Mother and Mary

Mother and Mary

A reflection of mother’s day and mother Mary

“Mama ada?”

Itu pertanyaan pertama saya setiap kali saya pulang sekolah dan menginjakkan kaki di rumah kembali. Saya menanyakan itu setiap kali saya harus pulang sendiri/ dijemput dari sekolah oleh orang lain selain mama saya. Hari ini, bila saya mengingat kembali perasaan saya bila pertanyaan saya dijawab: “Ada.”… ada rasa hangat dan aman mengetahui mama saya ada di rumah.

Di masa puber dan menjelang dewasa, begitu banyak perselisihan dan pertentangan yang terjadi antara mama dan saya. Semua terjadi hanya karena pertentangan semua kehendak baik. Mama ingin yang baik dan benar terjadi dalam hidup puterinya, dan saya merasa sudah dewasa dan tahu mana yang baik dan benar untuk hidup saya.

Hari ini, 6 ½ tahun pernikahan saya. 6 ½ tahun menjadi seorang istri, saya mulai mengerti apa yang dilalui oleh mama saya. Saya (mulai) mengerti apa artinya menjadi seorang ibu, biarpun saya belum dikaruniai seorang anakpun. Semuanya itu membawa saya pada sebuah refleksi indah di pertengahan antara hari ibu kemarin dan hari Natal besok lusa.

Do you know this song? Let’s read slowly what the lyric says:

Mary, did you know
that your Baby Boy would one day walk on water?
Mary, did you know
that your Baby Boy would save our sons and daughters?
Did you know
that your Baby Boy has come to make you new?
This Child that you delivered will soon deliver you.

Mary, did you know
that your Baby Boy will give sight to a blind man?
Mary, did you know
that your Baby Boy will calm the storm with His hand?
Did you know
that your Baby Boy has walked where angels trod?
When you kiss your little Baby you kissed the face of God?

Mary did you know..
The blind will see.
The deaf will hear.
The dead will live again.
The lame will leap.
The dumb will speak
The praises of The Lamb.

Mary, did you know
that your Baby Boy is Lord of all creation?

Mary, did you know
that your Baby Boy would one day rule the nations?
Did you know
that your Baby Boy is heaven’s perfect Lamb?
The sleeping Child you’re holding is the Great, I Am.

Saat saya membaca lirik lagu ini, saya membayangkan, apa yang terjadi saat Bunda Maria didatangi oleh Malaikat Gabriel.

Seorang gadis lugu, muda, yang mungkin sedang begitu excited nya menyiapkan pernikahan karena ia sudah ditunangkan dengan seorang pria. Tetapi dalam sekejab, semua berantakan ‘hanya’ karena malaikat yang memberitakan sebuah ‘berita gembira’. Saat itu dengan ketaatan dan ketulusan hatinya Maria mengatakan YA pada kehendak Tuhan atas dirinya. “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah pada ku menurut perkataanMu.” Ohhh Mary did you know…

Apa jadinya kalau saat itu Maria mengatakan tidak kepada kehendak Allah yang ingin dinyatakan dalam hidupnya.

Hari ini kita tidak menyapanya dengan panggilan mother Mary.

Saat ini kita (mungkin) masih ada dalam rentetan hukum taurat yang mengikat kita.

Yang paling parah adalah… detik ini kita belum diselamatkan dari semua dosa kita.

Apa jadinya kalau saat itu (37 tahun yang lalu), my mom said NO to my presence at her womb?

Tidak pernah akan ada seorang Elizabeth Lia Indahyani Brasali, yang ‘ditemukan’ oleh seorang Josef Riko Ariefano my hubby.

Tetapi jalan seorang ibu bukanlah jalan yang terus menerus dipenuhi oleh gemerlapan bintang dan indahnya panggilan seorang keibuan.

Tanya saja pada Priska Lia bagaimana rasanya saat melahirkan Mika kira-kira 2 bulan yang lalu.

Ingat-ingat bagaimana pergumulan mual Anast waktu hamil Celine dan Ika saat ini.

Belum lagi gimana menghandle Jovan yang sudah mulai punya pendapat dan kemauan sendiri.

Saat-saat di mana anak-anak sakit dan membuat para ibu dan ayah tidak tidur dan gelisah melihat anak mereka sakit.

Saya mengingat bagaimana mama saya menangis waktu harus menghadapi anak-anaknya, saya dan adiknya memberontak di masa puber kami.

Apa rasanya saat Ayah Josef dan Bunda Maria, sudah berjalan demikian jauh, kemudian menyadari anaknya hilang, mereka berjalan berkilo-kilo meter… hanya untuk mendapati anak mereka mengatakan: “Kenapa engkau mencari Aku, bukankah Aku harus tinggal di rumah BapaKu?” (*ggrrrrrr* kalo itu anak gw, udah gw jitaakkkkk! J)

Tetapi saat itulah seorang ibu memperlihatkan cinta yang tidak ada batasnya.

Seperti Bunda Maria menyimpan semua dalam hatinya, banyak Ibu yang melakukan ini.

Saya tahu, mama saya menyimpan banyak perkara dalam hatinya, dan terus berdoa untuk suami, kedua anaknya, dan saat ini, kedua menantunya.

So today, two days after Mother’s Day, and it’s Chrismast eve!

Let’s celebrate the calling of a motherhood.

Be thankful for our mothers.

I am grateful to be a woman.

And Mary did you know? Thank you Mother Mary because you took all the risks and you said yes to God’s will and you brought Jesus to all of us.

Mother and Mother Mary.

I am so proud of both of you.

Pray for me Mother and Mother Mary, so I can be a woman after God’s own heart.

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s