Don’t Let The Sun Go Down On Me


As usual… After watched the Oprah Show… enjoying my coffee time alone in the middle of the week…
Lagi abis ngebahas soal The Miracle of the Middle Age. Lagi banyak nara sumber dari wanita-wanita yang turn to 40 and 50.
Still 5 years to go for me buat jadi 40. Tapi kok kayaknya akhir2 ini, hidup gw terasa begitu melambat dan rasanya gw kehilangan my spirit of womanhood. Semuanya terasa begitu loss in control dan sampai pada keadaan kadang-kadang… I don’t know who I am dan kehilangan makna dari apa yang gw perjuangkan selama ini.
Dan keadaan ini sangat membuat emosi gw up and down. Bday kmrn gw nyaris tidak bangun dari tempat tidur. Mungkin orang-orang di sekitar gw menganggap itu bagian dari hobby tidur gw dan krn hari itu hujan sepanjang hari. Tetapi honestly… that’s the way I want to spend my special day. Gw berharap tertidur dari tanggal 13 malam dan terbangun di tanggal 15.I tried so hard to be positive and happy but sometimes we have to face the reality the way it is.

And watching Oprah today (and pray hard this whole week) I’m starting to cherish my days (again).

Beberapa wanita mulai menemukan apa yang dia inginkan dalam kehidupan mereka di usia mereka yang ke 50. Dan gw bersyukur sekali gw diberanikan melangkah di usia yang jauh di bawah mereka.
Di usia ke 32 gw keluar dari satu perusahaan yang memberikan gw comfort zone yang luar biasa. Waktu itu gw berpikir… I am the luckiest woman on earth. Dapat kerjaan yang ok dengan gaji yang ok. Disayang ama bos (at least gw merasa disayang, gak tahu kl ke GR-an hehehe…), dapat mobil sendiri biarpun mobil kantor, dapat memenuhi hobby travelling gw dan nginep di hotel2 berbintang.
Tapi ‘beruntung’ gw punya suami yang selalu ngga betah hidup di comfort zone. Dia yang selalu (dengan caranya) mendorong gw untuk expand my capacity.
Dari situ akhirnya gw memutuskan untuk kembali belajar hal baru. Dan sekarang, di usia yang ke 35 gw ud punya 2 klinik sendiri (biarpun kongsian, yang penting ud owner kan…? Hehehe…)
And I look at my life now… kemudian mencoba mengerti apa yang di bahas dalam acara Oprah yang gw tonton barusan… Setiap tahap dari kewanitaan kita adalah usaha untuk mengerti siapa diri kita, apa yang kita sukai dan kemudian open up our wings and fly as high as we can.
Dari waktu ke waktu, kita menjalani kehidupan ini dengan begitu cepatnya… sampai terkadang kita lupa memaknai setiap waktu yang terlewat melintas dalam hari-hari kita.
Kita mencapai usia 20 dan begitu excitednya menghadapi kelulusan sekolah kita, hari pertama di kerjaan, kekasih yang berganti, mempersiapkan hari-hari menjelang pernikahan, bahkan merawat anak-anak yang masih balita… tanpa menyadari usia beranjak ke angka 30…
Di usia 30.. kita mulai menyadari banyak hal, kesalahan-kesalahan yang kita buat dan kemudian berusaha menjadi lebih baik. Many ups and downs… bahkan kadang kita tidak mampu melaluinya krn semuanya terasa begitu… tidak tertolong lagi…
Sampai kemudian… waktu berlalu dan kita mencapai usia 40… kita masih belum menyadari apa yang kita mau dalam kehidupan kita kecuali menghabiskan hari demi hari untuk memenuhi hidup sehari-hari.

My marriage life is like a rollercoaster. Especially when you have a husband with visions and never feel comfort in his comfort zone.
But I think… (I think lho… kadang kl lagi ngga ‘dong’ suka cape juga hehehe…) this is my blessing.
At the age of 35… I learn so much.
I learn about my self, my emotions, my dreams, my purpose of life, and day by day I never let the sun go down on me!
I keep talking to my self how precious I am. How God loves me and He gives me so much that I can open up my wings and fly…
Kadang orang bilang gw narsis, tapi tanpa maksud apapun yang membuat org terganggu dengan itu… gw melakukan itu untuk terus mengingatkan ke diri gw… kalau gw punya a big big big potential to grow! Karena kadang kenyataan tidak mengatakan itu ke hari-hari gw… bahkan kadang gw merasa it’s time to quit! Tetapi ada seseorang yang pernah bilang: I do not believe in failure. It is not failure if you enjoyed the process.

So… Now I’m in that process. And I cherish my sanctuary time like this… to reflect and gain all the power that I have and never ever let the sun go down.. no matter how old I am! No matter how many failed things I did… I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull.

I never let the sun go down on me!

Yeaaaahhhh…

Advertisements

Can’t Wait!

Kemarin dulu beberapa sahabat datang ke rumah kami tengah malam untuk ngasi Surprise Cake buat Riko. Yup… tgl.10 kmrn adalah my hubbys’ bday. Gw sama dia emang cuma beda 4 hari.
Jadi… beberapa hari lagi, ceritanya I’m gonna turn 35 nih…

Rasanya kok waktu berjalan demikian cepat, dan gw ngerasa kayaknya tahun ini, gw menghadapi kenyataan-kenyataan yang musti gw hadapi. And they ARE (ya ampunnn… bukan cuma 1 hehehe!) :
1. Kayaknya mata gw kok, hhhhmmmm… ini memalukan tapi tanda-tandanya kok ada… tulisan lebih jelas kl gw liat di jarak yang agak jauh… :-(… tanda-tanda dari…? hayo tebak!
2. Gw harus menerima kenyataan bahwa karier kedokteran gw kayaknya ‘cukup’ sampe di sini. Karena penerimaan spesialisasi yang normal, berakhir di usia 35
3. Udah mulai lebih banyak yang manggil gw Tante daripada Cici… ammmmpuuuunnnn… ini juga gw kagak terima… punya anak belum, ud dipanggil Tante…

And gw kayaknya musti berhenti di sini, sebelum tulisan gw bernada complain dan bikin males buat di baca! hehehe…

Tapi ada di hari ini, dan mempunyai tahun-tahun lalu yang telah lewat… membuat gw bersyukur…
Gw diijinkan hidup sampai hari ini. Dan bisa melihat ke belakang
Gw disempatkan menikah hihiiihihi… biarpun kadang tergoda, kayaknya lebih enak single daripada married… tapi gw ngga pernah se bersyukur ini mendapatkan riko sebagai suami gw… dia yang membuat gw bisa berkata-kata dengan penuh syukur.

Semakin bertambah umur, gw semakin ngga suka surprise. Tapi seperti sub tema dari blog ini… Hidup gw diwarnai dengan berbagai macam surprises, yang membuat gw tidak sabar untuk menunggu hari esok datang.
Gw suka bilang ke suami gw sambil bercanda… kayaknya gw gw bisa mati karena pembesaran jantung nih krn setiap hari kaget-kaget terus…
Dan bersama Tuhan… gw percaya… I can handle all the surprises! The good one, and the very good one…!

So excited… can’t wait to turn 36! :-p hahaha… without wrinkles and xtra fat of course! hehehe…

Our reflection: Apa yang terlintas di pikiran kita saat muncul kata: MAMA?



Di milis CatWoG, kita lagi rame cerita-cerita soal MAMA kita. Ceritanya kita lagi ngumpulin pooling pendapat soal MAMA kita. Untuk inspirasi buku yang mungkin akan ditulis bersama oleh beberapa anggota CatWoG.
Dan ini adalah tulisan gw soal MY MOM:

Sekarang giliran gw deh…

Barusan gw abis nganter nyokap ke RS, karena tensi dia tinggi banget plus menurut gw sih ud ada stroke/ penyumbatan ringan di otaknya (besok mau scan)

Gw suka bilang, ada 2 org di dunia ini yang gw paling sebel, kl akhirnya gw harus mengakui… bahwa mereka benar. Pertama adalah nyokap gw, yang kedua adalah suami gw.
Tapi kedua org ini adalah org2 dalam kehidupan gw yang menjadi 1 daging dengan gw…

Nyokap gw krn gw ada di kandungannya selama 9 bulan, dan suami gw krn kata Kitab Suci kan kita sekarang bukan lagi 2 melainkan 1.

Ingat masa2 dulu, gw sering sekali berontak sama nyokap krn dia terlalu rohani.
Bahkan sampe sekarangpun gw jadi ngga terlalu suka yang rohani2 banget, mgkn gara2 itu.
Bukan masalah ngga mau dekat sama Tuhan, tapi mgkn lebih karena pemberontakan gw.

Tapi nyokap buat gw adalah sosok yang membuat gw menjadi seperti hari ini.
Sesebel-sebelnya gw… tadi gw tetep nangis waktu dibilangin nyokap harus ke RS gara2 mukanya ud baal dan krn gw dokter gw tahu kemungkinan2 yang bisa terjadi, biarpun gejalanya hanya baal doang.

Gw takut kehilangan seseorang yang membuat gw ada selama ini. Dan ini menyadarkan gw… kalau I am her legacy in this world.

Gw sering bilang… “Amit-amit… gw ngga mau kayak nyokap gw…!!!”
tanpa gw sadari, banyak hal yang gw lakukan… kok makin lama makin mirip dia… (ampppppunnnn… :p)

Jadi ya… itu kira2 pandangan gw soal Mama…
Dia sosok yang sangat mencintai Tuhannya dan gw yakin gw bertahan juga karena doa2 dia buat gw.

So kapanpun… se berontak-berontaknya gw ke nyokap..

She’s still (always be) my mom… And I love her so very much!