Armageddon: A Battle Between My Past and My Present (how to move on from the past)

Dari semalam saya mellow banget gara-gara liatin foto-foto Europe. Terus sekarang Hujan nambahin  mellow below.
Jadi mulai korek-korek lagu masa lalu yang kalau kita denger terasa adem dan pengen narik nafas panjang.

Apapun artinya itu.

Dari tadi muter lagu nya Aerosmith – I Don’t Want to Miss a Thing gara-gara waktu itu Saya nonton film Armagedon sama mantan Saya (lagu itu jadi soundtracknya) dan kemudian lagu itu jadi lagu yang Saya suka karena ngga lama setelah itu dia pergi sekolah ke luar negeri dan belum tahu rencana ke depan kami gimana.

Armageddon

Waktu itu kami ngga nonton berduaan. Kami nonton bersama dengan 2 teman Saya. Satunya teman cewek Saya, dan yang satu lagi teman cowok saya. Mereka pacaran juga, jadi ceritanya kami double date waktu itu dan ngga nyangka bertahun-tahun kemudian – teman  yang cowok  kemudian menjadi suami Saya hihihihihi… Uppssss… beneran ngga nyangka ya what life can bring to you…

Anyway… kita perempuan adalah makhluk relational dan emotional. Bersama dengan relasi itu, emosi yang menyertai relasi itu selalu ada dan tinggal dalam hati kita. Kadang itu terasa indah, tetapi kadang ada yang terlalu menyakitkan. Kadang kita dapat merasakannya, kadang rasa itu terlalu menyakitkan untuk dikenang sehingga kita memilih untuk ‘melupakannya’. Sampai satu titik di mana kita ngga bisa move on dan sampai pada kesimpulan: hidupku atau kebahagiaanku sudah berakhir waktu itu semua berakhir di masa lalu kita.

I was one of those women who think that way.

Contohnya: paling nyata adalah hari ini. Waktu saya mendengarkan lagu I don’t want to miss a thing tadi, ada rasa nyaman dalam hati Saya. Rasanya this is so right. The ambiance, the melody and lyric… This is soooo me!

Tapi apakah Saya merasa kangen dengan mantan Saya waktu itu…? No… hahahaha… My God! Dia sudah beristri dan beranak pinak, dan Saya sudah bersuami. Tetapi seakan-akan rasa itu ada and sometime it feels so real until I feel the pain in my heart. But then I know, that is just my emotional illusion – kayak sakaw gitu…

Saya ngga lagi punya perasaan terhadap mantan Saya. Yang Saya kangen adalah my emotion at that time, bertahun-tahun lalu di tahun 1997, waktu Saya madly in love with him, dan kami baru saja jadian, dan waktu kita harus menghadapi kenyataan bahwa kami akan menjalani LDR.

Soooo… it was that feeling – rasa nyaman – yang meninggalkan informasi dalam otak saya, dan rasa itu seperti Dopamine yang memancing reward system dalam otak Saya. Informasi itulah yang tertinggal Saat ini dan merupakan salah satu ‘release’ yang membuat rasanya terasa ‘nyaman’ dan ‘benar’.

Kalau hari ini Saya ditanya apakah Saya ingin kembali ke masa-masa itu…? Hhhhmmm jawaban Saya dengan pasti TIDAK. That was one day in my life and I cherish that moment as I cherish his presence in my life. Hari ini ada karena hari kemarin, semua yang terjadi yang boleh memberikan informasi dalam ingatan kita, itulah yang harus kita utilize untuk hari ini yang lebih baik, karena hari esok ada karena adanya hari ini.

Dari berbagai Seminar soal relationship yang Saya dan Suami Saya lakukan bersama, banyak pertanyaan bagaimana caranya move on from the past. Buat Saya move on artinya dengan kehendak bebas Saya, dan bergantung pada kekuatan rahmat Tuhan melangkahkan kaki Saya. Setapak demi setapak. Berdamai dengan apa yang ada kemarin, melihat semua peristiwa lalu sebagai gambaran pelatihan hati dan peyadaran diri bahwa kita adalah manusia rapuh yang berbuat kesalahan, saling menyakiti, dan terkadang tidak mampu menghargai moment-moment dalam hidup kita. Tetapi seperti Allah memerintahkan Lot dan keluarganya untuk tidak melihat kebelakang dalam konteks dosa – Allah yang sama juga mau kita semua melihat ke depan karena ada janji rancangan damai sejahtera dan sukacita bagi orang-orang yang mengasihi Allah dan menggantungkan harapannya hanya kepada Tuhan.

Capture1.JPGDon’t want to close my eyes
I don’t want to fall asleep
‘Cause I’d miss you baby
And I don’t want to miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you baby
And I don’t want to miss a thing

Yes… I don’t want to miss a thing.
I don’t want to miss a single little thing of my life. Live your life today to the fullest because your life is a poetry. Written by God who wants to write beautiful stories of your life.

Common Princess – don’t be bullied by the devil and continue to wallow in the mud of the past that makes you unable to see the beauty of tomorrow.It is a battle, and with God will win it and we can see how the wound from the past can be a story of how faithful our God is… Don’t loose hope and enjoy the beauty of God’s promises in our life.

LbA.

Advertisements

About whittulipe

Lia adalah seorang Dokter dan saat ini Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi medis. Passionnya adalah mewartakan harapan yang terpancar melalui anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran serta penghayatan hidup sebagai seorang perempuan. Ia adalah kontributor Buku Renungan Harian Wanita “Treasuring Womanhood” selama 8 tahun belakangan ini, juga penulis buku “You Deserve The Truth”, “Sexy and Holy”, “Wake up Princess”. Lia sangat passionate melayani kaum muda. Bersama suaminya Riko Ariefano dan komunitasnya Domus Cordis, ia banyak melayani di berbagai negara dan daerah di Indonesia, khususnya dalam mewartakan kabar sukacita tentang teologi tubuh (TOBIT), anugrah kehidupan, dan panggilan keperempuan-an. Lewat Inspire Group, sebuah kerasulan media sosial dalam Komunitas Domus Cordis, Lia dan Riko juga sering membawakan vlog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kaum muda dengan berbagai perjuangan dan pergumulannya, serta bagaimana untuk selalu melibatkan Kristus dalam kehidupan mereka. Topik-topik yang dibawa termasuk tentang relationship, adiksi, potensi kaum muda, hubungan dengan orang tua, sampai current issues di Indonesia. She is a proud wife and blessed daughter. She is a writer and traveller who loves coffee, bakmi, and dogs! Lia bersama suaminya Riko Ariefano, dan kedua ekor anjingnya saat ini berdomisili di Jakarta. Blog: https://whittulipe.wordpress.com IG: whittulipe Vlog: Youtube: Inspire Group
This entry was posted in articles, SangPuteri and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s