For Dorama Lovers: Oleh-Oleh Liburan Kuliah

Just finished watching one of the old dorama: Tokyo Love Story (1991)

Jadi inget perasaan saya dulu waktu pertama kali nonton dorama ini. Dulu saya nonton dorama ini kl ngga salah di TVRI jaman kuliah. Saya nonton berdua papa saya, karena dia jatuh cinta sama tokoh Rika. Saya ingat gimana dulu (dan sampai sekarang) saya bersimpati sama tokoh Rika, dan jengkel setengah mati sama tokoh Kanji di dorama ini.

Banyak hal yang saya refleksikan dari dorama ini, diantaranya:
1. When you couldn’t get out from the past, you will miss the better (or maybe the best) things/people in your life.
Banyak tokoh di situ memusatkan perhatian mereka pada kenangan masa lalu mereka. Banyak kisah menceritakan mereka tidak bisa melupakan masa sekolah dan cinta masa kecil mereka. Di saat mereka beranjak dewasa, mereka pikir itulah yang ‘real’ dan mereka melupakan bahwa kehidupan hari inilah yang sebenarnya realita. Kadang kita terjebak sama masa lalu kita. Perasaan romatis yang membuat kita tidak bisa beranjak dari 1 perasaan, sulit mengalihkan pandangan pada kegagalan, penyakit, sakit hati, atau apapun yang pernah terjadi. Waktu kita terus menoleh ke belakang, kita kehilangan banyak kesempatan, momentum, bahkan orang-orang yang ada di hari ini. Terkadang kita tidak menyadari bahwa justru karena hari inilah hari esok ada. Putuskan untuk meninggalkan apa yang ada di belakang, mensyukurinya, dan melangkah ke hari baik berikutnya dalam hidup anda dan saya!

2. Cherish every moment of our life! It’s more exciting when you don’t know what happen next!
Ini salah satu kata-kata Rika dalam dorama ini. Semenyakitkan apapun, Rika menghadapi semuanya dengan senyum, karena dia tidak mau menyia-nyiakan sedetikpun waktu bersama orang yang ia cintai. Semenyakitkan apapun, ia selalu menganggap hidupnya exciting, karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi sedetik kemudian, tetapi ia mengusahakan selalu yang terbaik dan tidak pernah menyerah meraih apa yang ia yakini dalam hatinya. Hhhhmmm… nonton dorama ini, ngelihat senyum Rika yang selalu ada aja, sudah membuat saya seru sendiri, ngga habis pikir, gimana caranya dengan kondisi yang semenyebalkan itu, dia masih bisa terus tersenyum. Hidup hanya sekali, bahkan detik saya mengetik tulisan ini pun hanya 1x dalam goresan hidup saya. Cuma anda dan saya yang memaknainya.

3. Make peace with yourself and the reality, then move on with your life. The best is yet to come!
Waktu akhirnya Rika menyadari semua usahanya gagal. Senyum yang saya kagumi sejak awal dorama ini pelan-pelan mulai berganti air mata. Rika tidak dapat memaksakan kehendaknya melawan kehendak bebas Kanji yang ia cintai. Pria itu memilih wanita lain. Rika menangis luar biasa sendirian. Ia membiarkan dirinya menangis di depan banyak orang, tetapi setelah itu ia melihat cahaya matahari di luar, dan tahu ia harus terus menjalani hidupnya. Bila ada sesuatu dalam hidupmu… jangan ragu untuk menangis. Give yourself time to grief. We are not a robot, we are totally human! Cry is not a sin! Tetapi setelah itu jangan biarkan diri kita tenggelam kehabisan udara, karena kebanjiran air mata kita sendiri setinggi 1 meter! Hapus lah air mata kita dan pandanglah ke sekeliling kita. Hitung berkat dan raihlah mimpi-mimpimu. The best is yet to come!

Ini hanya sebuah dorama.

Tapi seperti apa yang saya katakan di atas, setiap detik hanya berlangsung sekali. Dan sekali-kali, saya tidak akan membiarkan aktivitas liburan, yang ‘Cuma’ nonton dorama (sampai jam 4 pagi dan lanjut lagi sekarang! Hehehe..) menjadi sia-sia.. mudah-mudahan ini bener-bener bukan cuman excuse karena  merasa bersalah ‘buang-buang waktu’ hehehe..

Saya belajar dari hidup setiap pemeran, dan membiarkan kasih Tuhan kembali menghangati hati saya lewat semua pesan yang disampaikan lewat dorama ini. Melalui semua yang terjadi dalam hidup saya, sehancur dan seburuk apapun, tidak ada yang sia-sia. Selalu ada harapan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Seperti senyum Akana Rika yang tidak pernah berhenti, saya juga mau belajar terus tersenyum terhadap hidup ini, dan kalau saya mampu melakukannya, itu semua hanya karena kasih dan kemurahanNya. Joy always attracts people. Orang yang bersuka-cita akan menarik orang-orang yang positive mendekat kepada kita, atau bahkan menularkan suka-cita itu ke sekeliling kita.

Nani kara tsutaereba ii no ka wakaranai mama toki wa nagarete
Ukande wa kiete yuku arifureta kotoba dake
Kimi ga anmari suteki dakara
Tada sunao ni suki to ienai de
Tabun mou sugu ame mo yande futari tasogare ….. dstnya!
(Tokyo Love Story – apapun artinya ini! *wink*)

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s