Song of My Heart

Song of My Heart
Menanggapi e-mail Feli : RE: [DomusCordis] Indonesia Mengajar

hope will be the song that linger in my heart

Dulu… dulluuuuuuuuuuuuuuuuu sekali.

Saya pernah bermimpi masuk ke pedalaman untuk mengajar atau menjadi seorang dokter pengabdi masyarakat seperti Dr.Sartika (sinteron Dewi Yul jaman gw belum puber hehehe…)
Saya pernah bermimpi jadi duta WHO tinggal bersama orang-orang kelaparan dan memperbaiki kesehatan mereka.

Lalu makin besar, makin mengerti apa artinya kenyamanan dan kemampuan bertahan.
Bersamaan itu dengan penyadaran diri, dan ketidak percayaan akan mampunya meraih mimpi masa kecil, mimpi itu perlahan memudar.

Hari-hari ini, terutama sejak masuk dalam dunia mimpinya Domus Cordis:
Mengecap dipan dan senyum tulus embah-embah tua, serta senyum di wajah anak-anak saat menerima beasiswa di Manoreh.
Menatap dalam-dalam mata Herman dan melihat anak-anak bermain dengan sarana dan prasarana pendidikan yang ‘asal ada’.
Mengetahui ada seorang anak remaja punya mimpi dan ingin sekolah tinggi di satu daerah pinggiran Atambua.

Kenyataan-kenyataan ini menggetarkan hati dan mengusik rasa nyaman saya.
Lyrik lagu Anggun C.Samsi : Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi, terlelap dalam lautan emosi. Setelah aku sadar diri, kau t’lah jauh pergi, tinggalkan mimpi yang tiada bertepi;
membuat hati ini lebih terusik lagi. (emang sih konteks lagunya berbeda, but still….)

Bila seorang saya (yang lahir, besar, dan tinggal di Jakarta pusat kepenuhan sarana, prasarana. Diberkati dengan rejeki, perhatian orang tua, dan saat ini menjadi seorang dokter) saja, mampu kehilangan mimpi,
apalagi mereka?
Mereka mungkin tidak pernah tahu apa definisi dari kata mimpi, bahkan jangan-jangan tidak ada yang pernah mengatakan bahwa harapan selalu ada dalam hidup mereka.

Saya setuju dengan Feli, anak-anak ini butuh role model. Generasi muda butuh figur.
Tidak pernah terlambat untuk membiarkan mimpi tiada bertepi, tetapi diiringi dengan kepercayaan bahwa sang pemimpilah yang membiarkan itu tiada bertepi karena ia telah meraihnya satu demi satu.

You are what you think you are!
You, fellow Cordisians, and me will be the witness of dreams.
Mari bersama merenggangkan kapasitas kita, because we are more than we think and He already (and always be) equiped us with everything we need to do this mission.

Herman and friends

Mari bersama punya mimpi buat sesama, punya mimpi melihat satu hari Herman(*) tersenyum dan membuat kita yang mengetahui latar belakang hidupnya lebih tersenyum lagi karena melihat kebesaran dan kemurahan Tuhan setia dalam hidup Herman-Herman di luar sana.
Kita akan memaknai senyum lebar kita, bila kita turut andil mengukir senyum itu.
Kita diberkati dengan pengetahuan mengenai mimpi, Let us be role model for each other with God as our center of role model.

Kalau ini adalah satu mimpi, saat ini saya seorang perempuan dewasa yang mampu memperjuangkan mimpi saya.
Kali ini.. saya tidak akan membiarkan mimpi saya pergi.

See hope in anyone’s eyes,
feel the air of hope in anyone’s heart,
and witnessing celebration of life from anyone I meet
will be song that linger in my heart.
This song is like voices of Angels calling out my name (and I hope yours too…)

Common Cordisians and everyone… Inspire the World with love!

(*) Herman adalah seorang lelaki anak usia 6 tahun yang telah ditinggal meninggal oleh kedua orang tuanya.
Anak yatim piatu ini diperlihara oleh neneknya, dan sering ada di gereja sehingga sangat dikenal oleh Romo2 dan lingkungan gereja.
Dia berkeliaran selama session di Lahurus. Buat saya pribadi yang tidak suka anak yang bandel, Herman sangat mengganggu.
Tapi saya spenuhnya  tahu di balik itu hanya jiwa seorang anak yang butuh perhatian, bimbingan, dan kasih sayang.
Hhhhhhh.. (*cumabisatariknapas*)

——————————————————————————————————–

From: domuscordis@yahoogroups.com [mailto:domuscordis@yahoogroups.com] On Behalf Of Kevin Darmawan
Sent: Tuesday, September 21, 2010 1:36 PM
To: domuscordis@yahoogroups.com
Subject: Re: [DomusCordis] Indonesia Mengajar

Sepertinya Laskar DC perlu segera memberi inspirasi ke anak-anak bangsa ini.  Mungkin bisa dimulai dengan memberi inspirasi supaya anak2 tsb bisa menjadi developer jalan raya dan jalan tol yg tidak Ambles.  =)

In Him,
Kevin

2010/9/21 Felicia Sidharta <felicia.sidharta@gmail.com>

Eh..
Gw baru tau ada gerakan Indonesia Mengajar. Telat banget ya??
http://indonesiamengajar.org/index.php?m=page.faq
hehehe.. Keren yaaaa…. Jadi lulus kuliah bisa ngajar anak kecil di pedalaman selama setahun.

Katanya sih kalo udah gitu cari kerja juga banyak koneksi sana sini dari program itu.. Bahkan bisa dapet link  ke beasiswa sana sini.
Mirip2 Peace Corp di Amrik.. (Dulu gw pengen banget ikut gituan tp kyknya kalo ga orang Amrik ga bisa)
Trus trus. katanya ya (ada temennya temen yang mo pegi jadi guru Indonesia Mengajar ke Halmahera)..
Nanti disana salah satu tugasnya mengajak anak SD untuk berani bermimpi!!

Katanya hasil riset beberapa tahun belakang itu.. anak kecil jaman sekarang kehilangan role models.
Jadi kalo jaman dulu masih ada yang berani mimpi mau jadi presiden, dokter, polisi atopun power rangers (hasil didikan Susan dan filem setengah jam sore sore) sekarang pada bingung.. mimpi jadi apa ya? OB gitu kadang. hais.
lagian anak kecil uda beken dapet waktu nyanyi di tipi nyanyinya lagi cinta.

Padahal dengan gosip2 jakarta akan tenggelam dalam 20 tahun.. akan dibutuhkan anak2 kecil yang berani bermimpi untuk menjadikan…. misalnya Garut atopun Puncak untuk jadi pusat bisnis selanjutnya.

Tapi ya.. pada intinya seiring makin kompleksnya masalah2 yang ada.. kalo ga bisa mimpi.. aga aga modyar juga.😀

Demikian inspirasi hari ini. Yeay

Feli-

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Song of My Heart

  1. heru says:

    good one..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s