom selalu bilang: Kalau kamu bisa musik kamu ngga pernah patah hati! Hahahahah… waktu itu saya ngga ngerti maksudnya. Tetapi melihat hidup saya ke belakang, yes… music become my hiding place when I feel sad. Especially now with praise and worship experience, I really feel close with God. Again… yes.. I am grateful I can play piano and have a good harmonization because of what I learn.

4. Dicoba dulu – baru memutuskan suka atau tidak!
Kata-kata ini kayak bisa audible sampai saat ini. Suara my mom yang kesel tiap kali saya pasti meringis kalau disuruh mencoba makanan baru. Tapi rasanya omongan ini bukan cuma bukan makanan. Dalam hidup kita, banyak hal yang harus kita berani coba dulu, baru memutuskan kita suka atau tidak. Karena kalau kita ngga coba, darimana kita tahu bagaimana perasaan/pendapat kita tentang sesuatu? Mencoba membuat kita kaya akan hal baru yang belum pernah kita coba. And if it turns out we don’t like it, or we fail… it’s ok! Kita 1 tahap lebih kaya dari sebelumnya, karena pengalaman/pengetahuan kita bertambah. So Mom… again… yeaaaa… you right!

5. Kamu musti lihat dunia, dunia begitu luas, kamu akan belajar banyak!
Pasti ngga percaya. Mainan masa kecil saya itu: RISK. Mainan Risk adalah mainan strategy board game of diplomacy, conflict and conquest. Bayangin anak 5 tahun sudah dikasih mainan itu… hahaha… but I believe she just didn’t understand about the game. She just wanted me to get familiar with the world. No wonder today I have weird interest to map.
Hari ini saya selalu punya mimpi untuk melihat dunia, bertualang, berbagi diri dan karya dengan sesama di luar sana. Belajar banyak hal dari dunia dan saya percaya itu juga tangan Tuhan yang mau mengajarkan saya.
Saya selalu berkata pada adik-adik single… widen your horizon, see the world! and thanks Mom for make me a woman who has a dream through your sharing about the world. My mom ngga punya kesempatan untuk banyak melihat dunia di mana mudanya. Tetapi saya percaya itu jadi mimpi nya yang ia turunkan kepada anak perempuannya. Hari ini di masa tuanya – ia banyak melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia bersama Papa saya. Again I learn… never stop dreaming and when you put your trust in God, HE will make all your dreams come true.

to be continued… 10 Things My Mom Told Me … And I didn’t believe Her (2)