Armageddon: A Battle Between My Past and My Present (how to move on from the past)

Dari semalam saya mellow banget gara-gara liatin foto-foto Europe. Terus sekarang Hujan nambahin  mellow below.
Jadi mulai korek-korek lagu masa lalu yang kalau kita denger terasa adem dan pengen narik nafas panjang.

Apapun artinya itu.

Dari tadi muter lagu nya Aerosmith – I Don’t Want to Miss a Thing gara-gara waktu itu Saya nonton film Armagedon sama mantan Saya (lagu itu jadi soundtracknya) dan kemudian lagu itu jadi lagu yang Saya suka karena ngga lama setelah itu dia pergi sekolah ke luar negeri dan belum tahu rencana ke depan kami gimana.

Armageddon

Waktu itu kami ngga nonton berduaan. Kami nonton bersama dengan 2 teman Saya. Satunya teman cewek Saya, dan yang satu lagi teman cowok saya. Mereka pacaran juga, jadi ceritanya kami double date waktu itu dan ngga nyangka bertahun-tahun kemudian – teman  yang cowok  kemudian menjadi suami Saya hihihihihi… Uppssss… beneran ngga nyangka ya what life can bring to you…

Anyway… kita perempuan adalah makhluk relational dan emotional. Bersama dengan relasi itu, emosi yang menyertai relasi itu selalu ada dan tinggal dalam hati kita. Kadang itu terasa indah, tetapi kadang ada yang terlalu menyakitkan. Kadang kita dapat merasakannya, kadang rasa itu terlalu menyakitkan untuk dikenang sehingga kita memilih untuk ‘melupakannya’. Sampai satu titik di mana kita ngga bisa move on dan sampai pada kesimpulan: hidupku atau kebahagiaanku sudah berakhir waktu itu semua berakhir di masa lalu kita.

I was one of those women who think that way.

Contohnya: paling nyata adalah hari ini. Waktu saya mendengarkan lagu I don’t want to miss a thing tadi, ada rasa nyaman dalam hati Saya. Rasanya this is so right. The ambiance, the melody and lyric… This is soooo me!

Tapi apakah Saya merasa kangen dengan mantan Saya waktu itu…? No… hahahaha… My God! Dia sudah beristri dan beranak pinak, dan Saya sudah bersuami. Tetapi seakan-akan rasa itu ada and sometime it feels so real until I feel the pain in my heart. But then I know, that is just my emotional illusion – kayak sakaw gitu…

Saya ngga lagi punya perasaan terhadap mantan Saya. Yang Saya kangen adalah my emotion at that time, bertahun-tahun lalu di tahun 1997, waktu Saya madly in love with him, dan kami baru saja jadian, dan waktu kita harus menghadapi kenyataan bahwa kami akan menjalani LDR.

Soooo… it was that feeling – rasa nyaman – yang meninggalkan informasi dalam otak saya, dan rasa itu seperti Dopamine yang memancing reward system dalam otak Saya. Informasi itulah yang tertinggal Saat ini dan merupakan salah satu ‘release’ yang membuat rasanya terasa ‘nyaman’ dan ‘benar’.

Kalau hari ini Saya ditanya apakah Saya ingin kembali ke masa-masa itu…? Hhhhmmm jawaban Saya dengan pasti TIDAK. That was one day in my life and I cherish that moment as I cherish his presence in my life. Hari ini ada karena hari kemarin, semua yang terjadi yang boleh memberikan informasi dalam ingatan kita, itulah yang harus kita utilize untuk hari ini yang lebih baik, karena hari esok ada karena adanya hari ini.

Dari berbagai Seminar soal relationship yang Saya dan Suami Saya lakukan bersama, banyak pertanyaan bagaimana caranya move on from the past. Buat Saya move on artinya dengan kehendak bebas Saya, dan bergantung pada kekuatan rahmat Tuhan melangkahkan kaki Saya. Setapak demi setapak. Berdamai dengan apa yang ada kemarin, melihat semua peristiwa lalu sebagai gambaran pelatihan hati dan peyadaran diri bahwa kita adalah manusia rapuh yang berbuat kesalahan, saling menyakiti, dan terkadang tidak mampu menghargai moment-moment dalam hidup kita. Tetapi seperti Allah memerintahkan Lot dan keluarganya untuk tidak melihat kebelakang dalam konteks dosa – Allah yang sama juga mau kita semua melihat ke depan karena ada janji rancangan damai sejahtera dan sukacita bagi orang-orang yang mengasihi Allah dan menggantungkan harapannya hanya kepada Tuhan.

Capture1.JPGDon’t want to close my eyes
I don’t want to fall asleep
‘Cause I’d miss you baby
And I don’t want to miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you baby
And I don’t want to miss a thing

Yes… I don’t want to miss a thing.
I don’t want to miss a single little thing of my life. Live your life today to the fullest because your life is a poetry. Written by God who wants to write beautiful stories of your life.

Common Princess – don’t be bullied by the devil and continue to wallow in the mud of the past that makes you unable to see the beauty of tomorrow.It is a battle, and with God will win it and we can see how the wound from the past can be a story of how faithful our God is… Don’t loose hope and enjoy the beauty of God’s promises in our life.

LbA.

Advertisements

Funny Way to Say Hi from GG

Remember Grace Gloria (GG)?
(please visit: https://whittulipe.wordpress.com/2012/04/24/let-go-the-need-to-know-why-but-why/)

I copy a story from someone who get greetings from GG. Our little comedian. She was greeted life with a unique way and makes me smile and dr tears at the same time.
This is the story:

MAKAM MARMER BABY,PERSEMBAHAN UNTUK GRACE
Author : BINTANG MARMER

MAKAM MARMER BAYI_ Ada yang istimewa tentang makam marmer yang satu ini,dan sangat terkesan dalam hati saya.Pada malam itu saya sedang berblogging ria ditengah malam, antara sadar dan tidak sadar,saya masuk kealam mimpi.Disana saya ditemui seorang anak kecil, yang minta dibikinin boneka kecil,sambil menunjukkan sebuah boneka Malaikat kayaknya milik orang Nashrany, Dia menyapa saya minta dibikinin boneka kayak ini, Saya bertanya, “adik namanya siapa ? ” Dia menjawab ” Gless…”,nadanya agak pedal belum teteh dalam bahasa Jawa.”Umurnya berapa?” lanjutku bertanya dalam mimpi itu. Dia menjawab ” Enam hari ” Tukas dia. ” Ah Masak tho, ini dik Ribhia umurnya sudah lima tahun gedhenya segini,masak umurnya enam hari sich ..?? apa nggak salah ? Enam tahun kalii…?” Tanya ku sedikit meledek sambil menunjukkan anak putriku yang berusia Lima tahun,yang duduk disampingku.Dia tetap membantah, “enam hari Om….Enam hari….” akhirnya aku terjaga dari mimpi malam itu sambil kembali membuka laptopku yang tertututup screensaver.

Jarak tiga hari dari peristiwa itu, seorang wanita yang bernama Ibu Leonita mengirim sms,tentang email beliau untuk sebuah pesanan makam bayi,Lho koq ini ada gambar mirip-mirip yang dimimpiku ya…???dalam hati kecilku tetap bertanya-tanya ,bahwa yang diminta itu koq mirip-mirip dengan mimpi ku itu.
Selang beberapa minggu,sebenarnya aku sudah nggak terlalu berharap dengan order ini,masalahnya sudah lama beliau belum memberikan kabar serta keputusan tentang email balasanku.Akhirnya hari itu Ibu Leonita menjawab emailku dan memberikan data lengkapnya…Ya..Tuhan ternyata Gless…itu adalah Grace,dan umurnya memang benar-benar enam hari.Dan yang membuat saya terperanjat lagi adalah tentang gambar malaikat yang semula ada empat macam, salah satunya sangat mirip dengan yang dibawa Gless…saat meminta ku untuk bikinin boneka marmer….Inilah bukti bahwa semua anak itu terlahir dalam sebuah fitrah dan kesucian.Kupersembahkan buat Grace,Om sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik,semoga boneka kecil ini bisa memberikan hiburan buat kamu diSurga.
Buat Ibu Leonita,mohon maaf saya merubah sedikit designya ,agar nampak lebih tinggi,yang semula hanya Dua trap( Dua tingkat) saya membuatnya menjadi Tiga Trap ( Tiga tingkat) semoga berkenan.

Mohon maaf Ibu LEONITA,saya belum sempat kasih diskripsi tentang makam ini,hanya sebagai bukti pengerjaan makam kecil ini untuk Si kecil Grace…terkasih..
Saat dipotret Bonekanya masih belum difinishing…

Taken from: http://www.bintangmarmer.com/2012/07/makam-marmer-babypersembahan-untuk.html

Saya percaya dia ingin menyampaikan sesuatu.
Saya percaya dia ingin mengingatkan sesuatu.

Betapa ia diharapkan dan dicintai.
Ia adalah kehidupan yang hadir melalui sosok seorang malaikat kecil bernama Grace Gloria.
Sekali lagi… ia ingin kembali mengingatkan… betapa berharganya kehidupan.

Please pray for us (and YM4L) our dearest little angel.

A Friendship with Something Called: Pain

Rasa sakit itu tidak enak. Tapi (ternyata) rasa sakit itu perlu.

Seorang penderita kusta (=Lepra)1 yang saraf tepi nya diserang oleh bakteri yang bernama  Mycobacterium leprae akan kehilangan rasa/sensorisnya. Is that good? Hhhmmm… Terkadang kalau kita sedang merasa kesakitan, kita berdoa minta tidak merasakan sakit lagi. Tapi saat seorang penderita lepra kehilangan rasa sakitnya, hal itu membuat kerusakan yang jauh lebih parah daripada bila ia merasakan nyerinya.

Rasa sakit adalah sesuatu yang banyak dihindari oleh banyak orang. Rasa sakit bahkan membawa manusia pada keinginan untuk mati, karena itu akan menghilangkan dan menyelesaikan rasa sakit itu dengan sekejab. Euthanasia2 menjadi satu hal yang diperdebatkan dalam penghormatan terhadap kehidupan, salah satunya karena keinginan untuk terbebas dari rasa sakit ini.
Tara Elizabeth Corner3, Miss Pageant America 2006 adalah seorang wanita yang desperately ingin keluar dari rasa sakit ini. Perceraian kedua orang tuanya di awal masa remajanya membuat ia menjadi seperti kehilangan kendali. Ia menjadi seorang teenager yang berteriak minta tolong dan perhatian, tetapi seakan-akan tidak ada yang mendengar teriakannya ini. Sampai ia menemukan, sebuah obat bernama Vicodin4 (sebuah obat penghilang rasa sakit tingkat sedang-berat) berhasil membuat ia ‘terbebas’ dari rasa sakitnya. Ia menggunakannya bahkan saat sedang ada di atas panggung pagelaran Miss Pageant saat itu. Tara bahkan mampu mengkonsumsi obat itu sampai 30 butir dalam sehari. Di satu tahap dalam hidupnya, Tara pernah menghadiri sebuah pesta, di akhir pesta ia memang setengah mabuk, tapi masih cukup sadar untuk mengetahui apa yang ada di sekitarnya. Ia membiarkan seorang teman lelakinya menggendong dia ke dalam mobil untuk diantar pulang. Dalam hati, ia tahu bahwa teman lelakinya ini punya maksud di balik keinginannya mengantar pulang. Saat itu, teman lelakinya memperkosa Tara di dalam mobil. Tara mengetahuinya, tapi membiarkan hal itu terjadi karena dengan begitu ia merasa terbebas dari rasa sakitnya. Rasa sakit karena merasa ia adalah sampah, barang kotor, dan tidak diinginkan karena tidak ada yang mencintai dan mendengarkannya. Membiarkan tubuhnya diperkosa, seperti sebuah penghilang rasa sakit karena tindakan itu mengkonfirmasi semua pandangannya terhadap dirinya sendiri. Ia melumpuhkan perasaannya, membiarkan hal buruk terjadi padanya, supaya ia terbebas dari rasa sakit.

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun, yang mempunyai gambar diri begitu jelek. Tidak mencintai dirinya sendiri. Dia membiarkan dirinya terbuai dan mempercayai banyak kebohongan-kebohongan yang ia ciptakan sendiri. Dia membiarkan tubuhnya mendapat perlakuan yang tidak selayaknya. Ia melakukan itu dari waktu ke waktu, membunuh rasa sakit yang awalnya muncul, sampai akhirnya ia merasa ‘numb’ akan rasa cinta. Ia membiarkan dirinya jatuh pada hubungan yang ‘asal’ karena ia memandang dirinya hanya seorang perempuan yang ‘asal’. Waktu ada rasa sakit akan kebenaran yang terungkap, ia menolak jauh-jauh kebenaran itu karena rasanya perasaan ‘numb’ yang dirasakannya lebih membuatnya terasa nyaman, biarpun jauh di kedalaman hatinya ia tahu, ia hidup dalam kebohongan dan kebahagiaan semu. Perhatian dari lawan jenis, sebuah relationship, dan status pacar seseorang menjadi adiksi dan sumber pelarian rasa sakitnya. Dalam satu hubungan ia merasa seperti mempunyai segalanya, padahal saat itu ia tidak mampu merasakan perasaannya sendiri.

Cerita 2 perempuan di atas rasanya bukan cerita yang luar biasa.

Sejak keluar dari rahim ibu, kita sudah mengenal apa rasanya sakit. Keluar dari jalan lahir ibu bukan proses yang menyenangkan bagi seorang bayi… (lihat muka bayi-bayi yang baru lahir, rasanya ngga ada yang lahir dengan muka tersenyum lebaarrrrrr…) tapi setelah itu seorang bayi tahu bahwa ia dikasihi waktu ia diletakkan di dada ibunya.
Dalam proses belajar kita sehari-hari, rasa sakit menjadi satu tolak ukur yang positif… Satu iklan detergen di TV bilang begini: “Kalau ngga ada kotor, ngga belajar!” atau apapun lah isinya (lupa-lupa inget…) Tapi rasa sakit menjadi batu pijakan yang positif untuk keberhasilan yang ada di depan jalan kita.

Saat berbagai kondisi menerpa kita, banyak keadaan yang terjadi tidak sesuai harapan kita.
Rasa sakit menjadi demikian perih, tak tertahankan, sampai rasanya tidak mampu melihat sisi baik dari rasa sakit itu.
Rasa sakit menacap begitu dalam di hati, sehingga rasanya tidak mungkin menariknya keluar karena itu akan menghancurkan hati lebih parah lagi.
Saat harapan akan rasa sakit yang memberi harapan akan hari esok yang lebih baik menjadi ilusi.

Saat inilah kemampuan defence mechanism5 manusia membiarkan rasa numb6 lebih baik daripada rasa sakit, karena ternyata dengan membiarkan perasaan menjadi numb hidup dapat terus berlangsung (apapun buah-buahnya, yang pentin hidup jalan teruuusss…)
Saat itu… kita tak ubahnya seperti seorang penderita lepra.

Tara membiarkan dirinya numb selama bertahun-tahun, bahkan di saat ia diperkosa. Anak perempuan tadi (yang sekarang sudah jadi perempuan dewasa), membiarkan dirinya numb selama bertahun-tahun karena ia mempercayai, dengan melumpuhkan perasaannya semuanya menjadi lebih baik. Tanpa mereka sadari, mereka hidup dalam kebohongan.
Sampai satu waktu someone touched their hearts…

Saat mengetahui bahwa Tara adalah seorang pencandu obat-obatan, dewan Miss Pageant saat itu ingin memecat Tara dari jabatannya. Tapi seorang pemilik dari Institusi Miss Pageant ini, membelanya dan memberi  kesempatan kedua kepadanya. Dia adalah Donal Trump. Kesempatan kedua ini seperti air segar yang memberi kesejukan dalam hatinya.
Anak perempuan itu tumbuh menjadi perempuan dewasa yang sangat rapi menyembunyikan semua perasaannya yang sesungguhnya. Adiksi nya terhadap sebuah hubungan membawanya dari satu hubungan ke hubungan yang lain. Ia tidak pernah merasa cukup dan aman dengan dirinya sendiri. Sampai di satu waktu, di dasar kejatuhan dirinya, ada sebuah suara lembut dalam hatinya, yang mengajaknya keluar dari semua kebohongan dan kelelahan dirinya menahan semua rasa sakit itu.

Saat ini, mereka berdua… Tara dan perempuan itu telah berhasil melampaui rasa sakitnya. Adiksi hanya gejala yang timbul dari rasa sakit yang tidak tertahankan. Adiksi menjadi tempat persembuyian yang aman dan terasa ‘benar’ saat rasa sakit tidak tertahankan.

Mereka berdua memilih untuk memberanikan diri, berhadapan dengan rasa sakit itu. Satu persatu. (Berjuang)Berdamai dengan setiap luka, (belajar) menerima diri sendiri, dan memilih untuk memandang rasa sakit sebagai kesempatan untuk berbuah bagi kehidupan.

Perempuan itu adalah saya sendiri.
Hari ini, saya selalu meneteskan air mata setiap kali membaca/mendengar perjuangan-perjuangan untuk keluar dari diri mereka. Apapun tahap yang mereka rasakan saat itu, apakah rasa sakit, atau kebanyakan justru tidak merasa apa-apa, butuh keberanian untuk menghadapinya satu persatu.

Saya pernah melalui semuanya itu, dan hari ini saya bisa berkata bahwa “Tangan Tuhan telah berlaku baik atasku.”
Apapun yang (pernah) terjadi dalam hidupmu, apapun cara kita memandang diri kita, dan kerusakan apapun yang sedang Anda alami hari ini, semuanya itu tidak menggagalkan rencana besar Allah akan kejadian kita di dunia ini.
Tidak ada luka, adiksi, kerusakan, kegagalan, yang cukup besar, yang mampu menghalangi rahmat cinta dan pengampunan yang selalu ditawarkan untuk Anda dan saya.
Bahkan berita baiknya adalah, Ia Allah yang terus mengarahkan pandanganNya pada hati yang hancur.
Berita buruknya? Saat Anda berteriak: “God, go away! Leave me alone!” … He won’t and will never do that. He is God who sooooo in love with you, and tremendously crazy about you and me… (saat nulis ini kok gw berasa Tuhan nyanyiin lagu: I’ll be There7 … ohhh so sweet…)

Today, make a special connection with your pain.
Be brave and be strong, cause the Lord is with you!
It’s time… to make all the pain that cripple you all these years into the magnificent power to bless and inspire the world!
It’s time to spread our wings and fly to persue our wildest dream.
It’s time to make a friendship to something called pain, because from that pain we can climb the highest mountain of our life and walk from victory to victory.
Yeessssss! (semangat sendiri :D)

For I am persuaded, that neither death, nor life, nor angels, nor principalities, nor powers, nor things present, nor things to come, Nor height, nor depth, nor any other creature, shall be able to separate us from the love of God, which is in Christ Jesus our Lord. (Rome 8:39-39)

Written by:
Survival woman who’s surviving from day to day pain and numb.
Battle in progress everyday!

Notes:
1 Kusta. Wikipedia ensiklopedia bebas. Available from: http://id.wikipedia.org/wiki/Kusta
2 Euthanasia. Reason for euthanasia. Available from:http://www.euthanasia.com/reasonsforeuthanasia.html
3 Beauty Queen Tara Corner’s Revelation. Available from: http://www.oprah.com/oprahshow/The-Truth-About-Beauty-Queen-Tara-Conner
4 Vicodin. Available from: http://en.wikipedia.org/wiki/Vicodin
5 Johathan Smith. Stress Management.  New York: Springer Publishing Company, 2002; p.29-38. Available from: http://books.google.co.id/books?id=_VDzXDikuXgC&pg=PA31&lpg=PA31&dq=numb+as+defence+mechanism&source=bl&ots=PVUvQGXo4n&sig=tIrodgecWLrezrEWccCv_zSpc18&hl=en&ei=cRC0TK6dMoOIvgPjloSYCg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=7&ved=0CD0Q6AEwBg#v=onepage&q&f=false
6 Available from: http://www.thefreedictionary.com/numb
7 Available from: http://www.mp3lyrics.org/m/michael-jackson/ill-be-there/

Tubuhmu Merubah Dunia

Tubuh adalah sarana setiap orang untuk mengungkapkan dirinya. Tubuh menjadi center kehidupan, yang selalu diperhatikan dalam kehidupan. Keberadaan setiap orang (sebagian besar) dinilai dari keberadaan tubuhnya. Tubuh seharusnya menjadi tanda kebesaran Allah pencipta yang tiada taranya.

Tetapi melalui tubuh ini pula, kemurnian kasih Tuhan perlahan-lahan surut, dan di satu titik semua kebohongan bisa menjadi kebenaran. Di saat itu, kebahagiaan hanyalah ilusi.

Friends, hari ini banyak dari kita yang hidup dalam kebohongan itu. Kebohongan yang begitu nyata, sehingga kita menganggap itu adalah kebenaran.

Seorang perempuan yang memberikan tubuhnya jauh sebelum ia berpikir tentang pernikahan, menyangka bahwa dengan tubuhnya ia bisa mendapatkan cinta sejati. Kenyataannya, 21 hari kemudian hubungan mereka putus tanpa bekas.(Satu studi menunjukan angka rata-rata satu hubungan bertahan di kalangan anak SMA setelah mereka melakukan hubungan seksual hanya 21 hari!)(1)(2)
Hal ini bukan hanya terjadi pada perempuan, tetapi banyak laki-laki yang juga terjerumus pada kebohongan ini tanpa mereka sadari.

Seorang laki-laki tidak dapat menahan dirinya untuk terus melakukan masturbasi, dan layar computer menjadi pengisi hatinya yang mungkin haus akan cinta. Lalu sepertinya semua terpuaskan saat selesai melakukan masturbasi, tanpa ia sadari bahwa semuanya itu hanya kebohongan. Maka iapun kembali masuk pada kesepian dan kehausan akan kasih, yang bahkan lebih parah daripada sebelumnya.

Padahal masturbasi itu menyebabkan: (3)
–          Melemahnya sistem pertahanan tubuh
–          Ejakulasi premature di kemudian hari
–          Kerontokan rambut
–          Nyeri pada bagian panggul
–          Menurunnya kadar mineral tertentu dalam tubuh (akibat sering keluarnya cairan sperma) yang berfungsi untuk: sintesa DNA untuk pembelahan dan pertumbuhan sel, kerja fungsi hati, dsbnya.

Gaya hidup hari ini mengajak kita untuk mengeksploitasi tubuh kita. Banyak media yang menuntun kita untuk menggali kenikmatan yang sebesar-besarnya dari tubuh kita (dan pasangan), tanpa pernah memberikan waktu untuk berdiam sejenak dan merenungkan betapa tubuh ini diberi kemampuan yang luar biasa, untuk menaklukan dunia.

Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita mampu melakukan banyak perkara besar.
Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita dapat meraih semua mimpi-mimpi yang ada dalam hati kita yang terdalam.
Melalui tubuh yang telah ditebus ini (seharusnya) kita mampu ke luar dari kebohongan dan mendapatkan cinta sejati serta kebahagiaan.

Melalui kebenaran yang ditaburkan lewat cinta sejati Tuhan Yesus, kita dapat meraih kemenangan, dan bersama Dia kita berjalan dari satu kemenangan menuju kemenangan berikutnya dalam hidup kita.

Lewat tubuh yang telah ditebus oleh darah Yesus di atas kayu salib,  kita mewartakan kebenaran cinta sejati Tuhan yang membebaskan, dan bahkan mengubah wajah dunia ini.

Bersama –sama kita kibaskan kebohongan yang selama ini kita percayai, dan berlari-lari kepada kebenaran sejati dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39)

Please visit: http://truelovecelebration
Reference:
(1)The New Sex Revolution: http://chastity.com.
(2)J.D.Teachman, J.Thomas, dan K.Paasch. “Legal Status and the Stability of Coresidential Unions.” Demografi (November 1991): 571-583.
(3)What are the side effect of masturbation? : The Revolution Health http://www.revolutionhealth.com/forums/sexual-health/male-sexual-dysfunction/156609

1 Life Equal with 1 Caramel Macchiato (Tragic or That’s life…?)

(Thanks to sist Mungky buat bantuan judulnya)

Apa yang kita dapat dari Rp.30ribu di Jakarta?
2 pieces of chickens, 1 rice, and 1 soft drink. Just 1 set of meal.
1 double chesse Mc D. Just 1 burger, 10 minutes meal.
Karena waktu nulis artikel ini gw lagi nginep di Mercure Ancol, Ro.30ribu cuma bisa membawa 1 mobil dan 2 org masuk ke Taman impian jaya Ancol… 1x masuk!
Dan 30ribu selalu dengan mudahnya gw keluarkan untuk my fav coffee form starbucks : Ice/Hot Caremel Macchoato Tall size.

Tapi kemarin tgl.15 Sept di Pasuruan Jawa Timur.. 30 ribu rupiah menjadi harga dari 21 nyawa berharga yang hidup di dunia ini.
Nyawa ibu-ibu yang mungkin masih mempunyai anak di rumah yang harus di gawat.

This life equal to Rp.30.000,- ?
This life equal to Rp.30.000,- ?

Nyawa beberapa lanjut usia yang masih bisa membantu keluarganya dengan kasih sayang mereka ke anak cucu.
Nyawa beberapa wanita muda yang seharusnya masih punya banyak harapan di masa depannya…
Tetapi semuanya habis musnah terinjak-injak dan musnah.
Nafas yang tadinya dapat diperoleh dengan gratis, dalam waktu sekejab terenggut dan kemudian dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Itulah harga kemiskinan di Indonesia.
Kadang ironisnya, nyawa seharga 30ribu rupiah terdengar begitu murahnya. Tapi itu kenyataan yang terjadi saat ini. Waktu kita sedang menghabiskan 1 gelas Caramel Macchiato di satu Starbucks corner, saat itu kita sedang ‘menikmati’ 1 nyawa yang melayang karena kehabisan oksigen waktu mengharapkan zakat dari seseorang yang berniat baik.
Gossshhh… what a tragedy…! terutama di masa puasa, di mana mereka sedang menjalani hari-hari untuk menyucikan diri mereka.

My heart is crying for them. May their spirit rest in peace.
More news: http://images.kompas.com/detail_photostory.php?id=121

SAVOR THE COFFEE



A group of alumni, highly established in their careers, were talking
at a reunion and decided to go visit their old university professor,
now retired. During their visit the conversation soon turned into
complaints about stress in their work and lives.

Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and
returned with a large pot of coffee and an assortment of cups-
porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some
expensive, some exquisite, telling them to help themselves to the coffee.

When all the alumni had a cup of coffee in hand, the professor said:
“Notice that all of the nice looking, expensive cups were taken up,
leaving behind the plain and cheap ones. While it normal for you to
want only the best for yourselves, that is the source of your problems
and stress. Be assured that the cup itself adds no quality to the
coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even
hides what we drink.

What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you
consciously went for the best cups.and then you began eyeing each
other’s cups.

Now consider this: Life is the coffee; your job, money, and position
in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life.
The type of cup one has does not define, nor change the quality of
Life a person lives. Sometimes, by concentrating only on the cup, we
fail to enjoy the coffee God has provided us.”

God makes the coffee, man chooses the cups. The happiest people don’t
have the best of everything. They just make the best of everything.
Live simply. Love generously. Care deeply. Speak kindly.

(Author Unknown)

Do You Have a Difficult Person in Your Life?

“Lord, help me to bless people today.”

That’s my daily morning prayer… uh, when I’m happy.

And usually, I am.

But once in awhile, I don’t wake up happy.

And usually, it’s because of a difficult person in my life.

That’s when I pray, “Lord, how can I bless this… this… this… creature?”

I’m a very patient person, so this doesn’t happen too often.

But it happens.

Friend, do you have a difficult person in your life?

And do you sometimes want to pray, “Lord, if you will allow it, let a 50,000 megawatt bolt of lightning strike (Name of Difficult Person) right now. Not to kill him, Lord. Just enough to wake him up and give him second degree burns. Just kidding Lord, but with all due respect, what were you thinking when you created this pathological human being? I don’t want to sound offensive, but were you sleeping on the job when you created this creature? He’s a mess. He’s a composite of all the villains of Spiderman put together….”

Do you sometimes wonder if this difficult person heard God in the middle of the night say, “My child, your ultimate mission in life is to be difficult. That’s the entire purpose of your existence. You shall be the thorn in someone’s flesh. Do everything in your power to annoy him. Be irresponsible. Or be demanding. Or be totally negative. Or be selfish. Or be constantly angry. Or be possessive. Or be always depressed. It doesn’t matter. Your objective is to make his life hell on earth.”

Yes, I must admit that I don’t like a few unlovable characters here and there, but generally, I think the Almighty has done a fantastic job inventing human beings.

I also believe that God allows difficult people to come into our lives to give us very special gifts. What could these gifts be?

I’m going to try something new today. Instead of writing down what these gifts are, I’m going to ask YOU to write them on the comments below. Write your thoughts and experiences and share them to the world. Thousands will be reading them. And in my next email next week, I’ll tell you what I think they are…

Cool?

Thank you!

May your dreams come true,

Bo Sanchez

After 3 years… and I still crying…


Hari ini ngga sengaja gw nemu DVD yang gw ambil dari rumah nyokap beberapa waktu yang lalu. Krn gambar depannya adalah gambar Andre Boceli, gw pikir itu CD klasik biasa.
Ternyata gw ngga liat tulisan di bawahnya: Credo John Paul II. Gw putarlah sambil masih berpikir itu CD lagu. Dan ternyata itu adalah satu DVD remembering the late John Paul II.
And alhasil… tadinya mau kerja sambil dengerin lagu… yang terjadi malah.. gw beruraian air mata di depan komputer.

3 tahun berlalu dari kepergian my dearest Papa. Gw belum pernah kehilangan seumur hidup gw. Orang tua dan mertua gw masih lengkap, belum ada orang terdekat yang pergi meninggalkan gw untuk selamanya. Dan gw juga bukan tipe orang yang mudah merasa dekat dengan seseorang.
Tapi itu tidak berlaku untuk my forever pope in my heart… The late John Paul II.
Gw masih belum bisa menahan air mata yang keluar bila melihat dia, di manapun itu ditayangkan. His life is a legacy for me. And forever I thank God for his presence in my life. Setiap yang dia lakukan rasanya menyirami hati gw dengan kasih. Senyumnya, lambaian tangannya, setiap kata-kata yang diucapkan penuh passion, dan setiap pengorbanan dan silih yang ia lakukan untuk dunia, mengingatkan gw terus untuk menjadi seseorang yang meninggalkan jejas kasih terutama bagi sesama dan gereja.

Here are some of his quotes… love you (and miss you!) Papa and please pray for me always from above!

An excuse is worse and more terrible than a lie,
for an excuse is a lie guarded.

As the family goes, so goes the nation and so goes the whole world in which we live.

Do not abandon yourselves to despair. We are the Easter people and hallelujah is our song.

Freedom consists not in doing what we like, but in having the right to do what we ought.

From now on it is only through a conscious choice and through a deliberate policy that humanity can survive.

Have no fear of moving into the unknown. Simply step out fearlessly knowing that I am with you, therefore no harm can befall you; all is very, very well. Do this in complete faith and confidence.

Humanity should question itself, once more, about the absurd and always unfair phenomenon of war, on whose stage of death and pain only remain standing the negotiating table that could and should have prevented it.

I have a sweet tooth for song and music. This is my Polish sin.

I hope to have communion with the people, that is the most important thing.

I kiss the soil as if I placed a kiss on the hands of a mother, for the homeland is our earthly mother. I consider it my duty to be with my compatriots in this sublime and difficult moment.

Love is never defeated, and I could add, the history of Ireland proves it.

Marriage is an act of will that signifies and involves a mutual gift, which unites the spouses and binds them to their eventual souls, with whom they make up a sole family – a domestic church.

Pervading nationalism imposes its dominion on man today in many different forms and with an aggressiveness that spares no one. The challenge that is already with us is the temptation to accept as true freedom what in reality is only a new form of slavery.

Radical changes in world politics leave America with a heightened responsibility to be, for the world, an example of a genuinely free, democratic, just and humane society.

Science can purify religion from error and superstition. Religion can purify science from idolatry and false absolutes.

Social justice cannot be attained by violence. Violence kills what it intends to create.

Stupidity is also a gift of God, but one mustn’t misuse it.

The cemetery of the victims of human cruelty in our century is extended to include yet another vast cemetery, that of the unborn.

The future starts today, not tomorrow.

The great danger for family life, in the midst of any society whose idols are pleasure, comfort and independence, lies in the fact that people close their hearts and become selfish.

The historical experience of socialist countries has sadly demonstrated that collectivism does not do away with alienation but rather increases it, adding to it a lack of basic necessities and economic inefficiency.

The question confronting the Church today is not any longer whether the man in the street can grasp a religious message, but how to employ the communications media so as to let him have the full impact of the Gospel message.

The United Nations organization has proclaimed 1979 as the Year of the Child. Are the children to receive the arms race from us as a necessary inheritance?

The unworthy successor of Peter who desires to benefit from the immeasurable wealth of Christ feels the great need of your assistance, your prayers, your sacrifice, and he most humbly asks this of you.

The vow of celibacy is a matter of keeping one’s word to Christ and the Church. a duty and a proof of the priest’s inner maturity; it is the expression of his personal dignity.

There are people and nations, Mother, that I would like to say to you by name. I entrust them to you in silence, I entrust them to you in the way that you know best.

To maintain a joyful family requires much from both the parents and the children. Each member of the family has to become, in a special way, the servant of the others.

Today, for the first time in history, a Bishop of Rome sets foot on English soil. This fair land, once a distant outpost of the pagan world, has become, through the preaching of the Gospel, a beloved and gifted portion of Christ’s vineyard.

Violence and arms can never resolve the problems of men.

War is a defeat for humanity.

Wars generally do not resolve the problems for which they are fought and therefore… prove ultimately futile.

What we talked about will have to remain a secret between him and me. I spoke to him as a brother whom I have pardoned and who has my complete trust.

When freedom does not have a purpose, when it does not wish to know anything about the rule of law engraved in the hearts of men and women, when it does not listen to the voice of conscience, it turns against humanity and society.

You are our dearly beloved brothers, and in a certain way, it could be said that you are our elder brothers.

You are priests, not social or political leaders. Let us not be under the illusion that we are serving the Gospel through an exaggerated interest in the wide field of temporal problems.

You will reciprocally promise love, loyalty and matrimonial honesty. We only want for you this day that these words constitute the principle of your entire life and that with the help of divine grace you will observe these solemn vows that today, before God, you formulate.

Young people are threatened… by the evil use of advertising techniques that stimulate the natural inclination to avoid hard work by promising the immediate satisfaction of every desire.

Terapi Bioresonansi Atasi Alergi tanpa Obat – artikel di Pikiran Rakyat Bandung

Terapi Bioresonansi Atasi Alergi tanpa Obat

PERNAHKAH Anda mengalami kulit memerah dan gatal-gatal setelah mengenakan jam tangan atau gelang dari logam? Atau gejala itu terasa usai menyantap “seafood” misalnya? Sangat memungkinkan Anda alergi terhadap zat tertentu. Kalau cuma gatal tak mengapa, tetapi jika alergi nyaris membawa kita ke liang lahat, nanti dulu. Syukurlah kini ada cara menyembuhkan alergi tanpa obat-obatan.

Full version: http://donadivinamed.wordpress.com