I am so tempted to…

Ada saat dalam hari2 gw, di mana gw terpancing banget buat mengeluh.

Cape, bosen, sakit kepala, lemes, mual, sakit badan, sebel, begah, pusing, dan sederet keluhan yang pasti ngga ada habisnya.
Kadang pengen sekali berteriak.. “What the hell with every positive theory yang pernah gw denger/ gw tahu! Emang ngga boleh kadang-kadang gw memanjakan perasaan gw sendiri…?”

Tapi setiap kata-kata di atas terlepas dari mulut gw… gw merefleksikan, efek apa yang terjadi setelah gw melepaskan kata-kata itu?
Apakah semua masalah selesai dalam sekejab?
Apakah setelah itu hati terasa damai?
Apakah benar setiap lelah di badan terasa berkurang setelah itu?
Apakah kata-kata itu mendatangkan berkat bagi diri kita, dan orang-orang di sekitar kita?

Buat gw… rasanya tidak…
malah yang ada, kadang gw jadi terlarut dalam suasana pesimis, apatis, dan jadi menjurus ke depresi, secara gw mendapati diri gw ini gampang sekali depresi.
Saat seperti ini, badan gw lagi capeeee banget. Bawaannya pengen ada di tempat tidur gw/ tempat tidur di hotel di manaaaa gitu…., makan di tempat tidur, baca buku, ngopi, browsing, siangan dikit spa terus massage… kl bisa 1 mgg gitu… 🙂
(kl suami gw baca ini, pasti dia geleng2 kepala membayangkan betapa tidak efektifnya gw hehehe…).. tapi yang ada setiap hari ya harus ketemu pasien.

I have no complain! (biarpun tergoda… hehehe)
Gw percaya semua ini adalah berkat. Hari ini gw bisa kerja, pasien berdatangan itu adalah berkat.
Hari ini setelah dari klinik bisa berbajaj ria nyusul suami gw yang lagi ngerjain kerjaannya dari Starbucks Pluit Junction (thans to free wifi!) itu juga berkat.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan gw, semuanya pasti mendatangkan kebaikan.
Gw percaya semua yang gw butuhkan akan menghampiri gw. It’s just a matter of time.
I am happy with my life, i have a very good hubby, one small angel with the tail, 2 side of parents, one little brother, a lot of brother and sister in Christ… kadang… gw ngga merasa layak untuk memanjakan diri gw dengan sebuah (atau banyak) keluhan.

Just give me stregth my dear lord, give me Your mercy.. so I can be greatfull and free of worry everyday. That I can depend on Your kindness day by day.
buat gw ini bener-bener tantangan hehehe…

Advertisements

Do You Have a Difficult Person in Your Life?

“Lord, help me to bless people today.”

That’s my daily morning prayer… uh, when I’m happy.

And usually, I am.

But once in awhile, I don’t wake up happy.

And usually, it’s because of a difficult person in my life.

That’s when I pray, “Lord, how can I bless this… this… this… creature?”

I’m a very patient person, so this doesn’t happen too often.

But it happens.

Friend, do you have a difficult person in your life?

And do you sometimes want to pray, “Lord, if you will allow it, let a 50,000 megawatt bolt of lightning strike (Name of Difficult Person) right now. Not to kill him, Lord. Just enough to wake him up and give him second degree burns. Just kidding Lord, but with all due respect, what were you thinking when you created this pathological human being? I don’t want to sound offensive, but were you sleeping on the job when you created this creature? He’s a mess. He’s a composite of all the villains of Spiderman put together….”

Do you sometimes wonder if this difficult person heard God in the middle of the night say, “My child, your ultimate mission in life is to be difficult. That’s the entire purpose of your existence. You shall be the thorn in someone’s flesh. Do everything in your power to annoy him. Be irresponsible. Or be demanding. Or be totally negative. Or be selfish. Or be constantly angry. Or be possessive. Or be always depressed. It doesn’t matter. Your objective is to make his life hell on earth.”

Yes, I must admit that I don’t like a few unlovable characters here and there, but generally, I think the Almighty has done a fantastic job inventing human beings.

I also believe that God allows difficult people to come into our lives to give us very special gifts. What could these gifts be?

I’m going to try something new today. Instead of writing down what these gifts are, I’m going to ask YOU to write them on the comments below. Write your thoughts and experiences and share them to the world. Thousands will be reading them. And in my next email next week, I’ll tell you what I think they are…

Cool?

Thank you!

May your dreams come true,

Bo Sanchez

My Journey as A Medical Doctor

Perjalanan perkenalan saya dengan dunia kedokteran dimulai bulan Agustus 1991. Saat itu saya menjadi mahasiswi tingkat pertama dari sebuah Universitas di Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya.

Tahun-tahun belajar di sana, memberikan ilmu dasar dan sensasi awal rasanya memakai jas putih dan dipanggil dengan sapaan “Dok…!”

Rasanya demikian melambung tinggi, dan berbagai idealisme tentang pendidikan, pengobatan, dan pasien rasanya meluap di hati dan otak saya.
Sampai dari waktu ke waktu… semuanya itu mulai pupus perlahan.

Full version: http://donadivinamed.wordpress.com