Again… I was sooo blessed!


Dear all,

Kemarin hari Minggu, gw berkesempatan berkunjung kembali ke Pondok Damai.
Panti asuhan yang CatWoGers kunjungi kira2 1 bulan yang lalu.
Seperti yang lalu, gw berangkat ke sana dengan perasaan malassss banget.
Tapi ud terlanjur janji sama Elyse mau sama2 ngasi foto2 kunjungan kita ke sana bulan lalu. Sebenernya bukan itu saja, tapi gw juga ud janji ama anak2 bakal datang lagi.
Itu yang membuat gw berasa, gw harus berangkat.

Sesampainya di sana, gw, hubby, sianita dan yuli berkesempatan ketemu sana Sr.Wilma. Suster yang kmrn pas kita datang, ngga sempat ketemu sama kita. Padahal kayaknya dia yang in charge kesehari-harian di sana.
Kita ngobrol dengan suster yang sangat ramah dan komunikatif ini. Dia banyak cerita soal pergumulan sehari-hari mendidik anak-anak ini. Ada beberapa fakta yang membuat hati gw bergetar dan muka gw melongo dengerin dia cerita:
1. Kenyataan bahwa orang tua anak2 di panti itu adalah juga anak2 panti. Demikian juga beberapa oma-opa mereka. Ada beberapa kasus yang membuat tinggal di panti menjadi turun-temurun.
2. Hampir semua dari mereka, mempunyai latar belakang keluarga yang sangat berantakan. Bahkan ada 2 kakak adik yang tinggal bersama di panti itu… sebetulnya mereka 4 bersaudara, dan ke empat2nya berasal dari 4 laki2 yang berbeda. Jadi semua beda bapak!!! Minta ampuuunnn… (siapa bilang hari gini, cewek susah dapat jodoh hehehe…)
3. Sekolah Katolik yang menjadi tempat beberapa anak panti sekolah, hanya mau menurunkan 100 ribu dari harga semula yang tinggi! (huuuhhhh… no comment! tapi kok hati gw geregetan banget!)

Di tengah2 perbincangan, muncullah anak2 yang kayaknya baru selesai mandi sore. Muncullah adik yang beberapa waktu lalu sudah kita ketemui. Yang sangat menajubkan adalah… mereka memanggil Kak Liaaaa… dan itu Kak Riko!!! (nama my hubby!)
Gosshhhh… dari anak2 yang dibilang kurang perhatian, mereka memberikan rasa sejuk di hari gw. Setiap minggu pasti ada kunjungan dari pelbagai organisasi/kegiatan dengan begitu banyak yang mereka kenal… tapi mereka menyapa gw dengan nama gw… mereka inget gw!!! (haaaahhhh… I felt soooooo special!)
Kembali… sekali lagi… gw datang ke situ dengan niat mau memperhatikan mereka. Tapi ternyata gw mendapati kenyataan, di sana gw mereka so so so so special dan diperhatikan…

Di antara mereka ada seorang anak perempuan berusia 5 tahun. Namanya Mei Mei. Dia dititipkan di panti ini sejak usia 1 bulan. Dan saat itu ia ada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Kakinya bengkok, tidak mampu berjalan, dengan keadaan tubuh yang lemah krn keadaan yang tidak sehat sejak dalam kandungan.
Kedua orang tuanya entah ke mana, meninggalkan ia bersama suster di pondok damai sejak usia 1 bulan.
Mei merengek minta susu kepada suster yang sedang asyik ngobrol bersama kami, suster menyuruh dia mengambil susunya di dapur. Tetapi Mei menolak, ia menuntut perhatian dari suster yang sedang asyik ngobrol. Akhirnya ia memukuli suster dengan tangan kecilnya sambil merajuk.
Saat melihat itu… tanpa terasa air mata gw mengalir.
Melihat suster yang penuh kasih memeluk anak ini, anak yang bukan anaknya, anak yang merajuk karena kemauannya tidak dituruti, padahal suster hanya menhajarkan hal yang baik untuknya.
Rasanya gw menembus masuk ke dalam hati Sr.Wilma, betapa hatinya dipenuhi kasih terhadap Mei. Gw jadi mempertanyakan diri gw sendiri… mampukan aku seperti itu.
Kembali… gw datang ke sana dengan maksud ingin memberikan kasih. Tetapi gw mendapati diri gw belajar dari kelembutan hati yang penuh cinta dari seorang suster.
(hiiksss hiikss.. kl kebayang masih pengen nangis…)

Tak lama kemudian, makin banyak anak2 masuk ke ruangan dan mulai bergelayutan di badan, pangkuan dan tangan riko. Entah kenapa dari dulu, suami gw itu selalu mampu menarik perhatiaan anak2. Pdhal riko tidak melakukan apapun, hanya menyapa mereka.
Mungkin ini yang dinamakan 2 menjadi 1 dalam pernikahan. Biarpun mereka bergelayutan ke riko, gw ngerasa anak2 itu dekat sama gw. Dan kembali gw rasanya ingin meneteskan air mata melihat senangnya riko dan anak2 itu bermain. Mei bahkan berani menggigit riko… mungkin sangking gemasnya.

Riko menanyakan ke Suster… berapa biaya yang dibutuhkan untuk membiayai pendidikan ke 69 anak itu.
Suster bilang sekitar 20juta. Dan saat riko menanyakan bagaimana cari dananya? Suster menjawab… selalu ada kemurahan Tuhan yang mengalir setiap bulannya.
Kembali…. gw belajar bahwa Tangan Tuhan selalu ada bersama anak-anakNya yang membutuhkan. TanganNya selalu mencukupi, bahkan di keadaan yang rasanya tidak mungkin sekalipun.
Suster Wilma… Suster Wilma… kalau saja… gw bisa punya sedikiitttt saja dari hatimu. Mungkin hari2 gw bakal bisa memberkati lebih banyak lagi orang-orang di sekitar gw.

Dan kembali…
gw datang ke tempat itu dengan setengah hati, tetapi pulang dengan hati yang penuh… penuh dengan cinta dan perhatian dari mereka. Di saat sebelum pulang… gw rasanya ingin memeluk mereka satu persatu, berterima kasih atas cinta yang mereka berikan kepada gw dan suami gw.

gw datang dengan kepercayaan diri bahwa gw akan memberkati mereka… tetapi gw pulang dengan kepercayaan bahwa selalu ada kasih Allah yang luar biasa bagi orang-orang yang tersisih, miskin, dan menderita. Dan kesombongan gw hanya bisa membuat gw tersenyum kecut, menyadari bahwa… cinta Tuhanlah yang membuat mereka berbahagia. Bukan karena seorang Lia.

Again.. I was so so so blessed!
gw pulang dengan hati yang penuh.

Advertisements

narsist or… feel loved?

Lagi baca-baca blog2 gw sebelumnya…
dan comment2 spontan yang sering gw ucapkan…
sadar… atau tanpa sadar…? hhhhmmmm…
gw jadi geli sendiri… lama2 gw makin menyadari betapa narsis nya gw… 🙂

tadinya gw pikir… ini hanya bagian dari becandaan gw.
tadinya gw pikir… gw ngga peduli ama kata org lain, bagian dari pemberontakan gw terhadap apa yang terjadi di masa lalu gw… manifestasi luka gw…

tapi perlahan setelah gw mengingat-ingat apa yang terjadi dalam kehidupan gw
betapa gw dulu sangat minder dan mempunyai gambar diri yang rusak.
Self image gw sangat jauh dari sempurna, dan sekarangpun masih dalam proses.

Tapi bersama dengan berjalannya waktu, gw menyadari… kapan ini semua merubah gw.
Ini semua berubah… waktu gw sadar gw dicintai!
That I am special… i am loved by my Creator… The most highly God
The creator of heaven and earth!
See… how special I am!
I am the princess of God’s kingdom…
apapun yang dunia katakan… tidak mengubah kenyataan itu…
Ini menjadi alasan… bahkan satu-satunya alasan yang cukup untuk berkata how beautiful I am!
hehehehe…
So… narsist of feel loved…
YES I AM NARSIST and also FEEL LOVED as well!
dan biarkan aku bermegah, bersukacita, bernarsist ria… dalam kenyataan akan cinta Tuhan.
Kelemahanku yang membuat belas kasihan Tuhan nyata dalam hidupku.

-mc cafe-
lagi nugguin my hubby chit chat
zzzzzzz… jam segini belum kelar-kelar meeting..
It’s one o’clock in the morning… but… I still beautiful dong hahahaha…
abis ini semua yang baca blog ini bakal… tersenyum… hehehe… 🙂

Beautiful… beautiful… my life is beautiful…

Baca tulisan di bawa ini, gw jadi keinget salah satu lagu yang suka dipake Fr.Gino kl lagi bawain pengajaran:

Beautiful, beautiful, my life is beautiful
Made by the God of life
Beautiful and Free!
Tenderly, lovingly
He made my eyes to see
My life is beautiful
The God of my life!

Waktu beberapa kali gw nanyi lagu ini, rasanya gw itu bener2 beautiful and loved deh…!
Ini salah satu perasaan yang menuntun gw membuat milis CatWoG.
Gw rindu melihat setiap wanita Allah dipulihkan hanya dengan mengetahui…
hidupnya indah, ia berharga, dan ia adalah The Princess of the Eternal Kingdom of God!
Heleluya!

So.. the Women of God…
Be happy with your self, for who you are, and what you become today!
God likes you very2 much… He’s crazy for you… and bless each other with this knowledge and make others see that they are beautiful too…!

Have a blessed day
_________________________________________________________

Best Wishes,
Lia Brasali Ariefano
Every woman has her own legacy. Nothing she could do to change it…
But she can decide how to live her legacy, and then pass on her legacy to bless the world… through the next generation of hers.”


Allah suka padamu…

Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan didalam-nya. Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya. Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi. Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan. Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini, dan Dia memilih hatimu. Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu! Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu. Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) . Tertulis ditelapak tangan-Nya, diucapkan dengan mulut-Nya, Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.

Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.

Jadi, coba ini :

Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa berkata kata tetaplah seperti itu. Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik, “Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu” Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang kita, apalagi Dia?

Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu. Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit, dan diberi-Nya warna biru pada langit. Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul, kamu juga pasti bisa melihatNya
Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya? Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau? Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.
Atau dasyatnya gelegar guntur ? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?

Mengapa Dia memberi rasa pada makanan? Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu? Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.
Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.

(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)

kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal, kamu bukan hasil buatan mesin. Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus, dan ditempatkan didunia ini dengan penuh kasih.. oleh sang Pencipta Agung.

MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak dalam sekejap. Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak sorak memberimu dukungan dalam lomba lari. Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Allah sedang bertepuk tangan memuji langkahmu.

Allah ada bagimu…

Kalau Allah punya kalender, pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.

Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya, Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya. Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu. Tetapi “Dia yang memelihara kamu” ( 1 Petrus 5:7 )

Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu. Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepadamu.

Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua. Gelandangan & anak terlantar, semuanya. Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang dilihatNya. Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan,sang Pencipta bintang itu menoleh ke arah kita, satu persatu dan mengatakan “Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu”

Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKu dan menjauh. Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu. Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu. Impian Allah, membawamu dengan denganNya. Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah tempuh untuk memanggil kita kembali kepadaNya. “Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu?”tanya Allah. “Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan? Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur diduniamu, dan merasakan sakitmu. temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu. Itulah bukti besarnya kasihKu kepadamu”

Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita, Dia menghapusnya! Kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya. Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan. Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.

Dia telah mengutus malaikat malaikat Nya untuk menjagaimu(Maz.91:11), Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. Gereja Nya untuk mendukung mu dan pedangNya untuk mempimpin mu.

Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya, lebih besar lagi kerinduanNya untuk bertemu denganmu. Kalau kamu menyetuh hati Allah, pakai lah nama sebutan yang paling Ia sukai panggil dia “Bapa”

Menurut Allah, kamu indah!

(by Max Lucado).