Banci foto cari2 alasan… :-)

Ini foto2 sel terakhir angkatan JP II Domus Cordis. Emang susah kl semua banci foto dan pemakan segala. Apapun bisa jadi alasan buat foto dan makan!

dc-last-sel1

Domus Ladies… minus (Zhen, Rika, Mungky)

dc-ladies-last-sel

Advertisements

Every day Grace, Every day Decision

10 tahun belakangan ini, gw bergumul dengan sesuatu yang sebetulnya pasti tidak disangka-sangka oleh banyak orang. Secara tulisan gw, aktivitas gw, lingkungan gw selalu ada dalam kondisi/keadaan yang bertolak belakang dengan kondisi hati gw.

why jesus?10 tahun ini gw bergumul mempertanyakan kenapa gw harus mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat gw. Kadang gw merasa semuanya menjadi tidak ada artinya. Bahkan di saat tergelap dalam kehidupan gw pun gw ngga merasa Dia ada. Kalau… gw saat ini mempercayai Yesus, gw berpikir.. apa ini bukan karena gw di’keroyok’ sama marketingnya Yesus?
Nyokap gw, lingkungan pergaulan gw, dan bahkan sekarang laki-laki yang gw nikahi pun adalah marketer nya Yesus yang luar biasa. Kadang gw butuh Yesus dalam rupa manusia. Bukan hanya Yesus yang ada dalam Kitab Suci dan homili, serta khotbah-khotbah.
Gw berpikir… apa selama ini gw ngga dibohongi dengan semua teori tentang Yesus yang ada? Kl katanya hari-hari gw Dia sertai… apakah benar Yesus? apa bukan sosok yang lain yang mungkin di sembah oleh agama-agama/kepercayaan yang ada di bumi ini? Kalau semua ajaran mengajarkan segala yang baik.. apa ngga mungkin kl semua penyertaan, kesembuhan, berkat, apapun itu datang dari salah satu dari mereka? Apa jaminannya kl itu adalah Yesus?

Semua pertanyaan ini gw tahu tidak datang tiba-tiba. Tapi dari luka yang ada dalam hati gw. Luka yang bersarang bertahun-tahun dan tidak terpulihkan. Bukan karena tidak mampu dipulihkan, tetapi karena gw memang tidak minta untuk dipulihkan. Karena Sang Penyembuh adalah seseorang yang menjadi sumber luka gw.

Sulit mengakui hal ini. Tapi gw tahu, banyak di luar sana yang mungkin mempergumulkan hal ini. Doa yang tidak (atau belum) terjawab, pertolongan yang rasanya tidak pernah datang, putus asa yang mencekam, rasa ingin meninggalkan dunia ini karena tidak ada lagi yang patut diperjuangkan, luka yang rasanya setiap hari harus diperjuangkan untuk bisa dilewati rasa perihnya, rasa ketidak-adilan dan ditinggalkan yang rasanya membuat kita harus berjuang sendiri. Saat di mana kita merasa… bahkan salib dan kematian Yesus di atas kayu salib menjadi tidak bermakna, dan semuanya seperti dongeng yang ngga tahu harus kita percayai atau tidak.  Dan parahnya… kita ngga tahu… kapan ini semua berakhir dan jalan seperti  tidak berujung.
Gw ngerti banget rasa semua ini. I’ve through all those feelings. Bahkan sampai tahap… gw ngga pernah bisa minta apapun lagi, krn rasa tidak percaya lebih mendominasi daripada iman, harapan, terlebih lagi kasih.

Tapi satu hal yang gw mengerti… melewati semua perjalanan kehidupan ini… ada satu rahmat yang selalu menyertai bila saja kita mengarahkan kehendak bebas kita kepada Yesus.
Buat gw hari ini… I decide to follow Jesus every day. No matter what. Karena perasaan bisa datang dan pergi, naik dan turun, dan adalah keputusan keseharian kita untuk mengikuti Yesus.

Buat gw hari ini… Gw tahu gw mempercayai bahwa tidak ada kuasa apapun yang mampu merebut gw dari kasih Yesus (Roma 8:38-39).

jesus-light

Buat gw hari ini, apapun yang gw jalani, sekering apapun, setidak percaya apapun, sesakit apapun, sebanyak apapun pertanyaan gw, sesulit apapun gw melewati pergumulan gw… ada satu rahmat yang besar buat gw, bisa bangun di pagi hari… di samping orang yang gw cintai… dan berkata… “Today I decide to follow You Jesus. My life is Yours and please help me get through this day. Let me save in Your Hands at the end of this day. I’ll work hard for my salvation, but the Grace and the strength are from You. !”
Gw ngga tahu… apa ini cukup untuk membawa gw ke surga. Tapi Tuhan tahu bagaimana gw mengerjakan keselamatan gw hari demi hari dengan takut dan gentar!
Gw ngga mau menyamakan hidup gw dengan Mother Teresa (gw masih 1/1000 nya bahkan lebih kecil jauh dari beliau!)… tapi gw percaya… berpuluh-puluh tahun ia melewati masa kegelapan dengan setia… biarpun dia mempertanyakan juga banyak hal dalam kehidupan dia (baca: come be my light), tapi kesetiaan dan cintanya kepada Yesus memenangkan hidupnya, bahkan memasukan dia dalam jajaran orang kudus gereja.

So… I have hope! You have hope! We all have hope in Jesus. No matter what your condition right now. Believe it or not, we are all in His hands. There is abundant grace showering our life when we choose Jesus.
Once again, this is one of my womanhood journey. My struggle every day and my part of living the heaven. I work my salvation hard. But i know… everything will be ok.
I am living my every day grace from Him, and only because of His Grace, I decide Jesus everyday.