Can I Have My Christmas Spirit Back?

Can I have my Christmas Spirit Back?
Itu pertanyaan yang gw tanyakan ke suami gw malam ini, saat gw dan suami lagi sama2 kerja sambil nonton acara Christmas di TBN.
Rasanya sudah lamaaaaaaaaaaaaa sekali, gw kehilangan Christmas Spirit itu.
grinch-who-stole-xmas1Bahkan yang ada gw rasanya seperti The Grinch, yang sangat membenci Christmas dan ingin mencuri kebahagiaan Christmas semua orang, sehingga semua orang tidak dapat menikmati kebagiaan Natal.
Gw inget banget nonton film ini di tahun 2000, saat di mana gw sedang kembali mengalami kehancuran di saat-saat Natal.

Gw tahu perasaan ini tidak datang tiba-tiba. Banyak trauma-trauma yang terjadi dalam hidup gw setiap kali bulan Desember datang.
Waktu semua orang sedang menikmati masa-masa Natal, bertahun-tahun gw ada di rumah dan ketakutan setengah mati krn nyokap selalu sakit di masa-masa menjelang Natal.
Di tengah ketakutan itu gw berdoa sekuat tenaga, meminta Tuhan yang lahir di saat Natal menyembuhkan nyokap gw… tapi itu tidak pernah terjadi… dan gw selalu harus melalui Natal dengan perasaan yang galau.
Itu berjalan selama 15 tahun lebih.
Satu kejadian di masa menjelang Natal, di mana gw juga mengalami penolakan yang luar biasa, merasa diri ini seperti sampah.. dan di malam Natal gw nangis sendirian di kamar dengan histeris sampai muntah bercampur darah… gw lalui itu sendirian.
Kemudian satu masa lagi menjelang Natal… gw mengalami perasaan berjaga-jaga yang luar biasa di tahun pertama pernikahan gw.. dan kembali hal itu memberikan ‘kesan’ yang sama sekali menjauhkan gw dari Christmas spirit.

Malam ini saat nonton Christmas Show di TBN, yang ok banget… gw menanyakan pertanyaan ini kembali ke suami gw. Dengan semua yang gw alami, suliiiiiiiit lit lit lit sekali merasakan excitement menjelang Christmas.
Yang ada adalah rasa berjaga-jaga bahwa akan terjadi sesuatu.
Dan suami gw menjawab dengan satu penjelasan yang indah: A Night Before Christmas.

Bayangkan A Night Before Christmas… apa yang terjadi. Maria dan Jusuf berjuang mencari penginapan. Dengan ketakutan dan tension Herodes, dan Maria yang mungkin sudah kesakitan karena segera melahirkan.
Tidak ada Christmas Concert malam itu, tidak ada pesta, tidak ada tukar kado, tidak ada perasaan yang membahana di antara kedua suami istri ini. Tidak ada keluarga yang berkumpul, tidak ada baju baru, tidak ada apapun!
Yang ada hanya perasaan cemas, kuatir, sedih, terluka, tertolak, dan mungkin… di ambang putus harapan!
Gw membayangkan bagaimana perasaan Jusuf sebagai suami, yang melihat istrinya dengan perut besar kelelahan, dan dia sebagai seorang laki-laki merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi istri dan anaknya.
Gw membayangkan bagaimana perasaan Maria sebagai calon ibu, yang kelelahan dan mungkin sudah mulai menahan rasa nyeri, bagaimana khawatirnya ia membayangkan anaknya mungkin bisa lahir di jalanan, bila mereka tidak bisa mendapatkan tempat berteduh.

Tetapi Yesus.. memilih untuk hadir di tengah semua perasaan ini. Yesus memilih untuk lahir di tengah chaos kehidupan suami istri Jusuf dan Maria. Yesus memilih hadir dan menggantikan semuanya itu dengan sukacita, kelegaan, kebahagiaan, pemulihan hati, dan lebih dari segalanya harapan yang baru, karena Yesus yang dijanjikan sebagai Juru Selamat telah lahir. Yesus lahir ke dunia ini seakan menyapa kedua orang tuanya… “Mom Dad.. I am here now. Everthing will be ok…!”
Yes… a night before Christmas… semua yang berantakan dipulihkan karena kehadiran Yesus.

xmas-singaporeSuami gw selesai berkhotbah! hehehe.. (Praise God for him, yang kadang gw suka setengah ‘daaaaaa’ dengerin dia ngomong, but Thank God I Have him as my hubby!)
Rasa di hati gw belum berubah… Still I ask: Can I Have My Christmas Spirit Back?
Tapi ada sedikit rasa sejuk mengalir di hati gw… setelah mendengar suami gw khotbah malam. Satu harapan baru… Yes.. one day.. i will have my Christmas spirit back… Yesus lahir membelah malam yang penuh dengan semua kegalauan.. dan gw percaya Dia akan kembali hadir di hati gw.

I can have my Christmas Spirit Back. Because He is Emmanuel. He’ll be with me always.
Everything will be all right and my heart will be healed. And when the time come.. I can have my Christmas Spirit back!
Pray for me… 🙂

Merry Christmas Everyone!

Advertisements

Persahabatan Bagai Kepompong

Semalam gw datang ke satu pertemuan yang mengingatkan naik turunnya persahabatan gw dengan satu sahabat lama gw.

chen-lia-fk-paregu-1994Kami ketemu saat kami masuk ke FK tahun 1991 sebagai anak baru. Kegiatan kuliah, hang out, ngafe, bulu tangkis, belajar bareng jadi kegiatan kami bersama. Sampai tahun 1995 kami berdua pergi ke satu retreat bersama dan sejak itu kami berdua tambah dekat.
Setelah itu banyak naik turun kehidupan kami yang membuat kami berdua makin dekat, nyaris tak terpisahkan.

Tetapi seperti judul lagu yang lagi beken… Persahabatan bagai Kepompong.. ada masanya kami ada di satu kondisi di mana persahabatan terasa selesai dan tidak mungkin dapat disambung lagi. Semua kedekatan yang terjadi seperti punah dan tidak ada artinya lagi.
Saat2 itu persahabatan kami memang jadi seperti kepompong yang buruk rupa, ‘dormant’ stage dan ngga tahu kapan berubahnya. Kami tidak bermusuhan, tapi kami tidak juga saling bicara selama 7 tahun penuh…
Jujurnya.. gw melewatkan pernikahan gw dengan tidak mempunyai MoH krn selama ini gw berpikir, dia yang akan jadi MoH gw.. (thanks to Sianita yang bersedia jadi Bride’s Maid gw.. hehehe..)

Tetapi apa yang gw alami semalam membuat gw banyak merefleksikan persahabatan ini.
chenny-lia2Gw memuji Tuhan buat 17 tahun pertemanan dan persahabatan yang terjalin diantara kami… and yes.. we’ve been through a lot! Up and down moments in our lives.
Dan di waktu2 ini, 1 tahun yang lalu kami kembali bicara, saling memaafkan dan kembali ada dalam kehidupan masing-masing. Waktu dan segala yang terjadi mendewasakan kami. Mungkin persahabatan kami tidak seperti dahulu, di mana kami bisa saling nginap satu sama lain dan ngobrol sampe jam 5 pagi di telpon… di masa2 kuliah kami. Tapi melewati 12 tahun kedekatan kami, 1 hal yang pasti… semua terjadi untuk mendewasakan kami.

lia-zhen-metamorfosa-copy2

Persahabatan bagai kepompong. Yang berproses dan hari ini menjadi indah dan dewasa. Mudah-mudahan menjadi berkat bagi sesama… 🙂