Dance with My Father: a memoir – Dance With Me My Girl

A Dance with My Father

Cerita 5 hari ini membawa saya pada saat ini.
Semua yang ada hari ini dibangun atas reruntuhan diri.
Kemarahan.
Kebencian.
Kesombongan.
Ketidak-mampuan untuk berdamai.
Penolakan akan rahmat dan Kasih Tuhan.
Yes I was a wretch.

Setelah kejadian di hutan bakau itu, begitu banyak yang saya lalui. Begitu banyak hutan-hutan lain yang saya jalani. Memang manusia ngga kapok-kapok dan ngge belajar-belajar ya🙂

Proses perubahan dari seorang perempuan yang mengasihani dirinya sendiri, beralih menjadi seorang perempuan yang ingin mengalahkan semua pihak. I was transformed from desolating woman to a dominating woman.
Proses pertahanan diri yang saya lakukan dengan kekuatan saya sendiri malah membawa saya pada kejatuhan demi kejatuhan yang dalam.
I will write it down in a book one day.
What I learned from many falls.
How I found that amazing grace.
For now, let me share only one thing.
One thing that save a wretch like me.

Penyadaran saya bahwa selama ini saya lebih memilih untuk menelan kebohongan-kebohongan yang ditaburkan pihak musuh. Kebohongan yang membuat saya hampir kehilangan hidup saya.
Keputusan untuk membenci dan menjauh dari rahmat Allah yang membuat saya justru makin melemah – tetapi saya tidak pernah menyadarinya. Saya berpikir kemampuan saya untuk mempertahankan diri adalah yang terbaik.
Kehancuran dan ketidak berdayaan  inilahlah yang membuat saya ingin membagikannya untuk sahabat perempuan di luar sana.

Rahmat dan belas kasih Allah lah yang menarik saya demikian kuat.
Allah yang dengan sabar menunggu.
Allah yang dengan kebesaran hatiNya menerima caci maki dan hujatan saya.
Allah yang terus memberikan tanda-tanda melalui sekeliling saya, bahwa saya dikasihi.
Allah yang dengan kasihNya tetap diam di sana, menunggu, tidak memaksa, sampai saya dengan kehendak bebas saya memutuskan untukkembali ke pelukanNya.
Allah yang selalu menjadi Bapa yang mengulurkan tanganNya dan berkata…:
“Come dance with Me – you will be just fine with Me. Trust Me to take the lead and I will make you dance so beautifully – like you never did my dear Princess.”dancewith God.jpg

Yes He is our Father who has an extraordinary mercy.
He is a Father who only know how to love. If you feel you never loved before, try Him. Call the name of Jesus. What ever your condition keep calling Him, ask Him to show Himself to you.
Kalau saya saja, yang telah begitu banyak berbuat dosa, bahkan meng
hujat Allah diampuni dan diberi kesempatan kedua, ketiga, keempat, ke….
Saya percaya Allah yang sama akan memelukmu erat-erat.
Enjoy your dance with our Father Princess!

Great is Your faithfulness oh God
You wrestle with the sinner’s heart
You lead us by still waters in to mercy
And nothing can keep us apart
May God Almighty who has taught me so many things through my vulnerability and mistakes grand us with His grace and mercy, to make us a better woman every day.

Sayup-sayup seperti terdengar lagu Tales from the Vienna Woods – my favorite waltz song.
What ever happen in life I wanna keep dancing with You Father.
I know I will be good in Your arms.

Lent 2016 on The Extraordinary Year of Mercy
AMDG

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in SangPuteri and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s