GG’s Love and Life Celebration (5)

Minggu Paskah, minggu yang mendung.

Saya ingat hari itu hujan deras, dan siang ke sore itu kami berdua berkumpul bersama dengan beberapa teman dekat sambil ngopi. Lalu ada berita lagi yang mengatakan Grace kondisinya makin menurun. Kami kembali mampir ke Carolus, dan menemui kedua orang tua Grace, dan tentu saja Grace. Malam ini keluarga besar mama nya Grace juga ada di situ menemani.
Rm. Deshi Ramadhani SJ juga datang mampir dan malam ini kami semua berdoa bersama di sekitar inkubator Grace. Dalam doa, sekali lagi Grace menyapa saya dengan pengertian bahwa perjuangan dan sakit bukan suatu kekalahan, tetapi perjuangan. Dan siapapun kita bahkan yang kita pikir terlemah sekalipun mampu untuk berjuang.
Kembali saya teringat pada janin-janin yang digugurkan dengan alasan apapun, betapa janin-janin ini berharap bisa punya kesempatan untuk hidup, dan membuktikan betapa mereka mempunyai kekuatan untuk hidup bila saja diberi kesempatan, dan kembali hati saya terasa begitu sakit dan merasakan betapa Grace juga bersyafaat untuk teman-temannya, para janin yang tidak punya kesempatan untuk hidup.

Senin pagi, saya sudah sibuk dengan rutinintas kantor. Menjelang makan siang, sebuah foto masuk ke whatsapp saya, foto Grace dengan topi putih sedang tersenyum. Tanpa sadar air mata saya menetes di tengah keramaian teman-teman kerja saya yang sedang berdiskusi. Waktu mereka bertanya kenapa, saya hanya berkata: ”Terharu atas semangat hidup seseorang yang dunia pikir tidak layak hidup.“
Setelah itu saya tidak terpikir Grace sama sekali karena hari itu sibuk luar biasa. Tetapi sekitar jam 18 dalam perjalanan menuju kelas Donum Certum yang hari itu membahas Humanae Vitae, sebuah ensilkik gereja yang membahas soal kehidupan, ada whatsapp masuk dari papa Grace yang berkata: “Grace menurun terus.“
Saya cuma menanggapi: “Ahhh si Grace mah biasa, kalau malam suka menurun, ntar juga baik lagi.“

Tetapi di tengah meeting, sekita jam 22.30 malam, ada berita dari papa Grace: “Grace sudah pergi, pulang ke rumah Bapa di Surga.”

Saya hanya bisa menarik nafas waktu itu dan rasanya ingin segera bergegas pergi ke Carolus untuk melihat Grace, tetapi karena rapat belum selesai, saya berusaha duduk manis biarpun sudah sangat gelisah.

 

When it comes to the end of a journey, I am wondering… what should I say? Is it the end?

For me it is not the end.
It’s a beginning.
It’s a strong statement of God’s inclusion and faithfulness in this family.

It’s a love and love celebration of GG: Grace Gloria.

To be continued: Fly with Your Wings Little Angel Grace Gloria

Advertisements

About whittulipe

Lia adalah seorang Dokter dan saat ini Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi medis. Passionnya adalah mewartakan harapan yang terpancar melalui anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran serta penghayatan hidup sebagai seorang perempuan. Ia adalah kontributor Buku Renungan Harian Wanita “Treasuring Womanhood” selama 8 tahun belakangan ini, juga penulis buku “You Deserve The Truth”, “Sexy and Holy”, “Wake up Princess”. Lia sangat passionate melayani kaum muda. Bersama suaminya Riko Ariefano dan komunitasnya Domus Cordis, ia banyak melayani di berbagai negara dan daerah di Indonesia, khususnya dalam mewartakan kabar sukacita tentang teologi tubuh (TOBIT), anugrah kehidupan, dan panggilan keperempuan-an. Lewat Inspire Group, sebuah kerasulan media sosial dalam Komunitas Domus Cordis, Lia dan Riko juga sering membawakan vlog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kaum muda dengan berbagai perjuangan dan pergumulannya, serta bagaimana untuk selalu melibatkan Kristus dalam kehidupan mereka. Topik-topik yang dibawa termasuk tentang relationship, adiksi, potensi kaum muda, hubungan dengan orang tua, sampai current issues di Indonesia. She is a proud wife and blessed daughter. She is a writer and traveller who loves coffee, bakmi, and dogs! Lia bersama suaminya Riko Ariefano, dan kedua ekor anjingnya saat ini berdomisili di Jakarta. Blog: https://whittulipe.wordpress.com IG: whittulipe Vlog: Youtube: Inspire Group
This entry was posted in articles and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s