Persahabatan Bagai Kepompong

Semalam gw datang ke satu pertemuan yang mengingatkan naik turunnya persahabatan gw dengan satu sahabat lama gw.

chen-lia-fk-paregu-1994Kami ketemu saat kami masuk ke FK tahun 1991 sebagai anak baru. Kegiatan kuliah, hang out, ngafe, bulu tangkis, belajar bareng jadi kegiatan kami bersama. Sampai tahun 1995 kami berdua pergi ke satu retreat bersama dan sejak itu kami berdua tambah dekat.
Setelah itu banyak naik turun kehidupan kami yang membuat kami berdua makin dekat, nyaris tak terpisahkan.

Tetapi seperti judul lagu yang lagi beken… Persahabatan bagai Kepompong.. ada masanya kami ada di satu kondisi di mana persahabatan terasa selesai dan tidak mungkin dapat disambung lagi. Semua kedekatan yang terjadi seperti punah dan tidak ada artinya lagi.
Saat2 itu persahabatan kami memang jadi seperti kepompong yang buruk rupa, ‘dormant’ stage dan ngga tahu kapan berubahnya. Kami tidak bermusuhan, tapi kami tidak juga saling bicara selama 7 tahun penuh…
Jujurnya.. gw melewatkan pernikahan gw dengan tidak mempunyai MoH krn selama ini gw berpikir, dia yang akan jadi MoH gw.. (thanks to Sianita yang bersedia jadi Bride’s Maid gw.. hehehe..)

Tetapi apa yang gw alami semalam membuat gw banyak merefleksikan persahabatan ini.
chenny-lia2Gw memuji Tuhan buat 17 tahun pertemanan dan persahabatan yang terjalin diantara kami… and yes.. we’ve been through a lot! Up and down moments in our lives.
Dan di waktu2 ini, 1 tahun yang lalu kami kembali bicara, saling memaafkan dan kembali ada dalam kehidupan masing-masing. Waktu dan segala yang terjadi mendewasakan kami. Mungkin persahabatan kami tidak seperti dahulu, di mana kami bisa saling nginap satu sama lain dan ngobrol sampe jam 5 pagi di telpon… di masa2 kuliah kami. Tapi melewati 12 tahun kedekatan kami, 1 hal yang pasti… semua terjadi untuk mendewasakan kami.

lia-zhen-metamorfosa-copy2

Persahabatan bagai kepompong. Yang berproses dan hari ini menjadi indah dan dewasa. Mudah-mudahan menjadi berkat bagi sesama… 🙂

Advertisements

About whittulipe

Lia adalah seorang Dokter dan saat ini Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi medis. Passionnya adalah mewartakan harapan yang terpancar melalui anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran serta penghayatan hidup sebagai seorang perempuan. Ia adalah kontributor Buku Renungan Harian Wanita “Treasuring Womanhood” selama 8 tahun belakangan ini, juga penulis buku “You Deserve The Truth”, “Sexy and Holy”, “Wake up Princess”. Lia sangat passionate melayani kaum muda. Bersama suaminya Riko Ariefano dan komunitasnya Domus Cordis, ia banyak melayani di berbagai negara dan daerah di Indonesia, khususnya dalam mewartakan kabar sukacita tentang teologi tubuh (TOBIT), anugrah kehidupan, dan panggilan keperempuan-an. Lewat Inspire Group, sebuah kerasulan media sosial dalam Komunitas Domus Cordis, Lia dan Riko juga sering membawakan vlog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kaum muda dengan berbagai perjuangan dan pergumulannya, serta bagaimana untuk selalu melibatkan Kristus dalam kehidupan mereka. Topik-topik yang dibawa termasuk tentang relationship, adiksi, potensi kaum muda, hubungan dengan orang tua, sampai current issues di Indonesia. She is a proud wife and blessed daughter. She is a writer and traveller who loves coffee, bakmi, and dogs! Lia bersama suaminya Riko Ariefano, dan kedua ekor anjingnya saat ini berdomisili di Jakarta. Blog: https://whittulipe.wordpress.com IG: whittulipe Vlog: Youtube: Inspire Group
This entry was posted in articles and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s