Lord, please give me Your grace to walk in faith

Dear all my friends of life…

Acara KRK Novena ke-8 telah berakhir Sabtu kemarin (Thanks to Ririn, Ko Alip, dan teman2 dari KTM yang membuat semuanya begitu indah)

Hadirat Tuhan terasa begitu nyata ada bersama kita di keseluruhan acara.

Hhhhmmm… keingat rasanya waktu KRK baru di mulai, di NAM Center. Setelah acara selesai, gw dan Rika berpelukan dan gw ingat mengatakan ini ke Rika: “Yes… 8 more to go…”

Dan kemarin tak terasa, tinggal 1 lagi KRK akan kita lalui bersama.

KRK Novena ini rasanya memberkati banyak orang. Bukan saja orang muda Jakarta, tetapi gw percaya satu persatu dari kita. Tentu saja dengan caranya masing-masing.

KRK ini memberkati kehidupan pernikahan gw dan Riko dengan dinamika dan pembelajaran akan kesetiaan Tuhan yang tak ada habisnya.
Terlahir di keluarga yang dari kecil mencukupkan gw, biarpun tidak berkelimpahan, tetapi gw ngga terbiasa dengan keadaan ‘kurang’ atau ‘diambang ketidak-punyaan’.
Lalu kemudian… kehidupan pernikahan yang mengajarkan gw untuk belajar beriman.

Setelah menikah, gw berubah jadi orang yang sangat khawatir akan financial keluarga gw, yang belum harus dikahwatirkan hari ini dan sebetulnya Tuhan cukupi lewat hasil usaha suami gw.
Tapi hati ini ngga habis-habisnya resah dan tidak percaya akan penyelenggaraan Tuhan. Khawatir akan hidup gw dan Riko dan mgkn anak2 yang Tuhan berikan… yang sebetulnya… udah Tuhan bilang.. “Kesusahan sehari cukup untuk sehari…” tapi rasanya gw ngga mampu menahan ketakutan gw itu.

Lalu tahun lalu… suami gw yang ‘pemimpi’ itu (‘coz he’s name is: Josef… right Tere..? J) mulai mengeluarkan ide ‘gila’ nya soal KRK Novena 9 bulan yang pada awalnya diragukan banyak orang.
Gw pribadi… sebagai istri… ada dalam kondisi di mana jujurnya… gw bergumul dalam hati… tapi gw tahu… tugas gw adalah mendukung semua yang menjadi mimpi dan visinya… sehingga gw mendampinginya melangkah dan menjalaninya.. tentu saja dengan takut dan genta
r.

8 bulan kita lalui bersama dengan penyertaan Tuhan. Dan 8 bulan ini… menjadi satu tanda kesetiaan Tuhan terhadap pernikahan kami… di mana Tuhan menunjukkan kesetiaanNya terhadap acara ini.

Dengan uang di kas kita yang Cuma 10-15 juta per bulan… rasanya… ngga mgkn bisa menyelenggarakan acara ini dari bulan ke bulan dengan begitu megahnya.
Belum lagi proses pembuatan recording Album The New Springtime yang penuh dengan lika-liku dan masalah. Penundaan, konflik, kebingungan, kekhawatiran, dsbnya.

Tapi semangat teman2 di KRK 8 kemarin membasahi hati ini dengan kehangatan. Di tengah gw menulis e-mail ini, ada seorang sahabat dari panitia Springtime yang menelpon, memberi-tahu kabar gembira dalam kehidupan pribadinya yang juga sebetulnya tidak disangka-sangka akan selesai dengan begitu cepat dan indahnya, dan waktu dia cerita tanpa sadar gw meneteskan air mata, belum lagi Jovan (anak Kusno dan Anast) yang lahir di antara kita… memenuhi seluruh kepanitiaan kita dengan suka-cita kelahiran tunas baru kehidupan bagi gereja, belum lagi sahabat-sahabat baru yang di awal Springtime tidak pernah get in touch satu sama lain… hari ini… semuanya bisa kenal.
Rasanya hidup ini dipenuhi oleh begitu banyak sahabat di sekeliling kami berdua. Teman satu peziarahan di dalam Tuhan, yang memberkati satu sama lain dengan kehidupannya masing-masing.

Waktu tinggal sekitar 3 minggu lagi… dan masih ada 350 juta yang harus dikumpulkan.
Project acara The New Springtime dari awalnya adalah sebuah proyek yang tidak mungkin, dan diragukan. Tapi hari ini sudah ada 8 KRK novena yang telah dilangsungkan.
Pembuatan flyers kemarin juga merupakan satu peristiwa mujizat di mana semua percetakan telah tutup menjelang lebaran… tetapi flyers bisa selesai dan dibagikan di tgl.28 kmrn.

Dengan semuanya ini… masakan kita tidak percaya akan penyelenggaraan Tuhan.

Semalam saat gw makan malam dengan riko dan mike… riko sempat bilang… “Kapan lagi elu ada dalam pelayanan mega proyek Tuhan, di mana kita harus kumpulin 350jt dalam 3 mgg? Adrenalin pasti naik..!” gw ketawa kecut sih… krn kl mau jujur gw prefer hidup tenang dan damai.
Tapi hal-hal seperti ini pasti akan kita rindukan tahun depan, di saat semuanya ini sdh selesai.
Tuhan rasanya memberi pengertian ke diri gw… kl peristiwa ini akan membuat gw menjadi seorang yang belajar lagi akan penyertaan Tuhan… terutama untuk bekal gw menjalani kehidupan pernikahan gw yang selama ini tidak bisa gw lepaskan dari kekhawatiran gw…. Acara ini akan memberkati kita semua dengan makna yang dalam. Pembelajaran, terutama beriman kepada Tuhan dengan sepenuhnya dan belajar mempercayakan semuanya ke dalam kehendakNya.

Kalau sampai ini semua tercapai… rasanya bukan hanya iman kita sebagai panitia yang terbangun, tetapi juga iman seluruh orang muda di Jakarta yang telah juga banyak menabur untuk acara ini.

Can’t wait to see that moment…

But… Lord… Please give me (us) Your super duper grace… to walk in faith. Your wisdom to find the way… to 350 juta! Hehehehe…

So Friends… mari saling menyemangati satu sama lain! Di saat seperti ini Iblis pasti akan mengganggu kita dengan berbagai macam keraguan, kelesuan, kemalasan, keputus-asaan, dan terutama ketidak-percayaan akan penyertaan Tuhan.

Let’s walk hand in hand… With Him nothing is impossible…
(ini gw nulis untuk menyemangati diri gw sendiri juga nihhhhh!!!….)

Let’s pray for riko juga biar dia bisa ambil keputusan yang benar dan bijaksana supaya semuanya bisa dicapai dengan baik. Let’s pray for each other supaya di jagain sama Malaikat Tuhan dan terutama… kita musti doa yang kuat dari sekarang! Untuk doa, acara, persiapan, gedung, perlengkapan, umat, semuanya dehhhh!!!

Kita kurang doa nih… kebanyakan ngopi!!! Hehehe…

________________________________________________
Best Wishes,
Lia Brasali Ariefano
“Every woman has her own legacy. Nothing she could do to change it…
But she can decide how to live her legacy, then pass on her legacy to bless the world… through herself and the next generation of hers.”

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s