Archive

Monthly Archives: August 2008

Just find out one of my passions, after my hubby talked a lot about it. He always said that he wants to inspire the world with love. Shout it loud… and make things happen!

Something always tickling my heart when i heard, read, and think about it… Maybe because I meet so many ‘dark’ side, the sadness, and downhearted on my patients… I WANT TO SHOUT HOPE TO THE WORLD!

Hope was personified in Greek mythology as Elpis. When Pandora opened Pandora’s Box, she let out all the evils except one: hope. Apparently, the Greeks considered hope to be as dangerous as all the world’s evils. But without hope to accompany all their troubles, humanity was filled with despair. It was a great relief when Pandora revisited her box and let out hope as well. It may be worthy to note that in the story, hope is represented as weakly leaving the box but is in effect far more potent than any of the major evils.

Its not easy to switch yourself on ‘Hope’ mode. Especially when everything around you seems so dark and unseen. You even can not see yourself. Many times I feel that I can’t stand it anymore. I can’t do it anymore… Many times I temped to yell the word ITS ENOUGH! I won’t do it anymore, I can’t do it anymore. There’s no way I can get through this… There is no hope for this!

Friends… my companion of the journey of life… The good news is: There is hope in the Lord.  But sometimes the image of God seems so blur to us. Sometimes (even every time!) we need God with flesh and ‘form’.       In my case, He always did. He sent me angels with flesh and ‘form’… through people around me, the books I read, the songs I heard, every email I received, even my dog sent me the message of hope. Hope is everywhere… cause Hope is a believe in a positive outcome related to events and circumstances in one’s life.

The problem is: we can’t see it. And even though we seen it… maybe we decide NOT to see it! And then sunk again in the comfort ‘pity’ of yourself. Get up every one.. smell the flavour of hope around you… and in every beat of your heart. One of my dreams is to make at least one book publish international, the book that can bring the message of hope to humanity. But with my ‘sucks’ English… I can’t see there is hope to make that dream come true. But today… this is my first writing in English. I decide to be embarrassed and taking a step! Because I know… there is hope on myself! Yeaaahhhh…

And maybe your problems now is not about making a book. But the point is the same. What makes you feel desperate right now? What makes you think that you’re not good enough, you can’t do something, you can’t be healed, you’re not worthy on something (or somebody)? And those make you drown deeper and deeper, you can’t even say a word.

Friends, we’re created  with an image of God. And that image is perfectness. The devil keep saying to us that negative and pathatic words to us. And that make us think that we can’t do this and that! But that doesn’t change the reality that we are still perfect in Gods eyes. And with the perfectness, we CAN do so many things in life. We CAN be healed, We CAN do our works, We CAN achieve our dreams, We CAN get up from our sins and walk in God’s grace. Not by might, not by power, but by the spirit says the Lord!

As the Greeks considered hope to be as dangerous as all the world’s evils, the evils will do anything to make the hope disappear in our life. Don’t let the evil take away the hope from you!

Ask the strength and grace from our Lord Jesus Christ, Stand for yourself, decide to make your life meaningful, be responsible of your life and spread the hope that you have within to bless other people. Our life is too short to abandoned with despair.  Life is too beautiful to be ignored. You CAN get through all with Jesus…YES YOU CAN! THERE ALWAYS BE HOPE IN YOU! The hope and the strength you can’t imagine yourselves.

yeaaahhhh… I will end this ‘english’ article now! (*fffyyuuiiiihhhh… *) now I am proud of my self… hahaha…!  I finish my first article in English. For you who knew me, you all know how bad my english is! And yes… I am taking a step… don’t care about the grammer, don’t care about anything… (humiliating myself) just spit it out and all the Glory to Him that makes me brave and give me a gut to do this… hehehe… Haleluya!

Georgia, Georgia
The whole day through (the whole day through)
Just an old sweet song
Keeps Georgia on my mind (Georgia on my mind)
I said a Georgia, Georgia
A song of you (a song of you)
Comes as sweet and clear as moonlight through the pines
Other arms reach out to me
Other eyes smile tenderly
Still in the peaceful dreams I see
The road leads back to you

Di tengah pesta dan keramaian, jeritan kemenangan dan pekik    suka cita pesta Olympiade Beijing 2008 lalu, di sisi lain dari belahan dunia, tidak jauh dari keramaian itu ada pekik dan jeritan lain yang terdengar. Di mana ratusan orang yang tidak berdosa berteriak di tengah ke sakitan, kehilangan sanak saudara dan tempat berteduh. Hidup mereka yang tadinya tenang, tiba-tiba berubah menjadi guncangan dan kegelapan masa depan. Bom-bom yang dilepaskan rusia datang silih berganti, dan semua seperti memporak-porandakan hati mereka.

I said Georgia, oh Georgia, no peace I find (no peace i find)
Just an old sweet song
Keeps Georgia on my mind (Georgia on my mind oh)
Other arms reach out to me
Other eyes smile tenderly
Still in peaceful dreams I see
The road leads back to you
Oh Georgia,
No peace, no peace I find
Just an old, sweet song
Keeps Georgia on my mind (Georgia on my mind)

Waktu gw kecil dulu, gw pernah bilang ke nyokap… “Lia pengen pergi ke tempat perang, pengen jadi wartawan perang… kayaknya seru…!” Lalu bertahun-tahun kemudian, setelah gw kelar jadi dokter gw berpikir, “Gw pengen pergi jadi dokter di medan perang… asik juga kayaknya ikut red Cross…”

Tapi yang namanya perang ngga pernah seru! Perang selalu membawa luka… bukan saja buat bumi (karena habis di bom-bom in), tetapi terutama buat hati-hati yang hidup di tanah tersebut. Hati-hati yang hancur karena banyak kehilangan. Entah kenapa tadi pagi, saat jam doa gw di mobil, kok tiba-tiba lagu Georgia terdengar di kuping gw, dan tanpa sadar gw memanjatkan salam Maria buat perang di Georgia (biarpun yang gw tahu lagu Georgia itu bukan untuk negara yang sedang perang ini… hehehe)

Setan terus menancamkan ‘kuku’nya lewat kebencian, kesombongan, keserakahan manusia… Gw sendiri ngga habis pikir.. apa sih yang mereka cari dari perang itu. Yahhh.. alasan sih pasti ada aja, tapi apakah itu yang mau disumbangkan bagi kehidupan yang cuma sebentar ini…? yes… no peace I found, just an ‘old sweet’ song…

Other arms reach out to me
Other eyes smile tenderly
Still in peaceful dreams I see
The road leads back to you
Oh Georgia, Georgia
No peace, no peace I find
Just an old sweet song
Keeps Georgia on my mind (Georgia on my mind)
I said just an old sweet song
Keeps Georgia on my mind

Yes.. lets pray for Georgia. Mari bersama menjadi salah satu penghuni dunia yang membawa kedamaian bukan perang. Membawa kasih bukan kebencian. Berbagi hidup bukan mengambil hidup.

Peace not war,  Love instead of hate,  Lets heal the world and make it better place.

Lets pray hard to Mother Mary for the peace of Georgia. And I said just an old sweet song, that keeps Georgia on my mind,…

and on my pray!

sing me your song again daddy...

sing me your song again daddy

Sejak masa kecil, seorang anak perempuan kadang memimpikan hari pernikahannya. Gw selalu memimpikan pernikahan gw dihadiri dan direstui oleh kedua orang tua gw… Dan Puji Tuhan 3 Juni 2004, I was walking down the isle with the first man in my life.

Malam (atau ini sudah pagi sih hehehe…) ini gw nulis blog ini sambil nonton Oprah di Hallmark. Malam ini sedang nge bahas soal anak-anak hasil donor sperma. Anak-anak yang tidak tahu siapa ayahnya, dan selama ini hanya diberi tahu banyak cerita yang berlainan. Bahkan salah satu dari mereka hanya diberi tahu, nama ayah mereka adalah No.46 (nomor donor yang dipilih ibu mereka saat itu)

Buat gw, sama sekali ngga terbayang tumbuh tanpa sosok seorang ayah. Gw punya hubungan yang cukup istimewa dengan bokap gw. Gw dekat dengan nyokap dan bokap dengan cara yang sangat istimewa. Berlainan satu dengan lainnya. Karena posisi nyokap tidak pernah bisa digantikan dengan bokap gw, demikian juga sebaliknya.

Bokap gw hanya manusia biasa. Dia bukan seorang bokap dan suami yang sempurna. Tetapi apapun yang terjadi He always be my dad. Karena dia dan nyokap gw ada di dunia ini dan diijinkan mengecap kehidupan.

Betapa beruntungnya kita mempunyai Bapa di surga. Kalau bokap gw aja yang seorang manusia biasa yang tidak sempurna bisa memberi makna dalam kehidupan gw, apalagi Bapa kita di surga yang menciptakan kita satu persatu. He has the perfectness of love yang kadang tidak kita sadari krn gambar Bapa yang retak dalam hati kita.

Bapa yang mau merelakan apa saja untuk kita anak-anakNya di dunia, bahkan putraNya yang terkasih pun Ia biarkan didera untuk memenangkan jiwa dan keselamatan kita satu persatu. Think how lucky we are… Feel how loved we are. Dan untuk kasus gw, mungkin itu sebabnya gw selalu berasa I am a princess…! Karena gw selalu merasa kedua ayah gw… Bapa gw di surga dan Papa gw di dunia ini selalu menyanyikan lagu cinta buat gw.

Yes.. I am loved by my Daddy… And forever His song of love will linger in my heart! Thank You for the life You gave me and for Your presence in my life… The one I’ll most remember are your songs of love.

Sing me a song again, Daddy
Sing me a happy verse.
Teach me those clever lines you sang
As you carried me on your shoulders.
Sing me that hymn that you so loudly
Sang in church with mom.
Sing it again to me and fill me
With all your words of wisdom.

Comforting words of love when I
Would get home from school in tears.
Somehow your songs have stayed within me
Down through all the years.
Once when my younger heart was broken
Your shoulder was there to cry on.
Sing me those songs I know will linger
Long after you have gone.

I am standing at the threshold
Of a chapter in my life
I am asking for your blessing
As I’m about to be the wife
Of a man I know who loves me
And I’m proud to be his bride.
Dad the time has come for me to leave your side.

So, sing me a song again, Daddy.
Sing me a lullaby.
Wrap me inside your arms, Daddy,
‘Though this is not goodbye.
Your songs will live forever
In my heart. When times get rough
The ones I’ll most remember
Are your songs of love.

Banyak orang mengenal Riko sebagai sosok pewarta. Dan gw sebagai istri riko yang dikenal galak tetapi istri yang baik… (hihihihihi… Haleluya..!)
Banyak yang mikir kita suci, padahal setiap hari boro-boro suci… masih berusaha untuk melangkah dari kedosaan dan kelemahan kita.
Cuma rahmat Tuhan yang bisa bikin kita kayak gini.

Yahhh… Rahmat Tuhan yang bisa bikin kita tampil bicara di depan umum, atau mungkin juga bisa bikin kita gila kaya foto-foto di bawah ini.
What a fun marriage we have! jarang-jarang ada suami yang mau diajak gila dan ngga tahu malu hehehe… We are Ariefano’s!





Artikel di bawah ini lucu juga… biarpun kl di baca-baca… di kasus pernikahan gw, ada beberapa (atau banyak, atau bahkan 90%nya nih ckckckckc) yang justru My Bad Habits yang Drive My Hubby Crazy hahaha..
Buat intermezo aja…

Read some of the fascinating facts where husband’s sense of hygiene and his habits are highly deplorable and the outcome is irritation. How can husbands become disciplined in this matter?

1. Some wife’s either can’t stand or hate when husbands dig their nose and for some husbands, picking their nose in public places is a large problem.

2. Some husbands have the habit of leaving their moustache trimmings all over their wife’s dressing table.

3. Some husbands wear dirty clothes; rarely showers but downpours a good amount of perfume to replace his unpleasant aroma. In addition, few husbands never hang their clothing carefully in wardrobes or take care in not to wrinkle or mess up the clothing of other members of the family.

4. Some husbands sneeze without covering their mouth. The racket sound along with their sneeze is even more embarrassing for some wife’s.

5. The first thing that some husbands accomplish in the morning is monopolizing the newspaper. Plus, they demand or at least expect tea or coffee in their cups or flask.

6. Men and stinking socks are inseparables, which is one of the most irritating habits. Many husbands throw dirty socks under the bed or roll them in their shoes.

7. Some husbands mess a perfectly clean room, which was arranged or well organized by their wife.

8. Some husbands leave the bathroom and toilet in a mess or in a most horrible state.

9. Some husbands walk all over the house in wet slippers, thereby creating dangerous wet spots for wife’s to slip over.

10. Some husbands throw wet towels on bed and some place their unclean ear buds wherever convenient.

11. Some husbands forget their wife’s birthday, anniversaries, list of groceries, their own Tel No, wallets, dinner dates. However, they don’t forget their friends, bosses and secretaries birthdays especially the female secretaries.

12. Most husbands are absent-minded. One husband dropped his wife at one theatre and then he waited endlessly at another 2 km away from the theatre.

13. Most husbands are extremely negligent. They misplace their glasses, keys and most important of all, T.V Remote.

14. Some husbands sip a soft drink awkwardly through the straw. The way they suck is as if they are fitted with some 1000 watt vacuum pump in inside of their mouth.

15. Some husbands have styles of eating. Even morsel that goes into his mouth is eaten with a crackling sound and lips wide open. The moment she looks at him, he stops, only to return again.

16. Most husbands have a one-word solution to any or every problem: “LATER”

17. Some husbands roam in house with their underpants and others walk around the house with a towel wrapped around their waist. Some aren’t ashamed of their BEAR body.

18. Some husbands never close the drawers or wardrobes, when they look for a pair of clean socks or a neat shirt. The wife must follow them around and continually shut the drawers and wardrobes.

19. Some husbands never replace the cap on the toothpaste tube. Some do not shut the tap tightly and it leads to irritating drip and waste of water.

20. Some husbands never carefully remove and replace the items in the fridge. They never rinse the cup, serving dishes, plate or soiled knife but nicely leave them in the kitchen basin and his actions are same even during the absence of domestic help.

21. Some husbands either never place their soiled clothes in the basket or lazy to put them but drop wherever he wishes to and the wife has to be at the back to pick and dispose it.

22. Some husbands never care to clean the ashtrays but promptly fill the ashtrays with ashes, leaving their wife’s to clean them.

23. Most husbands never switch off the lights while leaving the room. They do the same with some electronic goods.

24. Some husbands never close the door gently but slam them roughly. Rough hands!

25. Other unusual habit, which is worth to mention,
a. Some husbands comb their bald head.
b. Shaking their feet while eating, talking and sitting.
c. Scratching on walls while in the telephone.
d. Not buttoning his shirt right to the top or bottom.

A habit is a bad thing that sticks to you like a leech.
Even if the H is taken out, “a bit” remains.
Even if the A is taken out, “bit” remains.
Even if the B is taken out, “it” remains.

Taken from: http://blog.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&friendID=374742976&blogID=425231621


Dalam pengajaran yang diadakan di retreat kemarin, Rm.Deshi Ramadhani SJ (moshi) membawakan pengajaran dari Yohanes bab 5: 1-9. Terutama dijabarkan dari ayat 8 yang bunyinya: “Bangunlah, angkat tilammu, dan berjalanlah”

BANGUNLAH
Si lumpuh tergeletak di pinggir kolam selama 38tahun.Dia menunggu dapat masuk ke dalam kolam yang bergejolak, tetapi ia mempercayai tidak ada yang bisa dia lakukan krn tidak ada yang mau menggendong dia. Saat yesus datang… Ia berkata.. “Bangunlah..”
Bangun artinya mengangkat badan yang selama ini melekat di lantai tempat ia terbaring dan berdiri di atas kedua kakinya. Artinya… banyak hal yang selama ini menjadi keterikatan dan attachment selama kelumpuhan kita. Dan saat Yesus datang dalam hidup kita dan menyuruh kita untuk bangun, pilihan kitalah yang menentukan apakah kita mau melepaskan segala keterikatan kita yang membuat kita lumpuh selama ini, dan dengan iman berdiri di kedua kaki yang diciptakan sejak awal mampu menopang kehidupan kita sesuai dengan citraNya.

ANGKATLAH TILAMMU
Tilam dipakai si lumpuh selama 38tahun dan mengalaskan badan nya dengan bumi. Segala keterikatan dialasi oleh tilam itu. Dan saat Yesus datang mengatakan untuk bangun, si lumpuh segera bangun dan mengangkat tilam itu. Saat bertemu orang farisi, orang farisi menanyakan mengapa ia mengangkat tilam di hari sabat, tetapi si lumpuh berkata: “Orang yang menyuruhnya mengangkat tilam itu, membuatnya dapat berjalan!”
Saat kita menganglat tilam kita, bertobat dan mengangkat semua yang menjadi keterikatan kita selama ini, dan kembali mengikuti perintahNya… segala yang pernah terjadi dapat menjadi kesaksian bagi orang lain. Bahkan bagi orang yang tidak percaya sekalipun.

BERJALANLAH
Saat Yesus menyuruh orang lumpuh ini berjalan, ia dapat berjalan dan setelah itu ia menjadi saksi bagi orang-orang yang melihatnya lumpuh dan tergeletak di pinggir kolam selama 38 tahun. Bila saat nya kita berjalan dan kita mau melakukannya, dengan Yesus (melalui sakramen ekaristi di hari ini) kita akan menjadi saksi Kristus.

PENYEMBAHAN SALIB
Setelah session, di malam itu, kita sama-sama mengingat sengsara Tuhan yang menyelematkan kita. Kita nonton sedikit cuplikan film Passion of The Christ. Romo menawarkan waktu itu… mau lihat versi yang ‘brutal’ atau yang agak soft. Kita memilih nonton yang brutal… karena se ‘soft’ apapun penderitaan Yesus, selalu akan menjadi sangat brutal bila kita benar-benar meresapinya.
Doa dan penyembahan malam itu berlangsung sangat indah dan rasanya me’refresh’ my spirit(at least for me!). Udah lama banget ngga berasa seperti ini…

Yes.. I am inspired by His Love… Brutally Inspired by His Love.
Thanks for everything Lord…

Sedikit foto-foto suasana retreat dan diantaranya hehehe…




Komunitas kami Domus Cordis mengadakan retreat wajib tahunan yang akan selalu diadakan di liburan Kemerdekaan RI. Jadi tahun ini diadakan tgl.16 dan 17 Agustus 2008, dapat tempat di rumahnya Tante Joice, di daerah Lippo Carita… (yang ternyata juaaauhhhhh… tapi namanya berkat, musti disyukuri! hehehe…)

Kami akhirnya pergi ber-16, krn biarpun acara sudah diumumkan jauh-jauh hari, ada aja yang ngga bisa ikut karena urusan ini itu ehehe…
Moshi (Rm.Deshi Ramadhani SJ), Riko, gw dan Ms. Mindy (secara di rumah gw kosong, ternyata princess doggy satu ini diajak hehehe…) berangkat hari Jumat jam 3pm. Maunya sih sampe di sana duluan. Tapi secara kita berjalan seperti kura(h)dan berhenti2 krn hambatan Europian Resto di karawaci, serta nyasar(h) ke Serang dan bablas sampe ke Labuan, kita sampe di tempat baru jam 9 malam (HALELUYA! hehehe..)

Sampe di sana, sambil nunggu Vera, Chen(H), dan Yuli… gw masak makan malam. Ceritanya sih mau buat Bim Bim Bab kayak yang Tante Mei buat waktu itu. Tapi kok setelah di makan, rasanya kayak Beef Yakiniku… aneh… hehehe
3 wanita itu berdatangan… mulailah rame di vila. Gw teler banget malam itu… mana Mindy ngikutin terus… tidurlah gw duluan. Mana Mindy ngga tahu kenapa jadi manja banget… ngikutin gw ke mana(H)… lumayan juga… Ngga kebayang gw dikuntitin begini terus… sama anjing yang bisa gw bentak aja gw terganggu… jangan(H) ntar ama anak gw juga begitu… matilah… :p

Sabtu pagi semua berdatangan. Mike dan Ocep, Pasutri Balle, The Wikanta’s dan Rhea, Bro Dewo and Sist Angel… dah lengkap deh!
Kita mulai acara dari Sabtu sore sd. Minggu siang… Puji Tuhan semua lancar (sesion akan gw ceritain sendiri ya!), ada As dan Riyo juga yang bantuin masak jadi gw ngga pusing ama konsumsi kita semua.
Abis acara kita misa dan menyanyikan 17 Agustus dengan semangat! Setelah itu kita lomba… lucu banget ngeliatin Dewo yang berusaha menggendong Mbak Avi, Mike yang gendong Chen(H) belum lagi main ngesot(H)an dan gundu…
Biarpun usia bertambah… rasanya sulit ya jadi dewasa…!




Setelah itu kita rame-rame mau sunset-an di pantai carita. Di sana kita abis2an foto(H), dan emang menyenangkan pergi rame(H) ke laut gini… lucu aja… hehehe..
Ini beberapa pose(H) ngga tahu malu kita hehehe…





Dulu gw punya luka yang besar sama yang namanya komunitas dan sulit kembali mempercayai apa artinya persahabatan. Tapi gw bersyukur atas semua yang boleh Dia ‘kembalikan’ dalam kehidupan gw. Mungkin buat orang lain itu ngga terlalu berarti, tetapi buat gw pribadi… as I always said: Friends are like stars… mereka selalu memberi makna dalam setiap keadaan. Dan mereka menyembuhkan gw perlahan.
Kehidupan persahabatan naik dan turun. Kadang gw sebellll banget ama mereka! Malas ketemu mereka… tetapi melebihi semua itu.. they are my second family in this world! and thank God for that…

Kadang memang sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan dan kita bayangkan, diberikan kepada Tuhan dengan maksud yang tidak pernah kita kira. Tetapi pastinya, mendatang kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Demikian juga kepergian saya dan suami selama 11 hari ke Perth, Western Autralia. Dalam benak kami, tidak pernah sekalipun terpikir ‘ingin’ mengunjungi benua itu. Mungkin karena kurangnya cerita dan hal-hal yang membuat kami ingin ke sana. Riko lebih ter ekspose dengan Amerika, dan saya sendiri lebih ter ekspose dengan negara-negara di Eropa. Jadi kalau punya duit, ya mendingan ke Amerika/Eropa daripada musti ke Australia hehehe…

Tetapi memang hidup saya dipenuhi dengan kejutan-kejutan yang membahagiakan.
Riko mendapat tawaran untuk pelayanan seminar Celebrate love and live, dan Kekayaan Iman Katolik sejak tahun lalu, tetapi karena pekerjaan yang baru kami rintis, komunitas yang juga lagi sibuk-sibuknya, kegiatan keseharian yang kami khawatir untuk tinggalkan terlalu lama, membuat kami berpikir berkali-kali waktu akan berangkat.
Sampai visa pun baru kelar 2 hari (diselingi 1 hari public holiday) dan issued tiket baru siang nya dan kami berangkat malam itu juga. Itu bukan kebiasaan saya pastinya! Saya tidak pernah bisa melakukan satu rencana mendadak seperti ini tanpa kepastian. Tapi kali ini ngga tahu kenapa, saya tenang-tenang saja dan membiarkan riko yang ngurus dan saya tidak banyak ikut campur.

Akhirnya tibalah keberangkatan kami dengan delay 45 menit! Jadi kami baru berangkat 1.45 pagi! Judulnya ngga bisa tidur di pesawat hehehe… Kami naik Qantas dengan waktu tempuh perjalanan selama 4 jam.
Kami sampai di bandara International Perth pagi-pagi sekali. Jam 6.45 pagi. Puji Tuhan embarkasi lancar. Sampe di luar udara dingin mulai menyambut kami. Ngga tahu deh berapa derajat, tapi mungkin 10°C ada kali, atau di bawah itu…? Kami dijemput dengan orang-orang yang belum kami kenal (tentunya… namanya juga baru pertama kali… hehhee)… akhirnya setelah kenalan… we found out nama mereka adalah Albert (ketua Turrist Orationist Ministry (TOM/ kelompok karismatik muda-mudi di Perth) dan Maria (ketua acara 2 seminar yang akan diselenggarakan). Saya pikir tadinya mereka suami istri hehehe… abis pagi2 bolong gini udah sama-sama… rajin amat! Hehehe…
Sampai di luar kami ketemu dengan Oom Adri Sudjana yang ternyata juga ikutan jemput kami! Wah.. jadi tersanjung nih… djemput rame2 booowww! Hehehe… senangnya!
Oom Adri ternyata adalah mertua Albert dan bukan papa nya Maria… hehehe… sekarang jadi jelas… ternyata… Maria BUKAN istri Albert! (*ngga penting kali ya dibahas* hehehe…)

Dalam perjalanan dari airport ke rumah Tante Mei (tempat kami akan menginap), di salah satu bagian jalan, saya melihat sesuatu yang sangat indah. Hari cerah dan tidak habis hujan, tapi ada busur pengharapan yang terhampar dari satu sisi bumi ke sisi bumi yang lain. Busur yang menyatakan janji Tuhan terhadap Nuh dan keluarganya setelah banjir besar yang memusnahkan kehidupan umat manusia. It’s the rainbow of hope. Dan saya mendegar bisikan lembut dalam hati saya, bisikan yang membawa sukacita dan menguatkan: “Aku tidak akan pernah berhenti memberikan pengharapan kepadamu, sehingga kemanapun kakimu melangkah… engkau akan menbagikan pengharapan itu kepada orang banyak…”
Rasanya waktu itu, mata ud mau banjir. Cuma ngga mgkn kan nangis di depan orang-orang yang baru saya kenal? Ntar disangka gila lagi… atau utopia (kayak toko bakery di deket rumah Tante Mei hehehe) datang-datang ud nangis-nangis hehehe…

Hari itu kami isi dengan makan siang pertama dengan Rm.Ari (setelah jemput Rm.Ari dari les Inggris… yeaaahhh… sekolah sekolah! Hehehe) , moderator kelompok WAICC (Western Australia Indonesia Catholic Community) di Perth, bersama dengan Tante Mei, Maria, dan Yuli (ketua seksi acara seminar ini)
foto diatas setelah makan dim sum di city lagi nunggu Tante Mei ambil mobil krn hujan!

Malam hari nya kami bertemu dengan begitu banyak orang yang masih susah banget ngapalinnya! Semua kenalan, gk ada satupun yang saya ingat namanya.
Kelemahan saya memang hal seperti ini… kadang malaaaaassssssssssss sekali ketemu dengan orang baru karena harus xtra effort buat kenalan dan ber haha hihihi…
Mala mini kami disuguhi dengan masakan Tante Mei yang (selalu) enak… Menu BIM BIM BAP! Dan daku pun mengejar-ngejar Tante Mei buat minta resepnya! Makanan enak emang bikin hati senang hahaha…


Akhirnya tiba di Seminar Celebrate Love and Life (CLL) hari I. Dimulai jam 10 pagi dengan Praise and Worship, lalu Session I diisi oleh Riko Ariefano dengan session The Fathers’ Heart yang isinya mengenai Gambaran Bapa yang banyak rusak karena gambaran Bapa kita di dunia yang tidak dapat dipenuhi dengan baik. Lalu session II diisi kembali oleh Riko session II Singleness: The Happiest people on Earth. Session III saya isi dengan session Courtship: Choosing Your Soulmate, dan hari itu kemudian ditutup dengan Talk Show Iman Katolik mengenaik semua yang berhubungan dengan moral. Pertanyaan meliputi soal: masturbasi, kontrasepsi, aborsi, nonton film porno, dan imam wanita.
Suasana memanas ditengah udara yang tetap dingin dari pagi hehehe…

Dan hari itu pun berakhir…

Malam nya setelah dari seminar, dan dinner di rumah, rame2 kami pergi ngopi dan DOME daerah Applecross situ. Di mana-mana… ngopi ngga pernah ketinggalan! Lumayan rame juga… dari Cuma Riko Saya, Tante Mei, Iicha, Maria, Lisa, dan Surya, munculah Tommy Chika, Teddy, Beberht.. akhirnya ada session pindah deh ke Dome… hehehe… Ngga beda sama di Jakarta.

Hari ke 2 seminar setelah misa Indonesia… seminar dilanjutkan dengan Session V: Sex in The City yang saya bawakan mengenai Kebohongan-kebohongan yang dipercayai orang muda soal sex, hubungan sex sebelum pernikahan, proses penciptaan (selalu aja gw mewek kl ngomong soal ini, malu2in dah!), dan memasangkan mereka sedikit video soal aborsi.
Lalu sessi hari itu diakhir dengan Session soal Marriage oleh riko, dan tanya jawab.
Over all… semua berjalan dengan sangat baik… dan ngga disangka-sangka tanggapan mereka sangat baik. Ngga ada yang kelihatan boring selama 2 hari itu. Bener2 supportive audience deh hehehe…

Setelah makan bersama di tempat acara… saya dan riko ‘diculik’ buat ngopi di daerah yang namanya Burswood dan ngopi di lobby hotel Intercontinental sampe malem booowww…

Untung Tante Mei sudah membekali kami kunci rumah jadi ngga nyusahin mereka.

Tugas seminar saya sudah selesai. Tinggal riko yang masih banyak bawain session di Minggu itu… Tetapi We are celebrating our life by sharing it with others. Our failure, our journey of love, our pain and hurt moments in the pass… Lets all be His Glory and blessing for others.
Thank you Lord!

To be continued…

Notes from Perth: A week full with Adventure! (part 2)

Membayangkan 1 mgg ke depan, lalu masih besoknya lagi pulang… gilaaaa rasanya lama banget. Kayaknya gw serasa pindah ke Perth karena mikir, kayaknya gw bakal nganggur (yg ternyata gw salah besar! Hehehe…)
Oh ya.. saya akan mengubah kata2 saya menjadi gue (gw) yang dalam penulisan2 berikutnya…
Kagok euyyyy pake2 saya segala hehehe…

Hari Minggu ada sepasang Oom dan Tante… namanya Oom Adri dan Tante Yunita yang sudah bilang hari Senin ngajak kita lunch bareng sambil ngobrol2.
Secara Oom juga menawarkan mampir ke toko buku, kita berdua langsung berbinar-binar. Kalau keluar negeri, ngga ada yang lain yang selalu kita borong pulang… Books, books, and books!
So, Oom Adri jemput kita jam 10.35 pagi hari Senin. Kita langsung ke salah satu toko buku Katolik yang namanya GATTO bookshop dan kemudian Oom Adri ‘ngomporin’ kita dengan banyak buku2 bagus hehehe… Si riko disodorin buku… mana tahaaaannnnn…
Setelah dari situ… sambil nunggu Tante yang baru bisa keluar dari kerjaan jam 12, kita mampir ke Kings’ Park, bisa lihat pemandangan dari situ. Gedung-gedung di Perth juga Swan River yang gede banget ituh…



Abis jalan-jalan dan poto2… perut yang sudah lapar ini disuguhi daging steak yang besarnya ampun! Kita makan di Hog’s Breath Café di daerah NorthBridge .


Ngga lama Tante datang, dan mulailah kita makan sambil ngobrol-ngobrol. Mulai dari hal-hal sehari-hari sampe diskusi hal-hal menarik soal kesehatan, juga kerjaan Tante di RS yang kerjanya jadi pendamping orang-orang sakit. Interesting!
Abis kelar main menu, disodorinlah kita Mud Cake yang katanya enak banget… hhhhmmm… emang lumayan sih, Cuma krn gw ngga terlalu suka manis… gw ngga terlalu ‘balapan’ makannya hehehe…
Lagian masih malu ah…

Setelah itu krn Tante masih ada kerjaan lain, kita lanjutin jalan-jalan sama Oom ke Toko buku (again). Kali ini namanya Koorong (many weird names here! Heheh..). Kembali… kita beli beberapa buku… hhhmmm.. mulai kebayang over weight bagasi nih…
Abis dari situ kembali kita ngopi di tempat yang namanya Boatsheed, itu dipinggir sungai Swan… pemandangannya bagus banget, dan kopinya enak! Hhhmmm… what a life!



Ngobrol2 sama Oom Adri ngga kerasa ud jam 5 lewat, buru2 kita pulang krn mau mapir dulu ke rumah Oom Adri buat nyobaik Liquer Coffee.. and again.. it was really nice!
Aduhhh… parah nih… malu2in aja, masa disuguhin apapun nambah.. dasar sifat rakus emang susah dikendalikan hahaha…
Kita dinner di rumah… dimasakin Tante Mei RIBS! Yang biarpun gw belum pernah makan Tony Romas, yang ini ngga kalah! Malah mgkn lebih enak… Tante Meiiiii… siapa dulu dong yg masak hihihi… ini namanya cari muka biar dibuatin lagih! 

Besokannya pergi lagi sama Tante Mei ke Gatto krn ada yang kurang, nganterin Erlin ke Curtin University, gila gede banget tuh kampus, terus jalan-jalan di mal deket rumah. Mampir bentar beli coklat di Margaret Chocolate Factory terus langsung jemput Iicha di sekolahnya yang pemandangannya EDAN! Bagus banget! Dari atas bukit bisa lihat Swan River, hamparan rumput dan pohon rindang. Bener2 kayak boarding school yang gw bayangin di cerita Si Badung dulu (haiyaaa… cerita jadul banget yah…. Heheh..)

Malam riko musti bawain di PD Dewasa Karismatiknya, dan dia bawain lagi soal Fathers Heart. Rupanya banyak banget yang tersentuh… memang ini adalah Fatherless Generation. Eehhh… ada Bebeth juga datang di PD, setelah PD kita pergi ke satu tempat burger yang katanya seru… liat sendiri aja fotonya!

Pergi sama Bebeth dan Kevin, sampe di sana ternyata tempatnya bernama Alfreds Kitchen. Kayak kedai yang lumayan besar di pinggir jalan. Kita pesan burger dan makannya disekeliling perapian… Yang gila adalah ukuran burgernya… Gw pesen sandwichnya, Riko dan Bebeth pesen burgernya.

Penjualnya seorang wanita muda yang ramah banget (talkative), sempet nanyain gw pake parfum apa hihihihi… (white musk legend nih…)
Ternyata setelah keluar… ajubilah itu burger… ada 4 lapis daging di dalamnya, plus egg and cheese, tomat, dll.. (lihat di fotonya nanti ya…)
The big burger I ever eat! And ueeenaaakkkk tenaaaannnnn! Hehehe… Mak Nyus… wisata kuliner nih gw!



Rabunya gw diberkati Tuhan dengan Caversham Wild Life (Whiteman Park). Gw selalu cinta binatang! Di salah satu dream gw… kan gw pernah bilang one day, gw pengen punya zoo sendiri hehehe…
Dan di setiap kota baru yang gw datangi, pasti gw nyari zoo nya atau park kayak Taman Safarinya.
Akhirnya diantar Bebeth, Maria, dan Lisa… kami pergi ke sana. Na na na na… senangnya hatiku!

Tapi sebelum sampai di sana, kita brunch dulu di satu restaurant Jerman on the way ke sana. Namanya Duckstein Brewery di daerah Margaret River situ. Nostalgia nih ama makanan Jerman…

Langsung gw pesen Weizenbeer yang ada dalam menu pilihan bir-bir Jerman yang tersedia. Akhirnya kita semua pesen makanan berat deh. Riko dan gw pesen daging babi yang di roast dan sausage. Maria pesen Snitzel, dan Lisa juga pesen daging babi. Yang asik si Bebeth dong… dia pesen kaki babi yang waktu gw makan di Jerman namanya Schweinshaxe. Gilaaaa gede banget! Ama riko diiris-iris aja ngga abis buat kita ber-5. Tapi ud di makan, gw lebih suka yang di Jerman sih… ini Cuma di roast biasa.


Setelah kenyang beneran kita sampe di Caversham. Gw masuk ditemenin Maria, krn Lisa musti belajar dan Bebeth nemenin dia nunggu di cafetaria (thanks gals ud berkorban belajar buat nemenin gw dan riko!)
Gw keliling-keliling ama riko, ada lintasannya. Ngelian kalong, kanggoro kecil, dsbnya. Gw senang banget akhirnya bisa ngeliat dan megang kangguru sendiri. Ngasi makan pula, ngeliat anak di kantong mama kangguru.

Terus foto sama satu binatang (aneh sih bentuknya) yang namanya Wombat. Namanya sih serem, tapi ternyata boro-boro… tidur mulu, sampe gw ama riko foto aja, dia masih keenakan molor… bleeehhhhh…

Abis itu liat koala… yang katanya tidur hampir 20jam sehari… (gossshhhh… kok gw punya kesamaan dengan koala ya…? *garuk-garuk*)

Yang menarik dan gw seneng banget adalah masuk ke area farm (Molly’s Farm). Di situ adalah area tempat binatang2 yang biasanya ada di farm. Ada rabbit, Goast, Rabbits, Cows, Geese, Chicken, Buffalos, tapi yang gw jatuh hati adalah sama Tommy, my fav donkey. He’s so sweet and gentle. Paling lama gw di situ buat ngelus2 dia. I fall in love with him….

Ngga kerasa 2 jam ½ kali kita ada di dalam situ. Kebayang ngga sih, ibu2 yang ada di cafetaria… gw rasa bentar lagi bisa jadi seganas Tasmanian Devil yang gw juga sempet lihat di dalam (dan ternyata beda banget sama Tasmanian Warner Bros… ini bener2 Devil bentuk dan attitude nya!)

Abis itu tadinya kita mau test wine di winery, Cuma krn waktunya mepet… kita memilih balik ke Margaret Chocolate Factory yang kmrn kita ud pergi, buat… biasaaaa… ngopi!
Tapi ampe sana kejadiannya… ya belanja lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… 
Terus kita ngopi, foto2 dan nge cake di situ. Nice weather, good conversation, hhhmmm.. (again) what a life! 



Malamnya kita pergi ke rumah Endra buat pengisian coordinator sel TOM. Riko bawain soal Efesus (berapa ya… 4:6) yang menjadi visi TOM. Buat gw sih inspiring bisa dengar sudut pandang itu.
Setelah itu seperti biasa… kita pergi makan lagiiiiiiiiiiiiiii (pdhal tadi sebelum pergi dan dinner di rumah T.Mei) di Uncle Billys’ di Chinatown Northbridge. Kali ini cari bubur… eehhh… end up nya dasar pemakan bakmi… gw pesen bakmi dan wonton soup. Dasar cina! Hehehhe…

Kamisnya kami ada janji makan siang sama ketua CCR (Catholic Charismatic Renewal) nya Perth yang namanya Dan Hewitt. Kita makan Fish and Chips di Joe’s Fish Sack di Fremantle. Dijemput Oom Adri jam 11.30, langsung meluncur ke tempat makan.
Ngobrol2, makan kekenyangan… gw pesen Sea Food Platter dan Riko pesen Fish and Chips nya… gila pas keluar menunnya segambreng. Tapi ya… selalu menyenangkan mencoba hal baru.

Abis dari situ kita diputerin sama Oom Adri buat liat penjara di Fremantle dan pesisir pantai yang namanya Coteslaw Foto-foto lah kita di sana.

Malamnya di rumah Tante Mei ada pengisian lagi (they call it pengisian, hehehe… mereka pengisian, gw dan riko pengisian juga… makanan mksdnya hehhe…) buat seluruh anak sel TOM. Riko lanjutin dari ayat yg kmrn. Kali ini sola kehidupan berkomunitas dan berani reach their dream. Hhhhmmm… typically my hubby! Hahhaa…
Malam itu gw bener2 ngga enak badan. Meriang banget… Jadi pas Maria nanya mau keluar apa kagak, mala mini gw nyerah dah… mana dingin banget! Tidur pagiiiiiiiiiii…

Ini hari terakhir jalan2… This was a looongggg fun day!
Kevin pagi2 ud nongol di rumah. Gosshhh… anak2 ini baik2 banget ya. Ngga abis pikir gw hehhehe…
Kita ke Fremantle Traditional Market ( I love this place!) dan gw mulai belanja-belanji (again!).. abis gw puas muter2, kita lunch di outdoor food court sambil jemuran (uuuhhh… gaya… heheh).


Di sana gw kegilaan satu minuman yang namanya Bundasberg Ginger Beer… jadi tiap kali gw gelegek itu minuman!
Sambil nungguin Lisa pulang sekolah.
Setelah itu kita ber 5 meluncur kembali ke Koorong Bookshop, dan di sanalah kita nge borong.. kali ini bener2 kalap! Hehehe… Di sana ampir 2 jam kali…
Sekarang…? Apa yang kurang…? Lunch… and then…? Of course COFFEE!

We went to the city and duduk di tengah area kayak pasar baru deketnya pos office… di satu outdoor coffee shop namanya BOCELI. Ngga tahu kenapa dinamain begitu. Tapi ada gambarnya karyawan sama si Andre Bocelli sih… Jangan2 punya dia… Anyway… ngga penting juga… coffeenya quite good but the cake… hmmmmm.. out lah…
Ngobrol2 bareng Maria, Lisa, Kevin, lalu Willian dan Mariska joined us. Jadi rame dehhhh…

Perut keroncongan? Solusinya…? Ya makaaannnn hehehe.. Abis beli kue di Miss Maud buat temen di TOM yang mau di surprise in bdaynya, Maria, Lisa dan her boyfriend Christ ajak kita makan di CAPPRICIO Italian Restaurant di city juga.
Hhhhmmm… Ariefanos’ fav food! Yummy!



You know what… kita dipesenin Lage Chilli Mussel sama Maria… yang gilaaaa enak bangetttttttt!!!
Belum lagi pasta2nya… belum pernah gw makan pasta, yang ngga perlu gw bumbuin lagi… semua ud PASSSSSS! Hhhhmmm.. kenyangnya dan enaknyaaaa…
Pulang ke Jakarta gw niat mau bikin Chili Mussel… Doain ya… biar kejadian! Hehehe…
Hari ini pembukaan olympiade Beijing, niatnya pulang mau nonton… eh malah molor kekenyangan.

Today is the last day jalan2. Mulai besok, riko akan bawain seminar lagi. Kali ini sama Rm.Ari soal Kekayaan Gereja Katolik. Hhhmmm what a week full of adventure. Gw selalu punya konsep yang seperti ini kalau bepergian. Stay in one city and ikutin ritme hidup di sana… dan Puji Tuhan… Dia selalu memberikannya kepada gw.
Lebih dari segalanya… gw menikmati banyak berkat yang tidak pernah gw pikirkan sebelumnya.

Thank God for these 5 days. Kemarin kebayang… mau ngapain ya 1 mgg ke depan… ternyata waktu emang berdetik dan matahari memang timbul tenggelam… 5 hari berlalu.
Tomorrow… back to the Seminar!

to be continued..
Notes from Perth: It Will Never be The Same (part 3 – the end)

Bangun pagi dengan penuh semangat siap2 ke seminar.
Pagi sampe sore dan besok seharian riko dan Rm.Ari akan bawain soal Kekayaan Gereja Katolik.

Ini topic yang selalu jadi passion my hubby… jadi ya… he will do it very well with Gods grace for sure.

Gw pergi sebentar ama Tante dan iicha ke toko sosis buat bawa pulang sosis dan bumbu Bim Bim Bap. Yippppiiii! Senangnya…
Abis dari situ nyusul ke ruang pertemuan tempat seminar CLL minggu lalu diadakan, looohhh acara baru mulai… ngaret nih… ngga di Jakarta ngga di Perth, sami mawon!
Session I dimulai dengan Talk Show iman Katolik yang pertanyaannya meliputi sekitar patung, Bunda Maria, ngaku dosa, ekaristi, dan the fullness of the truth. Sessi ini selalu menarik di manapun di buat. Pasti seru!


Setelah itu Session 2 riko lagi bawain… basicly soal To know, to love, to serve sih…
Lalu sessi 3 dan 4 Rm Ari soal Maria dan Sakramen. Rm.Ari hebat lho… satu satu dia persiapin, jadinya jelas banget. Keliatan banget dia ekstra efford buat siapin semuanya. Good job Mo!
Hari itu berakhir dan menurut rencana, malam itu emang kita akan dinner bareng2 sama anak2 TOM di satu tempat namanya Mundaring. 1 hour dari kota Perth, buat makan Pizza yang katanya menang kontes… dan diproklamirkan (waduhhh… salah bahasa nih hehehe…) jadi The Best Pizza in The World.
Who am I deserve it… hiihihihii… Best Pizza booo… tetep aje… krn gw ngga terlalu doyan pizza, Cuma curious aja ama bentuknya.

Jam 6.45 kita rame2 berangkat dari rumah Tante Mei. Satu mobil sama Maria, Lisa, dan Mr.Rio from the city of Jember yeaaahhhh… ketawa-ketawa terus aja dalam mobil nggodain si Rio yang lagi ‘berusaha’ sesuatu ehem ehem… hehehe…

Sampe di sana, ternyata bagian dalam sudah penuh. Karena kita ber 27, duduk lah kit adi pinggir jalan (hhhmmm… jadi inget Pecenongan), dengan udara yaaaanggg… dingiiin nya luar binasa! Angin boooo…


Kita beli wine, beer, liquor buat ngangetin badan…
Pesen punya pesen… keluar lah sang Pizza. Ngga tahu si Maria pesen berapa, yang pasti penuh dari ujung meja satu ke pojok lainnya. Gilaaa… pizza semua segede apaan tau! Gw sih konsisten ama pasta hehehe… tapi sempet nyobain juga. Enak sih… gw suka yang sarden, riko suka yang fettucini.



Senang lah nyoba makanan baru. Kita seru foto-foto di situ… Segala pose deh pokoknya. Ada foto kawinan juga heheh.. secara fotonya sel demi sel… ud kayak org kawin aja.






Kita pulang ke rumah, dan tidur dalam damai malam itu… dengan senyum ‘kepizzaan’ tersimpul di bibir… hehehe…

Besok paginya kita pergi misa ama Tante Mei dan iicha, secara gw dan riko diberikan privilege buat bacain bacaan 1 dan 2 minggu itu. Waduhhh… jauh2 ke Perth bisa berdiri di salah satu bagian altar dan jadi pembaca firman. Buat gw… seneng banget!

Lalu dimulailah seminar hari ke 2. Hari ini penuh euyyy… mungkin abis dari misa, sekalian mampir ikut seminar. Riko bawain soal Footsteps of Sainthood. Puji Tuhan riko bawain dengan sangat baik (menurut gw lho… soalnya gw merasa disemangati lagi juga). Setelah itu session Q&A yang juga seru, dibawaka bergantian oleh Romo dan Riko.
Romo menutup seminar 2 hari itu dengan session The Mission: The New Springtime (hhhmmmm.. riko banget sih… hehehe) dengan sangat bagus!

Gw amazed sama semua yang romo siapkan. Detail dan dia bawain dengan penuh passion.
Setelah acara berakhir, kita foto2 sama semua panitia. Secara malam itu adalah malam terakhir kita di Perth dan besok kita ud pulang. Beberapa teman memang besok ketemu lagi krn ud janji mau antar, tetapi kan sebagian besar ngga. Jadi malam itu jadi malam terakhir kita ketemuan. Ya ud pamit sana pamit sini.

Tapi ngga tahu kenapa, gw ngga sedih tuh… bukan karena mereka ngga berarti, tetapi gw yakin kita masih akan terus kontak2, jadi ya this is not good bye!

Malam itu kita diajak dinner sama Oom Budi dan Tante Mel, juga Tante Mei, dan Tante Elvi (yg ulang tahun tgl.8 kmrn, selamat ya Tant!),Romo Ari, dan Adi. Kita makan di Pizza Bellaroma di Fremantle. I love Fremantle! Kayaknya dari semua bagian Perth yg gw liat, gw paling suka Fremantle.
Oom Budi pesen makan banyak banget! Gila bener deh… gw makan chili mussle lagi, dan pesen my fav spagettos… Aglio O’lio yang keluarnya buanyak banget! Padahal gw pesen porsi entrée.. alias kecil!


Di situ Oom Budi dan Tante Mel banyak sharing soal perjalanan kehidupan mereka… dan sangat menginspirasi kami berdua.
Malam berakhir, judulnya malam itu PACKING! Dan ngga nyangka…koper kita beranak booo! Minta ampun… padahal niatnya ke Perth kagak mau belanja sama sekali… hehehe… Berkat Tuhan melimpah!

Pagi-pagi kami ud bangun, Oom Adri datang nganterin coffee liquor buat kami.
Kita bener-bener belajar banyak hal dari semua orang yang kita temui di sini:

1. TanteMei dan Oom Christ (yang Cuma kita dengar namanya karena Oom Christ lagi di Indo), luar biasa semangat mereka dalam melayani dan berbagi berkat. Tante Mei cerita gimana usaha mereka dulu dari 0 sampai hari ini berkat begitu melimpah.
Oom Christ yang diceritakan Tante Mei sebagai sosok suami yang sangat melindungi keluarganya in a very positive way! Sangat dekat dengan Eka, Lya, Erlin, dan Iicha, juga Surya yang adalah keponakan Tante Mei dan tinggal di situ untuk sekolah. Anak-anak mereka juga tumbuh jadi anak-anak yang sangat ramah dan caring dengan sekelilingnya.
Gw liat sebagai seorang istri, gimana Tante Mei belajar tunduk pada suami, melayani keluarga, dan banyak berkorban untuk anak-anaknya. What a mom and a wife in God! She’s really a woman of God!
Tante Mei selalu percaya berkat Tuhan dan penyertaan Tuhan akan selalu ada dalam hidupnya. Jujurnya… dia tipe ibu rumah tangga yang gw mau sih… Tinggal di rumah urus anak, dan masih bisa sibuk urus apa yang jadi passion dia.

2. Oom Budi dan Tante Mel
Kita belajar gimana mereka bener-bener menyadarkan semuanya kepada Tuhan. Percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada mereka. Dan berani melangkah! Kita Cuma bisa ngobrol banyak pas makan malam di hari terakhir, tetapi itu bener2 menjadi penyemangatan buat kami berdua.

3. Oom Adri dan Tante Yunita
Kita belajar gimana pasangan ini mempunyai hati yang sangat besar untuk menolong orang lain. Tante Yunita bekerja di RS, mendengarkan keluh kesah dari pasien-pasiennya. Mereka sangat punya hati juga untuk pelayanan dan mewartakan Kristus.

4. Seluruh teman-teman muda yang ada di sana
Ngga bisa gw sebutin satu2, krn banyak banget… dari Maria and Lisa yang nemenin kita dari awal sampe akhir.
Bryan yang ternyata anaknya Ci Ros, yang gw kenal di Manado…
Icha, Anita, dan masih banyak lagi anak2 Gading hahaha… Kelapa Gading tanah air beta deh!
Semuanya mengingatkan kita akan teman2 kita yang juga ada di Jakarta. Gimana kita saling menjaga dan hidup berkomunitas.
Gimana semangat dan hati mereka yang sangat haus akan Tuhan dan kebenaran.
You’re all amazing guys!

Saat kepulangan tiba… kita naik Qantas ke Singapore dulu. Pesawat jam 12. Kita diantar sama Tante Mei, Lisa, Maria, Mariska, Wiiliam, dan Victor. What an honour… dianterin pulang segambreng gitu hehehe…
Kita final ngopi sama2 di DOME rport sambil nunggu boarding time, sambil deg2kan takut cabin koper kita kelebihan beratnya hehehe…

Tapi semua berjalan baik dan Puji Tuhan kami sampai di Jakarta… dan kembali melihat muka-muka saudara-saudari kami di Jakarta… teman2 yang berbagi hidup dengan kami. Bukan Cuma hidup, kadang juga rumah hehhe… Thanks to our sist Yuli and Avi, juga Mas Ton yang ud jemput kita. (katanya mau pake Tanjidor dan ondel2 Mike… manaaaaaa…? Mike ingkar janji…)

Yes… as I said Things will never be the same.
Gw ngga pernah pengen menginjakkan kaki ke benua Ausralia. Makanya kemarin WYD, gw juga ngga napsu2 banget.. mau paus ke yang datang… kl di tempat lain, mgkn gw mau hehhee…
Ngga ada faktor yang membuat gw pengen ke Aussie, sama sekali.
Hari2 pertama pun gw mikir… gw ngga akan balik lagi ke Perth. Ngga terlalu suka… kurang bule menurut gw masih ada bau2 asia nya hehehe… sok ya gw! 
Tapi setelah ini, semuanya ngga akan sama.
Mungkinnn satu hari nanti gw akan balik ke sana. Terutama karena begitu banyak hati-hati yang memberikan kesan dalam diri kami.
Teman baru, pengalaman baru, dan semua hal yang mengajarkan kami untuk menghargai setiap yang terjadi dalam diri kami berdua.

Thanks for everything Lord… semua privilege yang Kau berikan pada kami berdua untuk melayani Engkau. Its always You yang bekerja dan berkarya. Tetapi kami selalu kecipratan sukacita dan berkatNya… Thanks God!

Yes guysss… all of you… Things will never be the same.
Thanks for everything.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,397 other followers