Freedom Castle of My Heart (I Had the Fairy Tale!)

Ini tahun ke 37 dalam kehidupan saya…
I have one BIG Secret! Embarrassing one (and two, and three, and four, banyak deh… :D)

Di usia 5 tahun hampir setiap hari saya bermain sendirian di kamar, di atas tempat tidur orang tua saya, sambil membangun ‘tembok-tembok’ dengan bantal guling yang ada, berbicara sendirian, seolah menunggu… my knight with shining armor come.

Usia 8 tahun  saya menunggu dengan berdebar-debar tayangan langsung The Royal Wedding dari Prince Charles and Lady Diana Spencer di TV. Memotong rambut saya seperti Lady Di, dan kembali berharap a Prince will come to take my hands.

Kemudian terjadi begitu banyak hal yang membuat mimpi seorang Lia kecil hancur berantakan. “Tiara” yang selama ini saya pakai sebagai tanda desire dalam hati saya perlahan mulai kusam.

Saya berpindah dari satu relationship ke relationship lain dengan satu harapan besar, the longing from a little girl yang selalu memegang dengan erat mimpi-mimpinya yang dari waktu ke waktu tidak pernah berubah. Harapan bahwa pangeran impian saya akan menjemput saya. That he will rescue me, he will ‘horse riding’ thousand miles to prove that I am so worth to persued.

Yes, Every princess has a castle, some kind of honor to defend. And I would rather fight my battles, than hide behind a thousand men. For years I’ve been hanging my hair outside of this tower, waiting for a savior. Believe it or not. That’s me! That’s the power of fairy tale in me.

Dua tahun belakangan ini, saya mencari dan mencari.

Mengapa rasanya begitu sakit.
It’s not just about my homeland  castle in Europe. Ini pasti lebih daripada rasa sakit yang terasa di tarikan nafas setiap membayangkan dan menceritakan Eropa, sedangkan saya terdampar di negeri ini.

There must be something bigger than this. Sesuatu yang harus saya lalui dan saya percaya akan membawa pembebasan bagi banyak putri-putri Allah yang tertawan di ‘castle’ nya masing-masing.

Beberapa waktu belakangan ini saya banyak merenung dan mendapati bahwa saya telah mendapatkan apa yang saya inginkan! Yes, actually… I had it.
I had the fairy tale!!!
A guy who know what he wanted.
Who show up for me. Who wanted me for who I was. He didn’t need me to be some one else.
He just.. wanted me.

And the good news is: there are more than one prince for me…
(Tuhan memang baik dan memberikan rejeki pangeran melimpah!!! Hehhee…)

Berkali-kali Papa dan adik saja, keluarga inti saya menunjukkan bahwa mereka melakukan banyak hal untuk mengeluarkan saya dari berbagai macam tawanan, dan berusaha membuat saya bahagia.

And almost 7 years ago, I married a prince, real prince of my life. The good part is a married my best friend, yang sudah menjadi ‘my rescue’ for almost 9 years of friendship. He saved me through and though. I just didn’t realize it.
(Untuk membaca lebih tentang apa yang pangeran saya lakukan untuk menyelamatkan saya, please click: https://whittulipe.wordpress.com/2011/02/22/love-letter-to-my-hubby-on-a-cloudy-mid-day/)

The best part is… literally… I have a guy who know what He wanted.
And all He wants always me… me.. and meeeeee!!!
Yes, please introduce my Prince Jesus Christ!
He’s really a true savior of mine.

Hampir tujuh tahun lalu, saya memkai long veillll untuk baju pernikahan saya, karena saya terinspirasi oleh baju pengantin dari Lady Diana long long loooongggg ago 🙂
Dua tahun yang lalu saya meneteskan, ratusan tetes air mata saat nonton film Enchanted.
Saya masih mengkoleksi film Pretty Woman.
Akhir April lalu, saya tersedu-sedu melihat tayangan (another) Royal Wedding from Duke and Duchess of Cambridge!!! (ampe apal gini gw! Hehehe..)
Di akhir tulisan, saya selalu ingin sekali menuliskan: And they live happily ever after.

Ooohhh it’s so meee! Rasanya putri kecil Lia tidak akan pernah pergi meninggalkan tubuh ini. Why?
Karena saya, karena kita semua, adalah putri-putri kerajaan Allah.

Sebagai perempuan, tidak ada satupun dari kita yang akan kehilangan rasa ini, dan jangan biarkan apapun yang pernah atau sedang terjadi dalam kehidupan kita membuat kita kehilangan identitas ini.
Selama-lamanya… sekali lagi saya mau mengatakan: SELAMA- LAMANYA… Ia akan selalu menjadi knight of a shining armour buat Anda dan saya.

Saya tersenyum saat menuliskan kata-kata ini, seakan tiara kusam yang selama ini saya percayai sudah hilang, ternyata selalu ada di kepala saya.
Menghiasi rambut kita dengan keindahan, karena Anda dan saya diciptakan indah dan sempurna.

Common princess, lift your head up high.
If you been down so low, no where but up to go!
Smile from the window of your freedom castle. Smile and inspire the world with your calling as a woman.
Fill your heart and life with the love of God.
Call His name every day… (His your prince rite?!)
With Him,
with our Prince…
It’s gonna be a better, better, better day.

-Princess Lia Brasali Ariefano-
*fyuuihhh gw nulis ini sambil deg2kan, kayak ada yang mau meledak dari dada gw… All glory to God!*

PS: I think it’s time for me begin to write: A Princess Diary… rite (other) Princess?

Advertisements