The power of fear

Yes… the Power of Fear…
kadang kita ngga merasakan itu ada dalam diri kita dan melumpuhkan kita…

Semalam ada sepasang sahabat lama kita, yang sudah lamaaaa sekali ngga pernah kontak2.
Kita cuma kontak2 saat ada yang bday atau kl ada yang penting2 banget.
Semalam mereka datang… buat ngobrol2 tukar pikiran karena mereka musti memutuskan sesuatu yang penting dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Issuenya sih simple… mau beli rumah.
Tidak ada masalah apa-apa, harga, tipe rumah, luas rumah, keadaan rumah dan lingkungan rumah… semua ok… kecuali satu hal! letaknya di TUSUK SATE….
Sebagai anak Tuhan memang keadaan ini mungkin tidak akan mempengaruhi sedemikian besarnya. Tapi tidak untuk teman gw ini… khususnya sang istri.
Awalnya dia biasa-biasa aja… tapi setelah dia tahu bhw suaminya memberikan DP untuk rumah itu… dia dihantui ketakutan yang begituuuuu besar sehingga sangat mempengaruhi keadaan dia akhir2 ini.
Ketakutan akan tahyul… rumah tusuk sate akan membawa kematian begitu menguasai dia.
Tapi setelah ngobrol2 panjang lebar, krn kami teman lama… ada beberapa kejadian di masa lalunya yang dulu pernah gw tahu. Dua peristiwa itu adalah… kematian kakak iparnya yang meninggalkan keponakannya yang masih demikian kecil waktu itu dan kemudian… peristiwa perdarahan dia setelah melahirkan putrinya yang pertama.
Dan dua hal ini membuat sahabat gw ini gak mampu keluar dari ketakutannya, bahkan untuk alasan tusuk sate ini pun demikian.

Gw kembali merenungkan hidup gw.
Kadang… banyak waktu kita mengijinkan ketakutan-ketakutan merajai hati kita.
Gw khususnya kadang meng’entertain’ ketakutan itu, dan kemudian itu melumpuhkan gw untuk melangkah.
Padahal satu hal juga yang gw percaya Tuhan pasti pengen kita happy.
Kita menjadi seperti yang kita pikirkan.
Saat kita memikirkan semua yang jelek2 dan takut2, itulah yang terjadi pada diri kita krn kita mengarahkan kekuatan kita kepada energy itu.
Cuma takut akan Tuhan dan kepercayaan kita akan cinta Tuhan… yang mampu mengatasai this power of fear.

Advertisements

About whittulipe

Lia adalah seorang Dokter dan saat ini Ia bekerja di sebuah perusahaan teknologi medis. Passionnya adalah mewartakan harapan yang terpancar melalui anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran serta penghayatan hidup sebagai seorang perempuan. Ia adalah kontributor Buku Renungan Harian Wanita “Treasuring Womanhood” selama 8 tahun belakangan ini, juga penulis buku “You Deserve The Truth”, “Sexy and Holy”, “Wake up Princess”. Lia sangat passionate melayani kaum muda. Bersama suaminya Riko Ariefano dan komunitasnya Domus Cordis, ia banyak melayani di berbagai negara dan daerah di Indonesia, khususnya dalam mewartakan kabar sukacita tentang teologi tubuh (TOBIT), anugrah kehidupan, dan panggilan keperempuan-an. Lewat Inspire Group, sebuah kerasulan media sosial dalam Komunitas Domus Cordis, Lia dan Riko juga sering membawakan vlog dan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar kaum muda dengan berbagai perjuangan dan pergumulannya, serta bagaimana untuk selalu melibatkan Kristus dalam kehidupan mereka. Topik-topik yang dibawa termasuk tentang relationship, adiksi, potensi kaum muda, hubungan dengan orang tua, sampai current issues di Indonesia. She is a proud wife and blessed daughter. She is a writer and traveller who loves coffee, bakmi, and dogs! Lia bersama suaminya Riko Ariefano, dan kedua ekor anjingnya saat ini berdomisili di Jakarta. Blog: https://whittulipe.wordpress.com IG: whittulipe Vlog: Youtube: Inspire Group
This entry was posted in articles and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s