Fly With Your Wings Grace Gloria. Pray for Us! (6)

Kami sampai di rumah duka Carolus di ruang singgah Dorothea. Suami saya yang juga menuliskan perjalanan refleksi dia bersama dengan Grace menuliskan sebuah refleksi yang indah tentang ruang singgah ini (please visit: http://vitaapostolica.wordpress.com).

Waktu saya masuk ke ruang Dorothea, terlihat mama Grace sedang duduk di samping kotak tempat menaruh tubuh Grace karena peti belum datang.
Saya tersenyum dan memeluk Ninu, dia bercerita bagaimana Grace benar-benar berjuang untuk hidup di detik-detik terakhir. Berkali-kali kejang, lalu berhenti nafas dan membiru, lalu bernafas lagi. Kejang, henti nafas, lalu berusaha untuk bernafas lagi sampai akhirnya makin lama semua tanda-tanda hidup menghilang dan Grace benar-benar tidur lelap untuk selamanya.

Saya menarik nafas dan menitikkan air mata waktu mendengar cerita ini, saya mengagumi ketangguhan papa dan mama Grace yang mau terluka memilih melihat anaknya dalam kondisi seperti itu.
Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat kondisi anaknya seperti itu, dan tidak bisa berbuat apa-apa, hanya mampu memegang tangan Grace dan terus berdoa.
Hati Bim dan Ninu  begitu besar untuk cinta Tuhan yang mau dicurahkan melalui hidup Grace. Dan Grace sendiri benar-benar anak baik yang tahu balas budi orang tua.
Grace tahu benar betapa ia dikasihi, dia diperjuangkan, dia diharapkan sehingga Grace pun berjuang tidak setengah-setengah dalam mempertahankan kehidupannya. Grace pun berjuang sampai akhir.

Saya memandang wajah Grace yang terbalut selimut warna kuning yang adalah selimut yang dipakai mama Grace waktu ia bayi, wajahnya begitu damai dan tersenyum dan saya berkata kepada Grace dalam hati: “Good job warrior princess, it was a good fight! Fly with your wings little angel!”

Kembali seperti sebelum-sebelumnya saya merasa Grace berbisik ke saya dan kali ini ia seakan menitipkan kedua orang tuanya kepada kami, saya seperti teringat akan satu refleksi: begitu lahir Grace langsung dimenangkan melalui air pembabtisan, dengan iman kita menyakini, Grace sudah menjadi milik Tuhan. Selama 6 hari kehidupannya, rasanya Grace tidak mampu untuk berbuat dosa, sehingga dengan pasti Grace sudah berada di surga bersama dengan Tuhan Yesus dan Ibu Maria. Siapa lagi yang lebih pantas menjadi pendoa kedua orang tuanya selain Grace sendiri?  Grace pasti berdoa untuk kedua orang tuanya, dan entah kenapa saya percaya Grace juga pasti akan menjadi pendoa kekal bagi Youth Mission 4 Life (YM4L).
Bukan tanpa maksud Grace tercipta dan lahir di awal gerakan YM4L ini. Grace bahkan menyiapkan kedua orang tuanya sehingga mereka juga menjadi pilar-pilar pendukung YM4L ini.

Setiap dari kita dilahirkan dengan misi ke dunia ini. Siapapun itu, tanpa terkecuali, demikian juga Grace… and you accomplished your misión my little angel Grace Gloria.
You are a living proof of God’s might power, to change all the hopeless situation to a victory.You turn the bad news to good news. The story of how faithful, and big is our God!
You were born after all the people shout Gloria… Gloria… Hosanna.. Hosanna… and you’re back you where you belong one day after a victorious day… Jesus who’s risen from the death… all of our being in this world is always God’s grace.

Malam itu saya dan Riko pulang ke rumah dan menyiapkan lagu untuk misa requiem untuk Grace yang akan dilakukan hanya beberapa jam lagi. Sebelum tidur, saya menuliskan pesan di whats app ke Ninu:
Nu, FYI, besok gw akan pake baju warna merah ya. It’s a sign of salutation for Grace, you and Bim.

Saya memutuskan hal itu karena pembelajaran saya dari semua peristiwa ini tidak dapat membuat saya bungkam dan tidak mengekspresikan betapa berharganya sebuah kehidupan, dan saya ingin menunjukan hal itu melalui hal yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang saat menghadiri acara kematian, yaitu menggunakan baju berwarna merah.

Keesokan harinya Rm.Deshi mempersembahkan Misa Requiem untuk Grace. Kami semua membuka dengan lagu: Amazing Grace.

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me.
I once was lost but now am found,
Was blind, but now I see.

T’was Grace that taught my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear
The hour I first believed.

The Lord has promised good to me.
His word my hope secures.
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Suara saya tercekat di saat saya menyanyikan bait kedua lagu ini:
T’was Grace that taught my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear
The hour I first believed.

Kata-kata lagu ini benar-benar menggambarkan perasaan saya sejak di hari pertama saya mendengar kondisi Grace yang masih dalam kandungan mamanya, sampai di detik saya menyanyikan lagu ini. Sungguh, how precious did that Grace appear, ohh how great is our God who give us amazing Grace to stand and fight for life. It’s really a privilege for me and YM4L. Saat itu kembali Grace seperti berkata kepada saya sebuah ayat favorit saya, ayat yang sama yang terukir di nisan adik kandung saya yang juga meninggal saat bayi: “Tangan Tuhan telah berlaku baik atasku.” (Nehemia 2:8b) (*Please hug Tia for me Grace…*)

Rm.Deshi memberikan khotbah yang sangat indah pagi itu. Khotbah yang sekali lagi meningatkan kita untuk terus mendukung kehidupan. Apa yang dikatakan bodoh di mata dunia adalah kemenangan karena membela kebenaran Allah. Misa pagi itu biarpun singkat tetapi saya merasakan kasih dari surga yang memenuhi hati saya.

Epilog
 
I live for 39 years this year.
I met so many great people.
Sometimes the acquaintance happens so short even for only 6 days, I have not even have time to breathe perfectly.
This is the story of my encounter with one warrior little angel, that the world sees her not perfect not even perfect being born.
But she teached me something about how precious life is. She is now in heaven and she won’t be forgotten.
Her name is Grace Gloria.

Melalui seluruh rangkaian peristiwa kehidupan ini, satu episode berlalu dari kehidupan pernikahan Bimo dan Ninu.
Satu episode juga berlalu bagi kehidupan Riko (yang adalah bapak babtis Grace) dan saya.
Satu pembelajaran akan kehidupan diberikan kepada seluruh teman-teman yang ada di dalam Youth Mission 4 Life (YM4L) yang akan segera meluncurkan produk pertamanya untuk membela kehidupan yaitu sebuah web bernama http://sayahidup.com.

Melalui semuanya ini, mari sekali lagi percaya bahwa Cinta Tuhan selalu menang melalui berbagai macam kebohongan yang ditaburkan dunia untuk menghancurkan hidup anak-anak Allah.
Diberanikan oleh rahmat cinta dan belas kasihan Tuhan, kita semua, tanpa terkecuali, apapun kondisi kita, bagaimanapun latar belakang dan masa lalu kita, saat kita bersama membela kehidupan, saya percaya kita akan dapat bersama-sama berdiri atas nama cinta kasih Allah berkata sekali lagi dengan kepala tegak dan suara lantang berteriak:
“Maut di manakah sengatmu?”
 
Until we meet again Grace Gloria.
Thank you for all the lessons lifelogy.
Please pray for us (and YM4L) our dearest little angel.

Jakarta, Oktaf Paskah 2012

Dedicated this writing to:
1. Bimo Ninu: No other words I can express except: Thank you!
My pray be with you selama masa-masa kehilangan ini. Setelah ini jalan tidak mudah, tetapi seperti Tuhan telah memberi kalian berdua kekuatan menghadapi semuanya ini, kekuatan yang sama, bahkan yang lebih besar dari pada sebelumnya akan menyertai kalian berdua.
2. YM4L: let’s fight together with the grace of the lord and for the glory of God.
3. 6 episodes, for 6 days of your life on earth Grace Gloria.
Happy all day playing in heaven. Don’t forget to pray for us ya dear…🙂 please hugs everyone I know there for me.

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s