Renungan Jumat di Radioterapi

Siang ini dengan badan yang sangat ngga enak saya nunggu di ruang radioterapi RSCM. Nungguin kuliah jam 12.30, sedangkan saya dtg kepagian 1 jam.

Duduk sambil manggut-manggut seakan setuju sama pembicaraan ibu2 di sebelah, saya menahan badan saya supaya ngga gabruk. Rasanya sulittttt bersyukur kl ud ngga enak badan gini.

Tapi sambil semilir, saya memperhatikan aktivitas pasien-pasien kanker yg sdg menunggu giliran buat disinar, serta keluarga yg mendampingi mereka. Ada yg jalan-jalan dgn belalainya (begitu istilah Mungky dulu ttg sondenya), ada yg sedang membaca, ada yg melamun, ada yang merem sambil megangin bengkak luka yang kayaknya berdarah.

Rasa syukur menyelip masuk perlahan dalam hati saya. Kekaguman yang tiada habisnya saya berikan untuk pasien kanker yang menghidupi arti pengharapan.
Awal saya duduk di sini, saya sempat terganggu dengan pemandangan duduk dengan kaki diangkat, ‘ngelosor’ di kursi panjang. Tdk ada yg duduk tidak angkat kaki (untung tdk ada yg meludah!), tetapi makin lama, curi dengar asal mereka yg dari kampung, bagaimana mrk berusaha menghargai hidup, saya terharu.

Orang sederhana sangat mudah berinteraksi satu sama lain. Mereka tdk pusing akan jabatan, image atau apapun. Mereka mensharingkan kehidupan dengan mudah, saling memeluk tanpa risi, berbagi makanan dari keterbatasan mereka, menghargai hidup dgn sangat sederhana. Kelihatannya mereka lebih mudah dibuat bahagia daripada saya seorang dokter, mahasiswi S2, yang katanya kaum intelektual. Kok ironis ya…?

Saya selalu menemukan Yesus di kalangan org sederhana. Yesus begitu mudah dijangkau lewat hidup mereka. Mungkin penderitaan mereka membuat Yesus lebih transparan dan mudah ditemui.

Oh Tuhan.. Oh Yesusku..
Beri aku rahmat untuk tetap sederhana. Hati yang mudah menampakkan kasih.
Jangan biarkan aku teralih dengan keegoisan ku. Ajarkan aku dapat berbagi hidup karena di situ aku menemukan Engkau yang juga dibagi-bagikan.

Jumat Pra Paskah ke berapa yaa…

*miss you Mungky*

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s