This is the Most Graceful Time of The Year…!!!

Kita diberkati dengan 52minggu dalam 1 tahun. Dan semua hari, semua minggu adalah baik di mata Tuhan.
Tapi ada saat-saat tertentu, seperti saat ini… minggu ini,
Saat daun palma dilambai-lambaikan mengiringi Yesus yang masuk ke Yerusalem dengan segala kemuliaanNya.
Saat kaki kotor orang-orang terkasih Tuhan dibasuh dengan penuh kasih dan pengampunan.
Saat tanganNya terbentang diantara langit dan bumi, dengan darah yang berlumuran di seluruh badanNya
Saat Ia berjuang sendirian berperang melawan kegelapan untuk SETIAP jiwa yang dikasihiNya.

This is the Most Graceful Time of the Year..

Kemarin saya bersama suami mengikuti misa Minggu Palma di paroki kami. Maksudnya mau nyari misa mudah karena kami berpikir tidak mungkin ada perarakan di gereja kami yang tidak terlalu besar itu, eehhh… malah kedapatan misa dengan perarakan… Puji Tuhan hehehe…
Akhirnya kami bersama-sama ‘berarak-arakan’ bersama dengan ratusan umat yang juga hadir hari itu. Setiap langkah saya… biarpun saat itu saya merasa seperti orang bodoh yang berjalan beriring-iringan tanpa lagu sambil memutari lapangan parkir yang penuh dengan mobil, saya hampir meneteskan air mata…

Melihat seluruh umat Katolik yang berjalan bersama saya, yang mungkin juga merasakan hal yang sama dengan saya.. berasa bodoh, kepanasan, dan berpikir,”Ngapain gw kayak begini…?”
Tapi mereka dengan setianya taat dan menjalani semuanya. Apapun yang ada dipikiran mereka, apapun yang mereka lakukan saat berjalan… tetapi mereka berjalan mengiringi Yesus memasuki ‘kota Yerusalem’. Kasih dan rahmat Tuhan yang mengalir melalui gerejaNya di dunia ini menyatukan manusia dari berbagai latar belakang, suku dan bahasa membawa saya berjalan bersama mereka di hari yang sama, minggu yang sama, dan waktu yang sama.

Yes… This is really the most graceful time of the Year…!

Sejak hari Jumat sebelum Minggu Palma saya berusaha berpantang banyak hal yang menjadi makanan rutinitas saya. Alhasil… di hari pertama badan saya menggigil luar biasa karena ‘sakauw’. Tetapi dari hari ke hari (hari ini sudah memasuki hari ke 4), saya kembali merasakan kedekatan dengan Tuhan yang sudah lama sekali saya ngga rasakan sebelum-sebelumnya. Setiap kali saya sendirian, saya selalu memakai waktu-waktu sempit saya untuk memanjatkan doa.

Saya bawa semua yang saya rasakan bersama dengan Kristus minggu ini. Berjalan bersama Dia menapaki hari-hari saat Ia akan begitu menderita. Tapi saya merasa, hari demi hari di minggu ini intensitas cintaNya direnggangkan makin lama makin kuat dalam dalam hati saya. seturut dengan mendekatnya hari penderitaan Yesus di atas kayu salib, di mana kasihNya dinyatakan sebesar-besarnya untuk umat manusia… untuk saya, dan untuk kita semua.

So… Yes…. This really really the most graceful time of the Year…!!

Sering kali kita melewati hari-hari kita tanpa makna. Semua berlalu begitu saja, seolah waktu menjadi santapan rutinitas kita sehari-hari. Dan banyak hal berlalu begitu saja tanpa kita sadar, apa pengaruhnya dalam kehidupan kita. Kadang luka tergores, kepahitan mulai berakar, ketida percayaan bertumbuh dan saat itu terjadi… kita menjauh dari Dia… sang kasih mula-mula.

Ini saat nya kita bersama memberanikan diri… untuk mendekat kepadaNya, memanggil namaNya, dan percaya tidak ada satupun penderitaan, air mata, kelelahan, pergumulan, dan luka kita sia-sia bila kita satukan dengan penderitaanNya di atas kayu salib.

Percaya… bahwa tidak ada yang terlalu besar bagiNya untuk Ia bereskan, Ia sembuhkan, dan Ia pulihkan.

Percaya… bahwa Ia Sang Pencipta kehidupan kita, yang memberikan hidup ini, akan bertanggung-jawag atas kehidupanNya yang diberikan kepada kita, bila kita mengijinkannya.

Percaya… bahwa tidak ada dosa yang terlalu merah untuk Ia kembalikan putih seperti salju.

Dan di hari ke 3 Ia bangkit dari kuburNya, menghalau kegelapan dan dosa.

Saat itu kemenangan datang, dan harapan menjadi nyata.

Selalu ada hari esok dalam kehidupan kita bersama Yesus. Bahkan disaat kematian seakan membuat semuanya seperti berakhir.

Tetapi Allahku… Allah anda dan saya… adalah Allah yang hidup.

Ia hidup atas hati saya, Ia berkarya dan menyelamatkan hidup saya.

Ia memulihkan hati saya dan selalu memberikan cinta dan pengharapan atas hidup saya.

Seperti ia selalu menghibur saya dan setia di kehidupan saya.

Allah yang sama juga berkarya dan hidup atas hidupmu.

Because This is the Most Graceful Time of The Year…!!!

(last week of the lent 2008)

Lia B. Ariefano

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s