I am not the savior of the world…

Saya beranjak dari depan TV setelah nonton satu film seri yang STRONG MEDICINE. Nonton adalah hobby saya, dan kita musti pakai semua hobby kita jadi berkat buat sesama khan…? Right girls…?

Film seri ini menceritakan tentang hari-hari 2 dokter wanita dalam pekerjaannya, terutama hubungannya dengan pasien-pasiennya.

Banyak sekali kasus wanita diangkat dalam seri ini. Ini yang membuat saya berusaha tidak melewatkan 2 hal yang menjadi passion dalam hati saya… dunia kedokteran dan wanita…

Dalam seri ini diceritakan salah satu pemeran utamanya bernama dr.Lou, mendapati seorang wanita gelandangan yang sedang berteriak-teriak di pinggir jalan dengan mata kiri yang terlihat merah, basah, dan sudah seperti bernanah karena terinfeksi sesuatu.

Dr.Lou digambarkan sebagai seorang dokter yang sangat mempunyai hati terhadap banyak kaum miskin dan yang lemah.

Dia membawa wanita muda yang malang ini masuk ke dalam RS dan memberikan terapi yang terbaik baik wanita gelandangan ini.

Tetapi dr.Lou mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan wanita ini, karena wanita ini sangat gelisah, ketakutan, dan sangat curiga akan setiap tindakan yang ingin dilakukan terhadapnya. Dalam pemeriksaan lanjutan didapati bahwa wanita ini menderita Schizophrenic (arti: gangguan mental), dan dr.Lou memberikan pengobatan terbaik untuk pasiennya itu.

Karena alasan biaya, pihak management RS tidak mengijinkan pemberian obat itu dan menggantinya dengan obat yang lain. Perjuangan dr.Lou ditentang oleh banyak pihak di RS tersebut, sampai akhirnya perjuangan ini terhenti ketika mendapati pasien wanita dr.Lou ini harus dipindahkan dari shelter tempat ia ditampung ke dalam sel penjara karena mengamuk dan membunuh teman yang tinggal 1 shelter dengannya.

Rasa putus asa dan penyesalan membuat dr.Lou begitu hancur merasa dirinya tidak dapat menyelamatkan 1 jiwa.

Bahkan ketika dr.Lou mengunjunginya di dalam sel penjara atas ijin pengacaranya, dan membujuk wanita ini untuk memulai lagi pengobatannya, wanita ini sudah tidak dapat diajak berkomunikasi sama sekali dan jatuh dalam tingkat gangguan mental yang lebih dalam.

Saat itu dr.Lou sadar… Ia tidak dapat menyelamatkan seluruh dunia !

Mungkin anda pernah ada dalam situasi ini. Di mana hati rasanya begitu ingin menjangkau seseorang/ memperbaiki sebuah situasi atau keadaan.

Tapi kenyataan yang ada membuat kita harus menyadari kelemahan dan keterbatasan kita akan banyak hal dan menelan semuanya dengan hati yang hancur.

Saya teringat perasaan itu, saat saya harus mendapati beberapa pasien meninggal dalam perawatan saya saat saya sedang dalam masa belajar saya di RS dulu. Dan rasa itu membekas dalam hati saya. Di mana kita ngga dapat berbuat apa-apa saat maut datang menjemput, atau bahkan saat pilihan orang itu membuat kita tidak dapat melakukan apa yang ingin kita coba lakukan…

Saya teringat waktu saya harus menghadapi satu kenyataan, di mana ada teman di sekitar saya hamil sebelum waktunya, tanpa pernikahan, dan tanpa masa depan karena keadaan hubungan dengan pasangannya yang sangat labil. Saat itu rasanya ingin menyediakan diri, untuk mengadopsi anak yang ia kandung, sehingga ia tidak perlu berjauhan dengan anaknya. Tetapi saat ia melahirkan usia pernikahan saya dan suami saya belum genap 1 minggu, dan masih begitu banyak hal yang harus dibereskan sebelum mengambil tanggung jawab besar seperti itu.

Saya teringat harus mendapati seorang adik dari komunitas kami meninggal karena drugs… dan saya ada di sana, hanya bisa terdiam dan memegang tangannya sampai hembusan nafasnya yang terakhir.

Saat itu saya sadar… Saya tidak dapat menyelamatkan seluruh dunia !

Apa rasa hati Tuhan… saat ia mendapati pengorbananNya di atas kayu salib di pertanyakan dan di tolak ?
I can not save the whole world… but HE CAN !

Saya saja yang tidak bisa menyelamatkan dunia merasa terluka bila ada yang tidak dapat terjangkau oleh kelemahan saya… apalagi DIA.

Tuhan yang sebenarnya sanggup, tidak memiliki kelemahan dan kedosaan, mampu berbuat apapun, tapi kadang tertolak oleh kehendak bebas manusia, yang berpikir… bahwa ia dapat menyelamatkan dirinya sendiri dan ia lebih tahu apa yang terbaik bagi dirinya.

Dear CatWoGers…

Bila saat ini anda dalam keadaan di mana semuanya terasa begitu tidak mungkin di selamatkan.

Anda berjuang dan anda tahu… anda akan mendekati garis batas kekuatan anda dan saat itu rasanya tidak ada lagi kekuatan berlari… karena anda sudah sampai di garis batas kekuatan terakhir…

Apapun garis batas itu… garis batas kekuatan, garis batas iman, garis batas kesabaran, garis batas pengharapan, garis batas penantian, garis batas apapun itu…

And you are ready say ‘Enough is enough !’ or “I can’t do this anymore!’ or anything…

Remember one thing… Jesus is the savior of the World. Not you are…! J

So… let Him do HIS job. He already did it 2000 years ago.. and let HIM do it once again today!

Give Him a change… you’ll never know how much it means to Him.

Let Him fix your life or some one’s life you care about…

Cause one more time… HE is the savior of the world. He is the savior of my life, your life, our love one’s life, and every one’s life in this world.

“For God so loved the world that HE gave HIS only Son, so that everyone who believes in Him may not perish but may have eternal life.” (John 3:16)

(lia b.ariefano)

About whittulipe

A woman, happy wife, daughter, sister, friend, medical doctor who have a passion to proclaim hope that radiates from the gift of life through writings, medical science & living the true calling of womanhood. Brasali is my surname. Ariefano is given name from my hubby. whittulipe is my nick name on virtual world. You can call me: l i a. I am an ordinary woman with an extraordinary life. I am a woman in process. I’m just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull. I believe that every single event in life happens in an opportunity to choose love over fear. Happiness keeps me sweet. Trials keep me strong. Sorrows keep me human. Failures keep me humble. And the best of my life I have God that keeps me going! My life mission: Mewartakan pengharapan yang memancar dari anugrah kehidupan melalui tulisan, ilmu kedokteran, dan penghayatan hidup sebagai perempuan. My value in life: hope, courage, aunthenticity, generosity. So help me God!
This entry was posted in articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s