Brutally Inspired by His Love!


Dalam pengajaran yang diadakan di retreat kemarin, Rm.Deshi Ramadhani SJ (moshi) membawakan pengajaran dari Yohanes bab 5: 1-9. Terutama dijabarkan dari ayat 8 yang bunyinya: “Bangunlah, angkat tilammu, dan berjalanlah”

BANGUNLAH
Si lumpuh tergeletak di pinggir kolam selama 38tahun.Dia menunggu dapat masuk ke dalam kolam yang bergejolak, tetapi ia mempercayai tidak ada yang bisa dia lakukan krn tidak ada yang mau menggendong dia. Saat yesus datang… Ia berkata.. “Bangunlah..”
Bangun artinya mengangkat badan yang selama ini melekat di lantai tempat ia terbaring dan berdiri di atas kedua kakinya. Artinya… banyak hal yang selama ini menjadi keterikatan dan attachment selama kelumpuhan kita. Dan saat Yesus datang dalam hidup kita dan menyuruh kita untuk bangun, pilihan kitalah yang menentukan apakah kita mau melepaskan segala keterikatan kita yang membuat kita lumpuh selama ini, dan dengan iman berdiri di kedua kaki yang diciptakan sejak awal mampu menopang kehidupan kita sesuai dengan citraNya.

ANGKATLAH TILAMMU
Tilam dipakai si lumpuh selama 38tahun dan mengalaskan badan nya dengan bumi. Segala keterikatan dialasi oleh tilam itu. Dan saat Yesus datang mengatakan untuk bangun, si lumpuh segera bangun dan mengangkat tilam itu. Saat bertemu orang farisi, orang farisi menanyakan mengapa ia mengangkat tilam di hari sabat, tetapi si lumpuh berkata: “Orang yang menyuruhnya mengangkat tilam itu, membuatnya dapat berjalan!”
Saat kita menganglat tilam kita, bertobat dan mengangkat semua yang menjadi keterikatan kita selama ini, dan kembali mengikuti perintahNya… segala yang pernah terjadi dapat menjadi kesaksian bagi orang lain. Bahkan bagi orang yang tidak percaya sekalipun.

BERJALANLAH
Saat Yesus menyuruh orang lumpuh ini berjalan, ia dapat berjalan dan setelah itu ia menjadi saksi bagi orang-orang yang melihatnya lumpuh dan tergeletak di pinggir kolam selama 38 tahun. Bila saat nya kita berjalan dan kita mau melakukannya, dengan Yesus (melalui sakramen ekaristi di hari ini) kita akan menjadi saksi Kristus.

PENYEMBAHAN SALIB
Setelah session, di malam itu, kita sama-sama mengingat sengsara Tuhan yang menyelematkan kita. Kita nonton sedikit cuplikan film Passion of The Christ. Romo menawarkan waktu itu… mau lihat versi yang ‘brutal’ atau yang agak soft. Kita memilih nonton yang brutal… karena se ‘soft’ apapun penderitaan Yesus, selalu akan menjadi sangat brutal bila kita benar-benar meresapinya.
Doa dan penyembahan malam itu berlangsung sangat indah dan rasanya me’refresh’ my spirit(at least for me!). Udah lama banget ngga berasa seperti ini…

Yes.. I am inspired by His Love… Brutally Inspired by His Love.
Thanks for everything Lord…

Sedikit foto-foto suasana retreat dan diantaranya hehehe…




Advertisements

About whittulipe

Lia adalah seorang Dokter dan saat ini Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi medis. Passionnya adalah mewartakan harapan yang terpancar melalui anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran serta penghayatan hidup sebagai seorang perempuan. Ia adalah kontributor Buku Renungan Harian Wanita “Treasuring Womanhood” selama 8 tahun belakangan ini, juga penulis buku “You Deserve The Truth”, “Sexy and Holy”, “Wake up Princess”. Lia sangat passionate melayani kaum muda. Bersama suaminya Riko Ariefano dan komunitasnya Domus Cordis, ia banyak melayani di berbagai negara dan daerah di Indonesia, khususnya dalam mewartakan kabar sukacita tentang teologi tubuh (TOBIT), anugrah kehidupan, dan panggilan keperempuan-an. Lewat Inspire Group, sebuah kerasulan media sosial dalam Komunitas Domus Cordis, Lia dan Riko juga sering membawakan vlog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kaum muda dengan berbagai perjuangan dan pergumulannya, serta bagaimana untuk selalu melibatkan Kristus dalam kehidupan mereka. Topik-topik yang dibawa termasuk tentang relationship, adiksi, potensi kaum muda, hubungan dengan orang tua, sampai current issues di Indonesia. She is a proud wife and blessed daughter. She is a writer and traveller who loves coffee, bakmi, and dogs! Lia bersama suaminya Riko Ariefano, dan kedua ekor anjingnya saat ini berdomisili di Jakarta. Blog: https://whittulipe.wordpress.com IG: whittulipe Vlog: Youtube: Inspire Group
This entry was posted in articles and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s